Cekricek.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa realisasi investasi sebesar Rp1.931 triliun pada 2026 harus berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar pencapaian angka makroekonomi, demikian dikutip dari siaran pers Kemenkeu, Rabu (19/08/2026).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa arah Ekonomi Berdaulat yang dikembangkan Presiden Prabowo Subianto menuntut setiap rupiah investasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Investasi Tidak Boleh Hanya Angka
"Investasi bukan target angka semata. Setiap triliun rupiah harus terasa di tingkat desa: jalan yang lancar, listrik yang nyala, air bersih, dan lapangan kerja bagi anak muda," ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis Kemenkeu, Rabu (19/08/2026).
Realisasi investasi Rp1.931 triliun mencakup investasi pemerintah (APBN), swasta domestik, dan PMA. Sektor prioritas: infrastruktur, industri hilir, energi terbarukan, dan pangan.
Pemantauan Proyek Nyata di Lapangan
Kemenkeu bersama Kemenko Perekonomian, Bappenas, dan BKPM melakukan pemantauan berkala proyek-proyek strategis nasional (PSN) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana dan proyek tepat waktu.
Kemenkeu juga mendorong percepatan realisasi anggaran belanja modal (CAPEX) APBN 2026 yang dialokasikan Rp400 triliun lebih, agar menyerap tenaga kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
















