Pasal 564 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)

Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana), Pasal 621 KUHP

Ilustrasi: KUHP (Kitab Undang-undang Pidana). [Canva]

Pasal 564 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB XXXI Tindak Pidana Pelayaran, Bagian Keempat Penyalahgunaan Wewenang dan Pelanggaran Kewajiban oleh Nakhoda Kapal.

Pasal 564 KUHP

Nakhoda Kapal Indonesia yang tidak dalam keadaan terpaksa atau bertentangan dengan hukum yang berlaku baginya membuang Barang muatan Kapalnya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III.

Penjelasan Pasal 564 KUHP

Yang dimaksud dengan "keadaan terpaksa" adalah sesuatu keadaan yang sedemikian rupa sehingga Nakhoda atau pemimpin Kapal terpaksa melakukan suatu tindakan untuk menjaga keselamatan pelayaran, misalnya karena kelebihan muatan yaitu untuk menjaga jangan sampai Kapal tenggelam atau karena penyakit menular.

Referensi
Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.

Dapatkan update berita terkini dan berita terbaru Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana), Pasal 620 KUHP
Pasal 620 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)
Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana)
Pasal 618 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)
Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana)
Pasal 615 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)
Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana)
Pasal 614 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)
Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana)
Pasal 577 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)
Pasal KUHP Baru (Kitab Undang-undang Pidana), Pasal 622 KUHP
Pasal 568 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)