Cekricek.id — Ekspedisi Patriot ITS menemukan siswa sekolah menengah pertama di Distrik Momi Waren, Manokwari Selatan, Papua Barat, masih memerlukan pendampingan membaca dan berhitung dasar.
Temuan itu dimuat dalam keterangan resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Senin (07/09/2026). Tim Ekspedisi Patriot atau TEP diterjunkan untuk memetakan persoalan pendidikan di distrik tersebut.
Di jenjang sekolah dasar, sebagian murid bahkan masih berada pada tahap mengenal huruf dan angka. Kondisi itu membuat materi kelas sulit diikuti.
Ketua tim, Subchan, menyebut persoalan tidak berhenti pada kemampuan murid. Ketersediaan guru dan fasilitas ikut menjadi penghambat.
“Guru-guru di sini sering merangkap mata ajar yang bahkan di luar bidang mereka, di beberapa sekolah bahkan tidak memiliki ruangan atau gedung perpustakaan,” katanya.
Baca juga pemetaan kawasan transmigrasi di Keerom, Papua
Guru yang mengajar di luar bidang keahliannya membuat mutu penyampaian materi menurun. Sekolah tanpa perpustakaan juga memutus akses murid ke bahan bacaan di luar buku pelajaran.
Literasi dan numerasi adalah kemampuan dasar membaca serta berhitung yang menjadi syarat murid bisa mengikuti seluruh mata pelajaran lain.
Program Literasi dan Numerasi Disusun dari Hasil Asesmen
Tim tidak langsung membawa modul jadi. Mereka lebih dulu melakukan asesmen untuk mengukur kemampuan murid di tiap jenjang.
Hasil asesmen itu dipakai menyusun pengajaran literasi dan numerasi yang disesuaikan dengan kemampuan nyata murid, bukan dengan target kurikulum.
Asesmen awal memungkinkan pengajaran dimulai dari titik kemampuan murid yang sebenarnya. Tanpa itu, materi berisiko terlalu tinggi dan murid tertinggal makin jauh.
Tim juga menyusun modul sains, teknologi, teknik, dan matematika sederhana. Bahan praktiknya diambil dari benda yang tersedia di sekitar sekolah.
Pendekatan itu dipilih karena pasokan alat peraga dari luar daerah sulit dan mahal. Bahan lokal membuat kegiatan bisa diulang guru tanpa bantuan tim.
Baca juga mesin daur ulang plastik buatan mahasiswa untuk warga kampung
Pelatihan Guru Jadi Kunci Keberlanjutan Ekspedisi Patriot ITS
Selain mengajar murid, tim menggelar pelatihan untuk guru dalam bentuk training of trainers. Skema itu menyiapkan guru setempat agar bisa melatih rekan sejawatnya.
Training of trainers adalah pelatihan berjenjang: peserta yang sudah dilatih bertugas melatih orang lain di lingkungannya sendiri.
Pilihan tersebut menjawab persoalan paling mendasar di daerah terpencil: program pendampingan biasanya berhenti begitu tim dari luar pulang.
Tim juga membawa penyuluhan kesehatan dan sanitasi. Materi itu diberikan karena kondisi kesehatan murid berpengaruh langsung pada kehadiran dan daya serap di kelas.
Baca juga kewajiban mahasiswa memakai kecerdasan buatan sejak tahun kedua
Kegiatan semacam ini masuk kategori pengabdian kepada masyarakat, salah satu dari tiga tugas pokok perguruan tinggi selain pendidikan dan penelitian.
Momi Waren berada di Kabupaten Manokwari Selatan, salah satu kabupaten pemekaran di Papua Barat dengan akses transportasi terbatas.
Jarak dan biaya transportasi membuat kunjungan tim dari luar daerah tidak bisa sering dilakukan. Karena itu program dirancang agar bisa dilanjutkan guru setempat.














