Cekricek.id — Tim ITS mengembangkan CerdasERP Koperasi, sistem pengelolaan koperasi berbasis web, dan menyerahkannya kepada pengurus koperasi di Kelurahan Jagir, Wonokromo, Surabaya.
Penyerahan sistem itu berlangsung pada 4 September 2026 dan diumumkan lewat keterangan resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Minggu (06/09/2026).
ERP atau enterprise resource planning adalah sistem yang menyatukan pencatatan berbagai bagian usaha ke dalam satu basis data yang sama.
Sistem buatan tim Departemen Teknik Informatika ITS itu memuat sepuluh modul. Cakupannya mulai dari aset, perbankan, persediaan, pembelian, hingga penjualan.
Dengan satu basis data, angka yang dicatat kasir langsung terbaca di modul persediaan dan akuntansi tanpa perlu disalin ulang.
Modul lain menangani akuntansi keuangan, kasir, keanggotaan, simpanan, serta perhitungan pembagian sisa hasil usaha koperasi.
Ketua tim pengembang, Riyanarto Sarno, menekankan sistem itu dirancang agar tidak menambah beban teknis bagi pengurus koperasi.
“Pengguna cukup mengakses CerdasERP Koperasi melalui https://cerdaserp.com/ tanpa mengunduh aplikasi tambahan,” katanya.
Baca juga platform riset dan survei digital yang diluncurkan kampus
Penyalinan ulang antarbuku adalah titik paling rawan kekeliruan dalam pembukuan koperasi kecil, terutama bila pengurusnya bekerja paruh waktu.
Pencatatan Manual Memperlambat Laporan Sisa Hasil Usaha
Persoalan yang hendak dijawab sistem ERP koperasi ini datang dari praktik pencatatan yang masih dikerjakan secara manual.
Lurah Jagir, Elvanda Danu Hergaiswara, menjelaskan cara kerja lama itu membuat penutupan buku tahunan berjalan lambat.
“Kondisi ini membuat penyusunan laporan keuangan dan sisa hasil usaha tahunan memerlukan waktu cukup lama,” ujarnya.
Pencatatan manual juga menyulitkan pengurus menelusuri satu transaksi lama, karena buku harus dibuka satu per satu.
Sisa hasil usaha adalah keuntungan koperasi dalam satu tahun buku yang dibagikan kepada anggota sesuai besaran jasa masing-masing.
Karena pembagiannya bergantung pada catatan transaksi setiap anggota, keterlambatan pembukuan langsung menunda hak yang diterima anggota.
Baca juga mesin daur ulang plastik buatan mahasiswa untuk warga kampung
Keterlambatan itu berulang setiap tahun buku selama cara pencatatannya tidak berubah.
Proses Akuntansi Ikut Diakomodasi dalam Sistem
Pengembangan sistem melibatkan pendamping dari luar ITS untuk memastikan alur pencatatannya sesuai kaidah akuntansi.
Dosen akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Yanis Ulil Ulul Azmi, menyebut sistem itu tidak berhenti pada pencatatan transaksi.
“Sejumlah proses akuntansi juga diakomodasi dalam sistem guna mempermudah pengguna,” katanya.
Sepuluh modul itu menutup satu putaran penuh kegiatan koperasi, dari barang masuk sampai keuntungan dibagikan kepada anggota.
Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jagir menjadi pengguna pertama. Pengurusnya menerima demonstrasi langsung cara memakai tiap modul.
Pengembangan sistem ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, salah satu tugas pokok perguruan tinggi selain pendidikan dan penelitian.
Karena berjalan di peramban, sistem itu bisa dibuka dari komputer maupun telepon genggam tanpa pemasangan perangkat lunak.
Baca juga kewajiban mahasiswa memakai kecerdasan buatan sejak tahun kedua
Pengurus juga bisa membuka catatan yang sama dari perangkat berbeda tanpa memindahkan berkas.














