Cekricek.id — Kepala Departemen Teknik Kelautan ITS, Prof Dr Eng Muhammad Zikra ST MSc, menyebut peraturan industri marina terjebak anggapan hanya untuk pariwisata asing.
Pernyataan itu disampaikan pada workshop Indonesian Marina Design, menurut laman resmi ITS, Kamis (10/09/2026).
Workshop berskala internasional itu digelar ITS bersama SF Marina Indonesia selama dua hari, mulai Rabu, 9 September 2026, di Auditorium SIMT ITS Surabaya.
Kondisi tersebut mengakibatkan Indonesia tidak memiliki Pleasure Yacht Maritime Regulations yang spesifik.
Hal itu menurunkan gairah industri marina dan wisata bahari, diiringi kurangnya atensi kedatangan kapal domestik dan kapal mancanegara.
Seratus peserta dari kalangan praktisi industri, akademisi, hingga mahasiswa mengikuti diskusi tentang arah pengembangan industri marina di Indonesia.
Baca juga pengabdian mahasiswa kampus yang sama di Papua Barat
Diskusi lintas sektor itu bertujuan menyatukan perspektif akademisi dan praktisi dalam menciptakan gagasan baru.
“Gagasan tersebut berisi tentang keberlanjutan marina yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, baik saat ini maupun masa mendatang,” jelasnya.
Kegiatan itu membahas Legal Aspects of Master Planning, termasuk regulasi Yachting dan Boat Regulation untuk peningkatan wisata bahari.
Baca juga kegiatan kampus lain menyiapkan mahasiswa menuju pascasarjana
Agenda lain mendiskusikan Marina Design Criteria and Data Collection, mencakup komponen perancangan marina serta pengumpulan dan analisis data.
Data yang dikumpulkan harus meliputi kecepatan angin dan ombak, sehingga karakteristik gelombang di kawasan marina dapat dihitung.
Konsep ekonomi biru turut menjadi landasan regulasi, mencakup sembilan langkah, mulai Learn, Buy, Own, Insure, Finance, Park, Service, Sail, hingga Help.
“Langkah ini penting untuk melindungi industri lokal dan memperbanyak penggunaan kapal dengan standar keamanan yang lebih tinggi,” tambahnya.
Baca juga prestasi mahasiswa lain pada ajang tingkat nasional
Kegiatan itu menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang ITS, SF Marina, serta Pusat Riset dan Teknologi Marina Indonesia.
Salah satu wujud kerja sama itu adalah perencanaan pelabuhan marina di Teluk Benoa, Bali.















