Cekricek.id — Inggris akan membagikan informasi persenjataan berklasifikasi rahasia agar Ukraina dapat memproduksi sendiri rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow. Pengumuman itu disampaikan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham saat berkunjung ke Kyiv, Senin (24/08/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina, menurut laporan Al Jazeera.
Kunjungan tersebut merupakan lawatan luar negeri pertama Burnham sejak menjabat. London menempatkan langkah ini sebagai penegasan dukungan jangka panjang kepada Kyiv di tengah sokongan Amerika Serikat yang naik turun.
“Empat setengah tahun invasi besar-besaran Rusia… ditujukan untuk menghancurkan kemerdekaan yang kita rayakan di sini,” kata Burnham dalam upacara peringatan di ibu kota Ukraina.
Pada hari yang sama, sekutu-sekutu Ukraina berkumpul di Kyiv ketika Presiden Volodymyr Zelensky meminta tambahan sistem pertahanan udara untuk menghadapi gelombang serangan rudal dan drone Rusia yang terus berlanjut.
Jangkauan 560 Kilometer, Sasaran Berlapis Beton
Storm Shadow yang di Prancis dikenal dengan nama SCALP memiliki jangkauan 560 kilometer dan mampu menjangkau sasaran hingga 240 kilometer ke dalam wilayah Rusia. Rudal itu dirancang untuk menghantam sasaran keras, yakni instalasi yang diperkuat beton dan berlapis pertahanan.
Baca juga Rusia Tembakkan 376 Rudal, Ukraina Kehabisan Pencegat
Sistem navigasinya memungkinkan rudal dioperasikan dalam segala cuaca dan pada malam hari, kemampuan yang tidak dimiliki drone jarak jauh buatan Ukraina meski drone tersebut punya jangkauan lebih panjang. Biaya produksi setiap unit ditaksir sekitar US$1 juta.
Perbedaan itu penting karena drone berbiaya murah efektif menekan sasaran lunak seperti tangki penyimpanan bahan bakar, tetapi kesulitan merusak bunker, hanggar diperkuat, atau pusat komando yang terlindung. Storm Shadow dirancang menembus lapisan pelindung sebelum hulu ledaknya meledak di dalam sasaran.
Dalam perang yang berlangsung sejak 2022, rudal ini antara lain dipakai Ukraina untuk menyerang pabrik kimia, kilang minyak, serta markas Armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol.
Stok Terbatas Membuat Kyiv Sangat Selektif
Associate Fellow Chatham House Keir Giles menjelaskan bahwa persediaan yang terbatas selama ini memaksa Ukraina berhitung ketat sebelum menembakkan rudal tersebut.
“Ukraina harus sangat selektif dalam memilih sasaran yang dihantam dengan stok terbatasnya,” kata Giles.
Baca juga Rusia Siap Dengar Ide Baru Akhiri Perang Ukraina
Menurut Giles, kemampuan industri dalam negeri Ukraina berkembang cepat justru karena tekanan perang. “Ukraina, di bawah tekanan perang demi kelangsungan hidup bangsa, telah membangun industri pertahanan yang sangat lincah, sangat termotivasi, dan tersebar,” ujarnya.
Lini Produksi Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Inggris dan Prancis berharap lini produksi Storm Shadow di Ukraina sudah berdiri pada akhir tahun ini. Target itu tergolong ambisius karena dalam praktik industri pertahanan, jarak antara penandatanganan kontrak dan pengiriman unit pertama rata-rata memakan waktu sekitar dua tahun.
Selama ini rudal Storm Shadow dipasok langsung dari gudang Inggris dan Prancis, sehingga jumlah yang bisa diserahkan dibatasi oleh kebutuhan pertahanan kedua negara itu sendiri. Skema produksi di dalam negeri Ukraina diharapkan melepaskan ketergantungan tersebut.
Analis Eurasia pada lembaga risiko Sibylline, Karan Vassil, menilai skema produksi berlisensi memangkas sebagian besar tahapan yang biasanya paling lama.
Baca juga Drone Rusia Rusak Pos Lintas Batas Ukraina-Moldova
“Produksi berlisensi memberi Ukraina akses pada pengetahuan dan proses industri yang jika tidak demikian akan membutuhkan waktu dan sumber daya besar untuk direproduksi,” kata Vassil.
Pabrik Rentan Diserang dan Rantai Pasok Global
Sejumlah kendala masih membayangi rencana tersebut. Fasilitas produksi rudal merupakan sasaran bernilai tinggi bagi rudal dan drone Rusia sehingga harus disamarkan, dipecah, atau ditempatkan di bawah tanah.
Rantai pasok komponen juga tetap bergantung pada pemasok internasional, sementara sebagian teknologi yang tertanam dalam Storm Shadow diperkirakan masih memerlukan persetujuan Amerika Serikat sebelum dapat dialihkan kepada pihak ketiga.
Kemampuan memproduksi sendiri rudal berjangkauan ratusan kilometer akan mengubah kalkulasi Kyiv karena selama ini setiap penggunaan Storm Shadow bergantung pada pasokan dan izin dari London serta Paris.
















