Makanan Bawa Pulang Terkait Tubuh yang Tiga Bulan Lebih Tua

A A

Ilustrasi: ikan goreng tepung dan kentang goreng bawa pulang dalam bungkus kertas di Inggris [Foto: Jem Stone/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • Tiga bulan terdengar remeh, dan para penulis tidak menyangkalnya.
  • Menurut KDM selisihnya 0,240 tahun atau sekitar 2,9 bulan, dengan rentang 0,114 sampai 0,366 tahun.
  • Susut terbesar datang ketika berat badan dimasukkan, yakni menjadi 0,309 tahun.
  • Kira-kira sepertiga, dengan demikian, dan dua pertiga sisanya menempuh jalan lain.
Daftar Isi
  1. Dua Hitungan Umur dalam Satu Tubuh
  2. Lebih Muda di Kalender, Lebih Tua di Darah
  3. Tiga Bulan yang Tersisa Setelah Semuanya Ditimbang
  4. Kecil bagi Seseorang, Besar bagi Orang Banyak
  5. Berat Badan Hanya Menjelaskan Sepertiganya
  6. Yang Belum Bisa Dikatakan Angka Itu

Usia selalu dianggap urusan kalender, sesuatu yang bertambah sama rata bagi siapa pun yang lahir pada tahun yang sama. Tubuh tidak selalu patuh pada hitungan itu, sebab hati, ginjal, paru-paru, dan tekanan darah seseorang bisa lebih letih atau lebih segar daripada umur yang dihitung dari tanggal lahirnya, dan sebuah telaah atas puluhan ribu orang dewasa di Inggris Raya mendapati selisih itu berkaitan dengan hal sesederhana dari mana makanan mereka kemarin berasal.

Telaah itu ditulis Gengwu Li, Yichen Cui, Wenhe Huang, Sichen Liu, Xiaoxiao Wang, dan Nan Li dengan judul Fast food, fast aging? A cross-sectional study in the UK, terbit di BMC Public Health volume 26 tahun 2026. Lima dari mereka bekerja di Research Center of Clinical Epidemiology, Peking University Third Hospital, Beijing, sedangkan Sichen Liu berasal dari Xi’an Jiaotong-Liverpool University di Suzhou; bahan yang mereka olah adalah catatan 43.478 peserta UK Biobank, himpunan data kesehatan yang merekrut lebih dari 500.000 orang antara 2006 dan 2010.

Yang mereka persoalkan adalah makanan bawa pulang, takeaway dalam istilah naskah, yakni hidangan yang disiapkan di luar rumah dan menurut para penulis kian mudah didapat sejak layanan pesan antar pindah ke aplikasi ponsel. Kemudahan itu, tulis mereka, sudah lama dicemaskan karena pola makan semacam ini kerap padat energi dan miskin gizi, tetapi kaitannya dengan penuaan tubuh nyaris belum diperiksa secara langsung.

Dua Hitungan Umur dalam Satu Tubuh

Usia biologis, dalam pengertian naskah itu, adalah merosotnya fungsi tubuh secara bertahap dan bertambahnya kerentanan terhadap penyakit dan kematian, yang tidak selalu seiring dengan usia kalender. Ia merekam timbunan pengaruh keturunan, gaya hidup, dan lingkungan atas perjalanan kesehatan seseorang, dan karena itu disebut para penulis sebagai peramal sakit dan kematian yang lebih peka daripada umur semata.

Untuk membacanya mereka memakai dua takaran. Yang pertama, Phenotypic Age atau PhenoAge, dihitung dari umur dan sembilan penanda darah, antara lain albumin, gula darah, dan protein C-reaktif yang menandai peradangan, lalu menaksir pada umur berapa risiko kematian seseorang setara dengan orang kebanyakan. Yang kedua, Klemera-Doubal Method atau KDM, merangkum fungsi paru, tekanan darah, kolesterol, dan gula darah jangka panjang untuk melihat seberapa jauh tubuh menyimpang dari laju menua yang semestinya.

Para peserta kemudian dipilah menurut jawaban mereka tentang jenis makanan yang disantap pada hari sebelumnya. Sebanyak 28.652 orang hanya makan masakan rumah dan dijadikan pembanding, 1.874 orang menyebut makanan bawa pulang, sedangkan 12.952 orang lainnya makan di restoran, menyantap makanan siap santap, atau roti lapis tanpa menyentuh makanan bawa pulang. Rata-rata umur seluruh peserta 56,01 tahun, dan 45,1 persen di antaranya laki-laki.

Baca juga Pangan Ultra-Olahan Korea Naik, Picu Risiko pada Pria

Lebih Muda di Kalender, Lebih Tua di Darah

Di situlah persoalannya menjadi menarik. Kelompok makanan bawa pulang justru lebih muda, rata-rata 52,71 tahun berbanding 56,75 tahun pada kelompok masakan rumah, lebih banyak laki-lakinya, 52,7 persen berbanding 43,2 persen, dan lebih sedikit yang berpendidikan tinggi, 33,0 persen berbanding 38,4 persen. Mereka juga lebih sering merokok, 12,4 persen berbanding 7,7 persen, dan lebih jarang cukup bergerak.

Timbangan menunjukkan arah yang sama. Hampir tiga dari sepuluh orang di kelompok ini, tepatnya 29,6 persen, tergolong obesitas dengan indeks massa tubuh 30 atau lebih, sedangkan di kelompok masakan rumah angkanya 20,4 persen. Namun, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner sedikit lebih jarang pada mereka, 23,7 dan 2,4 persen berbanding 24,6 dan 3,3 persen, selisih yang dicatat naskah tanpa penjelasan lebih jauh.

Siapa pemakan makanan bawa pulangSiapa pemakan makanan bawa pulangSiapa pemakan makanan bawa pulangCiri dua kelompok peserta UK BiobankBawa pulangMasakan rumah1.87428.652Jumlah peserta52,71 tahun56,75 tahunRata-rata umur52,7%43,2%Laki-laki29,6%20,4%Obesitas12,4%7,7%Merokok23,7%24,6%Hipertensi
Sumber: Gengwu Li, Yichen Cui, Wenhe Huang, Sichen Liu, Xiaoxiao Wang, dan Nan Li, Fast food, fast aging? A cross-sectional study in the UK, BMC Public Health, 26, 2026. Grafik: Cekricek.id

Justru sebaliknya yang terjadi pada dua takaran usia biologis. Meski lebih muda menurut kalender, kelompok makanan bawa pulang mencatat nilai PhenoAge dan KDM yang lebih tinggi daripada kelompok masakan rumah bahkan sebelum faktor lain diperhitungkan, dengan selisih kasar 0,737 tahun pada PhenoAge dan 0,443 tahun pada KDM. Dengan kata lain, tubuh mereka terbaca lebih tua, kira-kira sembilan bulan menurut takaran pertama dan lima bulan menurut takaran kedua.

Tiga Bulan yang Tersisa Setelah Semuanya Ditimbang

Selisih kasar itu tentu belum adil, sebab orang yang gemar makanan bawa pulang berbeda dari pemasak rumahan dalam banyak hal sekaligus. Ketika umur, jenis kelamin, etnis, pendidikan, dan tingkat kekurangan lingkungan tempat tinggal diperhitungkan, selisih PhenoAge susut menjadi 0,522 tahun; setelah rokok, alkohol, dan aktivitas fisik ikut ditimbang, ia menjadi 0,468 tahun. Susut terbesar datang ketika berat badan dimasukkan, yakni menjadi 0,309 tahun.

Pada hitungan paling lengkap, yang juga menimbang riwayat hipertensi, diabetes, jantung koroner, dan stroke, kaitan itu tetap bertahan. Menurut PhenoAge, pemakan makanan bawa pulang lebih tua 0,302 tahun atau sekitar 3,6 bulan daripada pemakan masakan rumah, dengan rentang ketidakpastian 0,139 sampai 0,464 tahun. Menurut KDM selisihnya 0,240 tahun atau sekitar 2,9 bulan, dengan rentang 0,114 sampai 0,366 tahun.

Selisih usia biologis susut, tetapi tidak hilangHitungan kasar: PhenoAge (tahun) +0,737, KDM (tahun) +0,443; + umur, pendidikan, ekonomi: PhenoAge (tahun) +0,522, KDM (tahun) +0,440; + rokok, alkohol, gerak: PhenoAge (tahun) +0,468, KDM (tahun) +0,420; + berat badan: PhenoAge (tahun) +0,309, KDM (tahun) +0,253; + riwayat penyakit: PhenoAge (tahun) +0,302, KDM (tahun) +0,240.Selisih usia biologis susut, tetapi tidak hilangMakanan bawa pulang dibanding masakan rumahPhenoAge (tahun)KDM (tahun)0,20,40,60,80Hitungan kasar0,7370,443+ umur, pendidikan, ekonomi0,5220,440+ rokok, alkohol, gerak0,4680,420+ berat badan0,3090,253+ riwayat penyakit0,3020,240Semua selisih bermakna secara statistik.
Sumber: Gengwu Li, Yichen Cui, Wenhe Huang, Sichen Liu, Xiaoxiao Wang, dan Nan Li, Fast food, fast aging? A cross-sectional study in the UK, BMC Public Health, 26, 2026. Grafik: Cekricek.id

Kelompok ketiga memberi pembanding yang berguna. Mereka yang makan di restoran, menyantap makanan siap santap, atau roti lapis semula tampak sedikit lebih tua menurut PhenoAge, dengan selisih 0,174 tahun, tetapi kaitan itu luruh menjadi 0,062 tahun dan tidak lagi bermakna secara statistik setelah semua faktor ditimbang. Pada KDM, kelompok ini sejak awal tidak menunjukkan beda yang bermakna dari pemasak rumahan, sehingga yang tersisa hanyalah makanan bawa pulang.

Kekurangan di lingkungan tempat tinggal pun punya suaranya sendiri. Peserta dari sepertiga wilayah paling kekurangan tercatat lebih tua 0,795 tahun menurut PhenoAge dan 0,362 tahun menurut KDM dibanding sepertiga paling berkecukupan, pada tahap ketika hanya ciri kependudukan yang diperhitungkan. Para penulis membacanya sebagai penegasan bahwa kedudukan sosial ekonomi adalah peramal penting, dan menduga PhenoAge lebih peka terhadapnya karena penanda peradangan mudah terusik oleh tekanan hidup dan kekurangan.

Baca juga Separuh Lansia Pusat Warga Emas Klang Valley Menua Sehat

Kecil bagi Seseorang, Besar bagi Orang Banyak

Tiga bulan terdengar remeh, dan para penulis tidak menyangkalnya. “Dari sudut pandang klinis yang ketat bagi seorang individu, selisih usia biologis tiga bulan mungkin tampak kecil. Namun, dari sudut pandang kesehatan masyarakat, besaran efek ini substansial,” tulis Gengwu Li, peneliti Research Center of Clinical Epidemiology di Peking University Third Hospital, bersama lima rekannya dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris.

Alasan mereka bertumpu pada hitungan yang sudah ada sebelumnya: setiap tambahan satu tahun PhenoAge setara dengan kenaikan 9 persen risiko kematian oleh sebab apa pun, sehingga percepatan tiga bulan diterjemahkan menjadi kira-kira 2,2 persen, dengan anggapan hubungannya lurus. Mereka lalu menyandingkannya dengan faktor lain dalam hitungan yang sama. Tambahan 0,302 tahun itu menghapus keuntungan dari aktivitas fisik yang sehat, yang besarnya 0,242 tahun, dan setara dengan kira-kira 16 persen dari beban merokok, yang mencapai 1,865 tahun.

Karena layanan pesan antar ada di mana-mana, para penulis membayangkan seluruh sebaran usia biologis penduduk bergeser sedikit ke arah tua, dan pergeseran kecil itu memperbanyak orang yang melewati ambang penyakit metabolik. Dari sana mereka mengusulkan label gizi bergaya lampu lalu lintas di aplikasi pesan antar untuk hidangan yang melampaui batas garam, gula, atau lemak jenuh, subsidi kantin tempat kerja, dan keringanan pajak bagi restoran yang menyajikan bahan pangan utuh.

Berat Badan Hanya Menjelaskan Sepertiganya

Lalu lewat jalan apa makanan bawa pulang sampai ke penanda darah, itulah pertanyaan berikutnya. Jawaban yang paling mudah adalah kegemukan, dan data memang mendukungnya, tetapi hanya sebagian. Dari total kaitan 0,431 tahun pada PhenoAge, sebesar 0,129 tahun berjalan lewat indeks massa tubuh, atau 29,9 persen; pada KDM, 0,141 dari 0,381 tahun, atau 37,0 persen. Kira-kira sepertiga, dengan demikian, dan dua pertiga sisanya menempuh jalan lain.

Jalan lain itu tidak diukur, hanya diduga. Para penulis menunjuk susunan gizi makanan bawa pulang yang menurut riset terdahulu lebih padat energi, lebih tinggi lemak jenuh, garam, dan karbohidrat olahan, serta lebih miskin serat dan vitamin, yang memicu peradangan menahun bertingkat rendah. Mereka juga menyebut kebiasaan makan terburu-buru atau sendirian, gangguan pada mikroba usus, dan bahan kimia dari kemasan plastik sebagai kemungkinan yang bekerja di luar urusan berat badan.

Baca juga Berat Badan dan Sikap ke Obesitas Mahasiswa Kesehatan Hanoi

Yang Belum Bisa Dikatakan Angka Itu

Batas penelitian ini diakui terang oleh penulisnya. Data dipotret pada satu waktu sehingga sebab dan akibat tidak bisa dipastikan, dan arah sebaliknya tetap terbuka: orang yang kesehatannya lebih buruk atau waktunya lebih sempit mungkin justru lebih sering bergantung pada makanan praktis. “Karena itu, hubungan yang teramati harus ditafsirkan sebagai kaitan statistik, bukan jalur sebab-akibat yang pasti,” tulis mereka.

Pengelompokannya pun kasar. Siapa saja yang menyebut makanan bawa pulang dimasukkan ke kelompok itu walau ia juga memasak di rumah, dan jawaban tersebut hanya menggambarkan satu hari, sehingga menurut para penulis yang terbaca kemungkinan besar adalah kebiasaan jangka pendek. Peserta UK Biobank juga sebagian besar berketurunan Eropa, 90,5 persen berkulit putih dalam telaah ini, yang membatasi keberlakuan temuan bagi penduduk yang lebih beragam.

Beberapa hal dalam naskah patut dicocokkan pembaca. Judulnya memakai kata fast food, sedangkan yang ditanyakan kepada peserta adalah makanan bawa pulang, dan pembahasannya menyebut konsumsi yang sering padahal jawaban peserta hanya ya atau tidak untuk satu hari. Di satu bagian berat badan dikatakan menjelaskan sebagian besar kaitan itu, di bagian lain hanya sekitar sepertiga. Nilai rata-rata PhenoAge di tabel juga bertanda negatif pada semua kelompok, minus 3,39 pada makanan bawa pulang dan minus 4,12 pada masakan rumah, tanpa keterangan cara membacanya.

Maka yang tertinggal adalah selisih tiga bulan antara dua hitungan umur, kalender di satu sisi dan darah di sisi lain, yang bertahan setelah rokok, gerak badan, kekurangan, dan berat badan dikeluarkan dari perkara. Apakah selisih itu lahir dari isi hidangan, dari cara hidup orang yang membelinya, atau dari sesuatu yang sama sekali belum diukur, dan apakah ia akan menetap bila orang yang sama diikuti bertahun-tahun?

Bagikan

Baca Juga

Pinggang Relawan Kesehatan Desa Thailand Susut dalam Tiga Bulan
Minuman Manis Selalu Ada di Rumah, Remaja Belanda Minum Banyak
Earphone Bersuara Keras Paling Erat Terkait Gangguan Pendengaran
Perempuan Desa di India Menunggu Haid Tak Normal Reda Sendiri
Saat Panas Terik, Petani Lebih Sering Tidur Siang tapi Singkat
Remaja Tiongkok Tenang bila Harapan Sekolah Seirama Orang Tua