Menurut Penulis Ini, Nabi Adam Bukan Manusia Pertama, Tapi Lahir dari Homo Erectus, Begini Penjelasannya

nabi Adam manusia pertama

Ilsutrasi. [Canva]

Homo Erectus merupakan jenis manusia pertama yang muncul di muka bumi. Dimana mereka sudah hidup semenjak ratusan bahkan ribuan tahun sebelum masehi. Kemudian setelah perkembangan zaman, terbentuklah jenis manusia baru yang disebut Homo Sapiens.

Cekricek.id - Fosil menjadi salah satu jawaban dari berbagai pertanyaan, tentang masa lalu yang terkadang menjadi permasalahan besar bagi masyarakat.

Salah satunya adalah permasalahan tentang manusia purba dan Nabi Adam. Banyak yang mempertanyakan manakah yang lebih dahulu menghuni bumi ini.

Manusia purba, disebut dengan Homo Erectus. Karena ia memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan manusia modern, berdiri dengan dua kaki, mata yang menghadap kedepan dan lain sebagainya. Namun kelemahannya, ia hanya memiliki separuh dari volume otak.

Volume tersebut sangat berpengaruh dalam menjalani kehidupan. Karena volume ini akan menunjukkan kecerdasan termasuk juga kualitas dalam peradaban. Seperti yang dijelaskan pada akun youtube Agus Mustofa yang membahas tentang Adam bukan Manusia Pertama.

"Homo Erectus itu otaknya hanya separuh dari otak manusia modern. Volume otak tersebut menggambarkan kecerdasannya, termasuk menggambarkan kualitas peradabannya. Namun masih dalam bentuk yang sederhana", ujarnya

Kemudian, setelah puluhan tahun selanjutnya, volume otak mulai berkembang menjadi lebih besar dari pada sebelumnya. Sehingga terbentuklah jenis manusia baru yang disebut dengan homo sapiens.

Homo sapiens memiliki keunggulan yang lebih daripada homo erectus. Salah satunya yang mencolok adalah mereka memiliki otak yang 2 kali lipat jauh lebih baik daripada homo erectus.

Jika dilihat dari sudut pandang Agama Islam, yang mengacu kepada ayat yang terdapat dalam Alquran, manusia itu terbagi menjadi 2, yakni Al Basyar dan Al Insan.

Al Bashar dijelaskan sebagai bentuk fisik dari manusia namun belum utuh. Sedangkan Al Insan merupakan manusia modern dengan bentuk yang lebih sempurna dan utuh.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa homo erectus tergolong kepada Al Basyar, sedangkan pada 200 tahun selanjutnya sudah tergolong kepada Al Insan, karena sudah memiliki perkembangan pada peradaban yang cukup pesat.

Penemuan seperti ini, bisa dikaitkan dengan permasalahan tentang nabi adam dan manusia purba. Dimana Nabi Adam muncul pada 10 ribu tahun yang lalu dan masuk kepada jenis homo sapiens.

Dapat diartikan bahwa Nabi Adam bukanlah manusia pertama, melainkan manusia purbalah yang terlebih dahulu menjadi pengisi bumi. Menurutnya, Nabi adam lahir dari seorang homo erectus, dan Nabi Adam menjadi generasi kesekian dari makhluk yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: Korban Penculikan Pengantin di Kyrgyzstan Ditemukan Meninggal Dunia

Dari rincian tersebut, dapat dijelaskan bahwa manusia pertama yang ada di muka bumi adalah manusia purba (Homo Erectus) namun memiliki volume yang lebih rendah dari pada manusia modern (Homo Sapiens).

Dapatkan update berita terkini, berita selebriti, hot gosip, tips, info kesehatan, berita bola dan pertandingan, musik dan film setiap hari dari Cekricek.id di Google News.

Baca Juga

School, vermoedelijk in interneringskamp te Tanahmerah (Boven-Digoel)
Malaria di Kamp Boven Digul
Deretan anggota Perhimpunan Indonesia. [Foto: Istimewa]
Perhimpunan Indonesia, Rumah Para Pemikir Kemerdekaan Indonesia di Belanda
Nabi Adam Manusia Pertama
Nabi Adam Bukan Manusia Pertama di Bumi? Benarkah?
Cerita Ban Bercahaya Milik Goodyear
Cerita Ban Bercahaya Milik Goodyear
Cekricek.id - Ternyata Fir’aun itu adalah nama gelar. Ada dua pandangan mengenai identitas dari Fir'aun pada masa Nabi Musa AS.
Identitas Fir'aun yang Ditenggelamkan dalam Laut Merah
Seorang wanita menangis usai membukak paket kiriman yang dipesannya di aplikasi Tiktok secara online, Selasa (29/6/2022).
Viral, Wanita Tertipu Belanja Ponsel di Tiktok Diisi Pakai Papan Balok