UNDIP Buka Profesi Insinyur untuk 300 Perwira Pertamina

Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bersama PT Pertamina di Semarang.

Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bersama PT Pertamina di Semarang. [Foto: Universitas Diponegoro]

Cekricek.id — Universitas Diponegoro resmi membuka program kerja sama pendidikan pada Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik bersama PT Pertamina (Persero). Sebanyak 300 perwira Pertamina yang lolos seleksi mengikuti seremoni pembukaan di Ballroom Rama Shinta Hotel Patra Semarang, Rabu (19/08/2026), menurut keterangan tertulis Universitas Diponegoro, Senin (24/08/2026).

Program tersebut membuka jalur bagi para insinyur lapangan perusahaan energi pelat merah itu untuk memperoleh pengakuan akademik atas pengalaman kerja yang telah mereka jalani bertahun-tahun. Sebelum seremoni digelar, kedua institusi menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur sekaligus pendampingan Sertifikasi Kompetensi Insinyur Profesional. Dekan Fakultas Teknik UNDIP Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. mewakili kampus, sementara Pertamina diwakili Vice President Pertamina Corporate University Rosalia Ambar Yuniarti, S.H., M.M.

Amanat Undang-Undang Keinsinyuran

Senior Vice President Pertamina Corporate University Robby Rafid, S.H. menyebut program itu bukan sekadar pelatihan tambahan bagi karyawan, melainkan pelaksanaan kewajiban yang telah diatur negara melalui undang-undang.

“Program profesi ini merupakan bentuk amanat UU No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran sekaligus komitmen keberlanjutan Pertamina dalam memperkuat standar profesionalisme SDM,” kata Robby.

Baca juga Der Vorleser dan Luka Sejarah yang Diwariskan ke Generasi Baru

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 mengatur bahwa praktik keinsinyuran di Indonesia dijalankan oleh insinyur yang telah menempuh program profesi dan memperoleh registrasi resmi. Ketentuan itu mendorong banyak perusahaan mengirim tenaga teknisnya kembali ke bangku kuliah, termasuk mereka yang telah lama menempati posisi teknis maupun manajerial di lapangan.

Peminat program ini jauh melampaui kuota yang disediakan. Tercatat 532 perwira Pertamina mendaftar, namun hanya 300 orang yang dinyatakan lolos proses seleksi mandiri yang digelar UNDIP. Angka tersebut memperlihatkan kampus tidak melonggarkan saringan akademik meski seluruh peserta berasal dari satu korporasi yang sama.

Pengalaman Lapangan Disetarakan Standar Internasional

PSPPI UNDIP menjalankan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Lewat skema tersebut, pengalaman kerja, kontribusi teknis, dan rekam jejak akademik peserta dari dunia industri dihitung sebagai capaian pembelajaran, tanpa menurunkan standar akademik yang berlaku di kampus.

Baca juga Museum Biologi UGM Dinilai Gelap dan Tak Ada yang Bisa Dimainkan

Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto, M.B.A., C.R.P. menilai skema itu menjawab persoalan yang lama dihadapi tenaga teknis di lapangan, yakni kompetensi yang nyata tetapi belum memiliki pengakuan formal.

“Pengalaman lapangan yang luas perlu dilegalisasi dan disetarakan dengan standar profesi internasional. Kami mengapresiasi UNDIP yang mempertahankan standar kualitas tinggi dalam proses seleksi ini,” ujar Andy.

Baca juga ITB Ultra Marathon 2026 Siapkan Filter Air untuk Daerah Bencana

Sertifikasi keinsinyuran menjadi penting karena mobilitas tenaga teknis Indonesia kian terbuka di kawasan Asia Tenggara. Tanpa pengakuan profesi, pengalaman puluhan tahun di kilang, anjungan, maupun proyek infrastruktur energi sulit disandingkan dengan kualifikasi insinyur dari negara lain.

Kampus Diminta Tak Jadi Menara Gading

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menegaskan kerja sama dengan industri merupakan bagian dari cara kampus menempatkan diri di tengah kebutuhan nyata dunia kerja.

“UNDIP tidak ingin menjadi menara gading. Melalui PSPPI ini, kami ingin membangun optimisme dan mencetak insinyur-insinyur unggul,” tegas Suharnomo.

Pada hari yang sama, para peserta menerima pembekalan dari Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, M.B.A., IPU., ASEAN Eng. mengenai bidang-bidang keinsinyuran serta tantangan profesi ke depan. Sesi tersebut dilanjutkan dengan orientasi program PSPPI yang dipandu Dekan Fakultas Teknik UNDIP Jamari.

Kolaborasi perguruan tinggi dengan badan usaha milik negara di sektor energi seperti ini menempatkan kepakaran akademik UNDIP langsung pada persoalan operasional industri. Bagi Pertamina, program tersebut menyiapkan barisan insinyur bersertifikat yang mengelola infrastruktur energi nasional. Bagi UNDIP, kehadiran 300 praktisi di ruang kuliah menjadi umpan balik bagi pengembangan kurikulum teknik yang selama ini disusun di lingkungan kampus.

Baca Juga

Peraih Nobel Perdamaian Kailash Satyarthi berbicara dalam UGM Annual Lecture Nobel Laureate Series di Universitas Gadjah Mada.
Nobel Kailash Satyarthi: Bawa KKN UGM ke Panggung Global
Pembicara memaparkan materi dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara.
USU Wajibkan Mahasiswa Doktor Hukum Ikut Konferensi Global
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Bahjuri Ali berbicara di podium ORDIK Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Bappenas: Hasil Riset Kampus Harus Dipakai Industri
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memberi kuliah umum di UPI
Brian Yuliarto: Partisipasi Kuliah RI Baru 32 Persen
Cekricek.id – Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan cadangan minyak bumi. Meski begitu, sekarang negara kepulauan ini masih kalah saing dengan dari negara lain yaitu Singapura untuk penghasilan dari kilang minyak yang dimilikinya. Hal itu bisa dilihat dari data terbaru yang dihimpun tentang kilang minyak terbesar yang ada di wilayah Asia Tenggara.
Indonesia Kaya Minyak Bumi Tapi Masih Kalah Saing Sama Singapura
Sesi pengenalan prototipe produk olahan rempah dalam forum diskusi bersama warga di Kawasan Transmigrasi Bungku, Morowali.
Tim UNAIR Olah Lengkuas Jadi Serundeng di Morowali