LBB (Liga Bangsa-Bangsa): Pengertian, Fungsi, dan Sejarahnya

A A

Ilustrasi: Istilah-istilah dalam Kemaritiman dan Investasi. [Canva]

LBB (Liga Bangsa-Bangsa) adalah organisasi internasional yang didirikan setelah Konferensi Perdamaian Paris 1919 dan resmi berdiri pada 10 Januari 1920. Fungsi utamanya mencakup pelucutan senjata, pencegahan perang melalui keamanan kolektif, penyelesaian pertentangan antarnegara lewat negosiasi dan diplomasi, serta perbaikan kesejahteraan hidup global. LBB bubar pada 1946 dan digantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Latar belakang pendirian LBB

Gagasan LBB lahir dari kehancuran Perang Dunia I. Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson memasukkan usul pembentukan perhimpunan bangsa-bangsa sebagai butir terakhir Empat Belas Pasal yang ia sampaikan pada 1918. Menurut catatan sejarah resmi PBB, Kovenan Liga Bangsa-Bangsa disepakati di Konferensi Perdamaian Paris dan dimuat sebagai bagian pertama Perjanjian Versailles 1919.

Kovenan itu mulai berlaku pada 10 Januari 1920, tanggal yang dicatat Glosarium Sekretariat Kemenko Marves 2020 sebagai hari berdirinya LBB. Markas besarnya ditempatkan di Jenewa, Swiss, di gedung yang kini menjadi Kantor PBB di Jenewa dan menyimpan arsip LBB.

Fungsi dan struktur LBB

Kovenan menugaskan LBB menjaga perdamaian lewat keamanan kolektif: serangan terhadap satu anggota dianggap ancaman bagi semua anggota, dan sengketa harus diajukan ke arbitrase atau Dewan LBB sebelum negara boleh berperang. LBB juga mengurus pengurangan persenjataan dan mengawasi wilayah mandat bekas jajahan Jerman dan Kesultanan Utsmaniyah.

Organ utamanya adalah Majelis yang beranggotakan semua negara anggota, Dewan yang berisi anggota tetap dan tidak tetap, serta Sekretariat tetap di Jenewa. Di bawahnya bekerja lembaga teknis seperti Organisasi Kesehatan LBB dan Organisasi Perburuhan Internasional, yang terakhir masih ada hingga kini sebagai badan PBB.

Kelemahan dan berakhirnya LBB

Amerika Serikat tidak pernah menjadi anggota karena Senat menolak meratifikasi Perjanjian Versailles. Jepang keluar pada 1933 setelah dikecam atas pendudukan Manchuria, Jerman keluar pada tahun yang sama, dan Italia keluar pada 1937 setelah menyerbu Ethiopia. Uni Soviet dikeluarkan pada 1939 setelah menyerang Finlandia.

Tanpa daya paksa militer dan tanpa keanggotaan kekuatan besar, LBB gagal mencegah Perang Dunia II. Majelis terakhirnya pada April 1946 memutuskan membubarkan organisasi dan mengalihkan aset serta arsipnya kepada PBB, yang telah berdiri sejak 24 Oktober 1945.

LBB dan Indonesia

Indonesia tidak pernah menjadi anggota LBB karena pada masa itu masih berstatus Hindia Belanda di bawah Kerajaan Belanda, yang menjadi anggota LBB. Pengalaman LBB menjadi pelajaran ketika PBB dibentuk, dan Indonesia bergabung dengan PBB pada 28 September 1950.

Istilah terkait

Lembaga dan istilah yang berkaitan dengan LBB dapat dibaca pada entri ILO (International Labour Organization) yang lahir bersama LBB, Perjanjian Internasional, Pakta (Pact), dan Piagam (Statue) sebagai bentuk dokumen pendirian organisasi internasional.

Rujukan

Sumber: Istilah Kemaritiman dan Investasi. Sekretariat Kemenko Marves, Glosarium Sekretariat Kemenko Marves, 2020, entri LBB. United Nations, History of the United Nations: Predecessor, the League of Nations (un.org). United Nations Office at Geneva, League of Nations Archives. Covenant of the League of Nations, 1919, Pasal 10 sampai 16.

Bagikan

Baca Juga

Prof Zikra: Regulasi Industri Marina Terjebak Wisata Asing
Arsip 1814: Bajak Laut Sambas Dipimpin Sultannya
Perahu Paledang Lamalera, Simbol yang Berpindah dari Laut ke Kain Tenun
WTO (World Trade Center Organization)
WMO (World Meteorological Organization)
WIPO (World Intellectual Property Organization)