Pensiunan Eropa Tidur Lebih Lama dan Bergerak Lebih Sedikit

A A

Ilustrasi sepasang lansia bergandengan tangan berjalan di jalur taman tepi kolam, Nordkirchen, Jerman [Foto: Erva Nur/Pexels]

  • Pensiunan tidur lebih lama dan bergerak lebih sedikit daripada yang masih bekerja.
  • Dalam hitungan menit, itu kira-kira 41 menit berbanding 64 menit per hari.
  • Tidak satu pun dari empat bagian hari mereka berbeda secara bermakna.
  • Porsi gerak sedang hingga berat mereka tinggal 1,36 persen.
Daftar Isi
  1. Gerak Cepat Menyusut
  2. Tidur Bertambah Panjang
  3. Lima Tahun Pertama
  4. Setelah Dua Puluh Tahun
  5. Laki-laki dan Perempuan
  6. Dugaan Para Peneliti
  7. Batas Penelitian Ini
  8. Angka yang Perlu Dicocokkan

Pensiunan tidur lebih lama dan bergerak lebih sedikit daripada yang masih bekerja. Itulah gambaran dari 728 orang di sepuluh negara Eropa yang memakai alat perekam gerak di paha selama delapan hari, siang dan malam. Alat itu mencatat ke mana 24 jam mereka pergi.

Temuan itu dilaporkan Mi Zhou, Dan Li, Ruirui Xing, Mingyue Zhang, Zhen Ji, Xiaomei Song, dan Hu Wang dalam artikel The association between retirement and 24-hour movement behaviour composition in older adults. Artikel tersebut terbit di BMC Public Health volume 26 tahun 2026.

Datanya berasal dari Survey of Health, Ageing and Retirement in Europe, survei panjang terhadap warga berusia 50 tahun ke atas. Pesertanya tinggal di Belgia, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Slovenia, Spanyol, dan Swedia. Usia rata-rata mereka 69,2 tahun, dan 42,4 persen adalah laki-laki.

Sebanyak 575 orang, atau 79,0 persen, sudah pensiun. Sisanya, 153 orang, belum. Kelompok yang belum pensiun ini mencakup mereka yang masih bekerja dan yang sedang menganggur, sedangkan ibu rumah tangga dan penyandang sakit menetap tidak diikutkan.

Para peneliti membagi sehari menjadi empat bagian. Ada tidur, ada waktu duduk dan berbaring saat terjaga, ada aktivitas ringan seperti berdiri dan berjalan pelan. Bagian keempat adalah aktivitas sedang hingga berat: berjalan cepat, berlari, bersepeda, dan naik tangga.

Keempatnya saling berebut jatah. Sehari hanya 24 jam, jadi tambahan waktu untuk satu kegiatan pasti mengurangi kegiatan lain. Karena itu, angka dalam penelitian ini dibaca sebagai porsi dari sehari, bukan sebagai perubahan yang berdiri sendiri.

Secara rata-rata, peserta menghabiskan 570,8 menit sehari untuk duduk dan berbaring, atau 39,6 persen dari sehari. Tidur memakan 514,8 menit dan aktivitas ringan 281,7 menit. Gerak sedang hingga berat hanya 53,3 menit, kurang dari satu jam.

Baca juga Sindrom Sirkadian Prediktor Kuat Gangguan Kognitif Lansia

Gerak Cepat Menyusut

Beda paling tajam ada pada gerak yang menguras tenaga. Porsi aktivitas sedang hingga berat pada pensiunan tercatat 2,87 persen dari sehari. Pada yang belum pensiun, porsinya 4,43 persen, padahal usia, kesehatan, pendidikan, dan negara asal kedua kelompok sudah diseimbangkan.

Dalam hitungan menit, itu kira-kira 41 menit berbanding 64 menit per hari. Selisihnya lebih dari dua puluh menit jalan cepat, bersepeda, atau naik tangga setiap hari. Pola ini muncul pada laki-laki maupun perempuan.

Waktu duduk dan berbaring bergeser lebih tipis. Pensiunan menghabiskan 41,40 persen dari sehari untuk itu, sedangkan yang belum pensiun 40,98 persen. Bedanya kira-kira 596 menit berbanding 590 menit, atau 9,9 jam berbanding 9,8 jam.

Aktivitas ringan tidak menunjukkan beda yang bermakna. Porsinya 18,23 persen pada pensiunan dan 20,71 persen pada yang belum pensiun, tetapi selisih itu tidak lolos uji statistik. Kegiatan ini mencakup berdiri, bergerak, dan berjalan pelan.

Sehari pensiunan dan yang belum pensiunSehari pensiunan dan yang belum pensiunSehari pensiunan dan yang belum pensiunPorsi dari 24 jam pada 728 orang di sepuluh negara EropaPensiunBelum pensiun2,87%4,43%Geraksedang-berat18,23%20,71%Aktivitas ringan41,40%40,98%Duduk danberbaring37,51%33,87%TidurBeda aktivitas ringan tidak bermakna secara statistik.
Sumber: Mi Zhou, Dan Li, Ruirui Xing, Mingyue Zhang, Zhen Ji, Xiaomei Song, dan Hu Wang, The association between retirement and 24-hour movement behaviour composition in older adults, BMC Public Health, 26, 2026. Grafik: Cekricek.id

Tidur Bertambah Panjang

Tidur justru membesar. Porsi tidur pensiunan 37,51 persen dari sehari, sedangkan yang belum pensiun 33,87 persen. Itu kira-kira 540 menit berbanding 488 menit, atau 9,0 jam berbanding 8,1 jam.

Tidur di sini dihitung sebagai rentang dari pertama kali terlelap sampai bangun terakhir. Jeda terjaga di tengahnya ikut masuk, dan waktu duduk atau berbaring hanya dihitung di luar rentang itu. Karena itu, sembilan jam tersebut bisa memuat waktu terjaga di tengah malam.

Tiga penelitian terdahulu yang memakai cara pandang 24 jam yang sama juga mencatat tidur bertambah setelah pensiun. Para peneliti menyebut temuan mereka sejalan dengan itu. Tidur, tulis mereka, bisa menjadi salah satu tujuan waktu yang tidak lagi dipakai untuk bekerja.

Lima Tahun Pertama

Tidak semua pensiunan sama. Mereka yang pensiun dalam lima tahun terakhir, 151 orang, punya susunan hari yang mirip dengan yang belum pensiun. Tidak satu pun dari empat bagian hari mereka berbeda secara bermakna.

Porsi gerak sedang hingga berat kelompok ini 3,98 persen. Kelompok belum pensiun dalam hitungan yang sama mencatat 4,55 persen. Selisih itu tidak lolos uji statistik, begitu pula porsi tidur mereka yang 36,88 persen berbanding 34,01 persen.

Perbedaan baru muncul setelah tahun kelima. Pada 117 orang yang pensiun 5–10 tahun lalu, porsi gerak cepat turun menjadi 3,20 persen, kira-kira 46 menit sehari. Yang belum pensiun mencatat sekitar 66 menit, sementara tidur kelompok ini naik ke 35,97 persen dari sehari.

Kelompok yang pensiun 10–20 tahun lalu, 173 orang, turun lagi ke 2,91 persen. Tidur mereka naik menjadi 38,06 persen dari sehari. Waktu duduk dan berbaring 40,89 persen, kira-kira 589 menit.

Gerak cepat menyusut seiring lama pensiunBelum pensiun: Porsi aktivitas sedang hingga berat dalam sehari +4,55%; Hingga 5 th: Porsi aktivitas sedang hingga berat dalam sehari +3,98%; 5-10 th: Porsi aktivitas sedang hingga berat dalam sehari +3,20%; 10-20 th: Porsi aktivitas sedang hingga berat dalam sehari +2,91%; Di atas 20 th: Porsi aktivitas sedang hingga berat dalam sehari +1,36%.Gerak cepat menyusut seiring lama pensiunPersen dari 24 jam, menurut lama pensiun1%2%3%4%5%0Belum pensiun4,55%Hingga 5 th3,98%5-10 th3,20%10-20 th2,91%Di atas 20 th1,36%Kelompok hingga 5 tahun tidak berbeda bermakna dari yang belumpensiun.
Sumber: Mi Zhou, Dan Li, Ruirui Xing, Mingyue Zhang, Zhen Ji, Xiaomei Song, dan Hu Wang, The association between retirement and 24-hour movement behaviour composition in older adults, BMC Public Health, 26, 2026. Grafik: Cekricek.id

Baca juga Separuh Lansia Pusat Warga Emas Klang Valley Menua Sehat

Setelah Dua Puluh Tahun

Pola paling berbeda terlihat pada 134 orang yang sudah pensiun lebih dari 20 tahun. Porsi gerak sedang hingga berat mereka tinggal 1,36 persen. Itu kira-kira 20 menit sehari, kurang dari sepertiga milik yang belum pensiun.

Tidur mereka mencapai 40,29 persen dari sehari, sekitar 580 menit atau 9,7 jam. Yang belum pensiun tidur sekitar 490 menit atau 8,2 jam. Waktu duduk dan berbaring ikut naik ke 42,03 persen, kira-kira 605 menit atau 10,1 jam.

Aktivitas ringan kelompok ini 16,32 persen, terendah di antara semua kelompok. Meski begitu, bedanya dengan yang belum pensiun tetap tidak bermakna secara statistik. Yang bergeser nyata hanya tiga bagian lain dari sehari.

Laki-laki dan Perempuan

Arah perubahannya serupa pada kedua jenis kelamin. Gerak sedang hingga berat lebih rendah pada pensiunan laki-laki, 2,67 persen berbanding 4,02 persen, maupun perempuan, 2,91 persen berbanding 4,65 persen. Yang berbeda adalah besarnya tambahan tidur, yang lebih besar pada laki-laki.

Laki-laki pensiunan tidur 39,00 persen dari sehari, sedangkan laki-laki yang belum pensiun 33,19 persen. Itu kira-kira 562 menit berbanding 478 menit, atau 9,4 jam berbanding 8,0 jam. Pada perempuan, angkanya 543 menit berbanding 507 menit.

Jarak itu melebar pada yang pensiun lebih dari 20 tahun. Laki-laki di kelompok ini tidur sekitar 605 menit, sedangkan laki-laki yang belum pensiun 453 menit. Pada perempuan, bedanya 570 menit berbanding 502 menit.

Untuk waktu duduk dan berbaring, kaitannya dengan pensiun hanya bermakna pada perempuan. Porsi duduk perempuan pensiunan 39,53 persen, sedangkan perempuan yang belum pensiun 38,51 persen. Pada laki-laki, kaitan itu tidak lolos uji statistik.

Dugaan Para Peneliti

Para peneliti menawarkan beberapa penjelasan, semuanya sebagai kemungkinan. Pensiun menghapus jadwal kerja dan kewajiban bangun pagi. Orang bisa bangun lebih siang, tidur malam lebih panjang, atau lebih sering tidur siang.

Pensiun juga menghapus gerak yang menempel pada pekerjaan dan perjalanan ke tempat kerja. Makin lama pensiun, kesempatan untuk kegiatan terstruktur bisa berkurang. Keikutsertaan dalam rutinitas kerja, sosial, dan komunitas dapat surut perlahan.

Soal beda laki-laki dan perempuan, dugaan mereka menyangkut rutinitas. Pensiun mungkin mencabut lebih banyak rutinitas berpusat kerja dari laki-laki. Perempuan lanjut usia mungkin tetap lebih banyak mengurus rumah dan merawat orang lain, sehingga hari mereka tetap berstruktur.

Dari situ lahir saran mereka. “Dukungan bagi perilaku gerak yang sehat sebaiknya tidak terbatas pada masa peralihan pensiun, tetapi diperluas ke masa pensiun selanjutnya,” tulis Mi Zhou, peneliti Adelaide University, bersama enam rekannya dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris. Masa awal pensiun mereka sebut sebagai kesempatan penting untuk intervensi.

Baca juga Kesenjangan SES Perlebar Risiko Disabilitas Lansia Kota

Batas Penelitian Ini

Ada keberatan yang diakui para peneliti sendiri. Mereka tidak tahu apakah beda itu lahir dari pensiun atau dari menua. Menurunnya kekuatan otot dan kapasitas aerobik bisa membatasi gerak berat, terutama pada yang sudah lama pensiun.

Alat perekam hanya dipakai pada satu gelombang survei. Akibatnya, penelitian ini tidak mengikuti orang yang sama sebelum dan sesudah pensiun. Yang dibandingkan adalah kelompok orang yang berbeda pada satu waktu, antara Oktober 2019 dan Maret 2020.

Keterbatasan lain ikut dicatat. Jenis pekerjaan sebelum pensiun tidak ikut diperhitungkan, dan pemakaian alat bersifat sukarela. Pesertanya pun hanya dari Eropa, sehingga hasilnya belum tentu berlaku di tempat lain.

Kategori pensiun juga longgar. Pensiun penuh, pensiun sebagian, dan pensiun dini masuk dalam satu kelompok. Waktu pensiun pun hanya terekam dua tahun sekali, sehingga lamanya pensiun bisa kurang tepat.

Angka yang Perlu Dicocokkan

Beberapa angka dalam naskah layak dicocokkan pembaca. Kelompok belum pensiun tampil dengan dua set angka. Tabel perbandingan umum mencatat gerak sedang hingga berat 4,43 persen dan tidur 33,87 persen, sedangkan tabel lama pensiun mencatat 4,55 persen dan 34,01 persen.

Naskah menyimpulkan pensiunan lebih banyak duduk. Namun, pada laki-laki, porsi duduk pensiunan justru tercatat lebih rendah, 42,18 persen berbanding 44,23 persen. Pada seluruh peserta, selisihnya pun hanya 0,42 poin persentase.

Satu lagi menyangkut laki-laki yang baru pensiun. Naskah menyebut kelompok lima tahun pertama mirip dengan yang belum pensiun, tetapi tabel laki-laki mencatat porsi tidur 41,81 persen berbanding 31,47 persen. Rentang ketidakpastiannya lebar, dari 33,54 sampai 54,96 persen.

Alat di paha itu pada akhirnya merekam hari yang bergeser pelan. Lima tahun pertama nyaris tak berubah, lalu gerak cepat menyusut dan tidur memanjang, paling jauh pada mereka yang sudah lebih dari dua dekade meninggalkan pekerjaan.

Bagikan

Baca Juga

Warga Asia Selatan di Hong Kong Nyaris Tak Punya Dokter Langganan
Tanaman Obat Flores dari Pesisir dan Gunung, Kebanyakan Direbus
Salah Takar Parasetamol Anak Australia Jarang Berujung Rusak Hati
Video Penyakit Ketinggian Paling Disukai Justru Kurang Bermutu
Antibiotik Mengiringi Satu dari Tujuh Anak Italia sejak Bayi
Berat Badan Ibu Sebelum Hamil Terbawa ke Tubuh Anak di Taiwan