Perceraian di Padang: 844 Kasus Ditangani, Mayoritas Gugatan dari Istri, Penyebab Paling Banyak karena Acara Reuni

Perceraian di Padang: 844 Kasus Ditangani, Mayoritas Gugatan dari Istri, Penyebab Paling Banyak karena Acara Reuni

Ilustrasi. [Canva]

Pengadilan Agama Kelas IA Padang telah menangani 844 kasus perceraian hingga pertengahan Juli 2023. Mayoritas kasus adalah gugatan dari pihak perempuan.

Cekricek.id, Padang - Pada pertengahan Juli 2023, Pengadilan Agama Kelas IA Padang telah menangani sebanyak 844 kasus perceraian di Padang. Menurut Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Padang, Nursal, dari total kasus tersebut, 630 kasus telah diputuskan, sementara sisanya masih dalam proses mediasi.

Nursal menjelaskan bahwa perselisihan dan faktor ekonomi menjadi penyumbang utama terjadinya perceraian. Dari 630 kasus yang telah diputuskan, 171 kasus adalah cerai talak dan 459 kasus cerai gugat. Ini menunjukkan bahwa hampir tiga kali lipat kasus perceraian adalah berdasarkan gugatan dari pihak perempuan.

Pengadilan Agama Padang berupaya menekan angka perceraian dengan melakukan mediasi pada setiap kasus, memberikan waktu 30 hari ditambah satu minggu.

Selain itu, Pengadilan Agama Padang juga telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menerapkan pola dengan membuat bahan ceramah terkait kehidupan berumah tangga di masjid dan Musala.

Nursal menambahkan, mereka juga menyarankan kepada Pemerintah Daerah melalui bagian hukum untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Eri Sanjaya, mengungkapkan fenomena kasus perceraian yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurutnya, banyak perempuan di Padang yang mengajukan perceraian ke pengadilan, dan salah satu penyebab awalnya adalah acara reuni.

Eri Sanjaya menegaskan bahwa fenomena ini dapat dilihat di kantor Pengadilan Agama Padang, di mana setiap hari kaum perempuan mengajukan perceraian.

Temukan berita Padang terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, budaya, sejarah, hiburan, dan gaya hidup hanya di Cekricek.id.

Baca Juga

Stasiun kereta api di Afdeeling Limapuluh Kota pada masa Hindia Belanda
Jejak Kereta Api Payakumbuh yang Nyaris Hilang
Dua pekerja berdiri di balik etalase kaca sebuah toko buku dengan rak penuh buku dan barang dagangan, foto berstempel September 1982
Elvis Syefrizal, Perantau Minang Pemilik Toko Buku KL
Sekelompok orang Sakai berdiri di sekitar pipa minyak Caltex di Kota Duri pada 1973
Perantau Minang di Duri dan Bayang-bayang PRRI
Hutan lebat menutupi perbukitan Sumatera Barat dengan permukiman dan sawah di kakinya
Hutan Nagari Sumbar dan Negara yang Berdiri Dua Kaki
Mini discussion Prodi PAI UNP tentang etika digital bersama Assoc Prof Derya Iner dari ISRA Academy Australia
Sikapi Isu Media Sosial Anak, Prodi PAI UNP Bedah Etika Digital Bersama Pakar Australia
Pelatihan produksi sabun cuci piring ramah lingkungan oleh UNP di Balairung Wali Nagari Sikabu
UNP Latih Warga Sikabu Produksi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan