Ketika Hati Gelisah, Galau Dan Putus Asa, Ini Obatnya

Perasaan hati yang selalu gelisah dan putus asa dapat membuat seseorang merasa selalu tidak tenang dan tak punya semangat hidup.

Foto [Canva]

Cekricek.id -  Perasaan galau dan gelisah merupakan perasaan yang timbul ketika seseorang dihadapkan kepada masalah dan cobaan. Perasaan tersebut dapat membuat seseorang tidak tenang hingga berputus asa dan tak punya semangat lagi untuk menjalani hidup.

Cobaan  dan masalah merupakan hal yang tak dapat dihindari dalam hidup. Gelisah dan kesusahan hati tersebut sampai membuat seseorang berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Tanpa pikir panjang, banyak kasus bunuh diri yang terjadi dikarenakan keputusan seorang manusia.

Bahkan ada juga yang memilih untuk meninggalkan hal-hal baik dan melakukan hal yang memunculkan dosa hanya karena merasa cobaan yang diberikan Allah SWT terlalu berat.

Lalu bagaimana cara menghindari hal-hal tersebut? Adakah obat yang dapat menghilangkan kesusahan hati, galau dan kegelisahan yang dirasakan oleh seorang manusia?

Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya di kanal youtube TamanSurga menceritakan suatu kisah dimana ada seseorang yang sedang galau menjumpai Ibrahim Bin Adhad. Ibrahim Bin Adhad tersebut  merupakan seorang ulama pada abad kedua. Seseorang tersebut menyebutkan bahwa ia tengah putus asa dalam menjalani hidup.

Kemudian, Ibrahim tersebut bertanya. Apakah ada di alam semesta ini yang terjadi di luar kehendak Allah SWT? Kemudian seseorang tersebut menjawab tidak ada, semua terjadi atas kehendak Allah SWT.

Lalu, ulama tersebut kembali bertanya, apakah ada yang meninggal di luar kehendak Allah? Seseorang tersebut lagi-lagi menjawab tidak. Hidup dan mati seseorang ada di tangan Allah SWT.

Yang selanjutnya mengenai rezeki.  Allah sudah menetapkan rezeki masing-masing orang di muka bumi ini. Takkan ada rezeki yang tertukar karena semuanya sudah menjadi kehendak Allah.

Lalu ketika Allah sudah menghendaki segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini, pantaskah manusia merasakan kegelisahan dengan segala skenario Allah SWT?

Perbanyak Tauhid Kepada Allah SWT

Lampiran Gambar

Hal ini menunjukkan bahwa risau yang dialami seseorang bukanlah masalah psikologis, namun tauhid seseorang itulah yang bermasalah sehingga tidak mempercayai kehendak Allah SWT.

Seperti yang dijelaskan dalam  Al Quran surah Al-Qashash ayat 88, bahwa segala keputusan dan yang terjadi di muka bumi merupakan kehendak Allah SWT.

"Dan jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.". (QS Al-Qashash ayat 88)

Namun, setiap manusia tidaklah pula pasrah terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Allah memberi dua jalan kepada manusia, yang pertama adalah jalan yang diridoi Allah dan jalan yang dimurkai Allah.

Hendaklah manusia tersebut memilih jalan yang diridoi Allah tanpa pasrah terhadap segala sesuatu dan mengatasnamakan bahwa perbuatan buruk yang dilakukan merupakan takdir Allah.

Baca juga : Fungsi Al-Qur'an: Sebaik-baiknya Penjaga Seorang Hamba dari Perbuatan Dosa

Lebih lanjut lagi, manusia hendaknya menjalani hidup dengan aturan yang telah sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Hidup yang dijalankan di jalan yang diridoi Allah akan menghadirkan keikhlasan dan ketenteraman hati.

Baca Juga

Berita Riau Hari Ini: 34.271 Warga Riau Hafidz Al-Quran Berkat Program Satu Guru Hafidz Satu Desa
34.271 Warga Riau Hafidz Al-Quran Berkat Program Satu Guru Hafidz Satu Desa
Bayar Zakat Fitrah Online, Sahkah? Ini Penjelasannya!
Bayar Zakat Fitrah Online, Sahkah? Ini Penjelasannya!
Berita Riau Hari Ini: Pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah di Riau Bisa Pakai QRIS
Pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah di Riau Bisa Pakai QRIS
Cekricek.id - KazanForum 2024: Jendela Baru Pasar Halal Rusia ke Dunia
KazanForum 2024: Jendela Baru Pasar Halal Rusia ke Dunia
Cekricek.id - Mengungkap Teka-teki Yajauj Majuj dalam Lintas Budaya
Mengungkap Teka-teki Yajuj Majuj dalam Lintas Budaya
Mengapa Beberapa Negara Islam Memilih Tidak Merayakan Maulid Nabi?
Mengapa Beberapa Negara Islam Memilih Tidak Merayakan Maulid Nabi?