- Ostosense memberi peringatan sebelum kantong stoma bocor
- Sensor kapasitif dan kecerdasan buatan di alat bekerja sebagai lapis pertama
- Sensor resistif menjadi cadangan apabila lapis pertama luput
Cekricek.id — Kantong stoma yang bocor di tengah perjalanan adalah kecemasan harian bagi pasien yang hidup dengan lubang buatan di dinding perut. Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) merancang sabuk medis bernama Ostosense yang memberi peringatan sebelum rembesan itu benar-benar terjadi.
Alat tersebut lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta. Tim diketuai Putri Eka Desintha, mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan, dengan pembimbing Ir. Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.
Ostosense bekerja dengan dua lapis pengaman. Lapis pertama berupa sensor kapasitif yang datanya diolah kecerdasan buatan di dalam alat itu sendiri untuk mengenali pola yang biasanya mendahului kebocoran. Lapis kedua adalah sensor resistif berbahan LIG yang berperan sebagai cadangan apabila lapis pertama luput.
“Inovasi ini menggabungkan sistem prediktif berbasis sensor kapasitif dan AI lokal dengan sistem fail-safe berbasis sensor resistif LIG. Dengan pendekatan ini, alat tidak hanya mendeteksi kebocoran yang sudah terjadi, tetapi juga mengenali pola risiko sebelum kebocoran terjadi sehingga pengguna dapat melakukan tindakan pencegahan lebih awal,” kata Putri, Kamis (1/10/2026), dalam keterangan tertulis UGM yang terbit sehari kemudian.
Dirancang Bersama Perawat Luka
Rancangan itu tidak disusun hanya di laboratorium. Tim berkonsultasi ke Griya Puspa Wound Care dan mendapat masukan dari perawat Indaryati, S.Kep., Ners., RN, WOC(ET)N.
Selisih waktu menjadi inti gagasannya. Alat yang baru memberi tanda setelah bocor hanya memberi tahu pasien bahwa bajunya sudah kotor. Alat yang memberi tanda lebih awal membuka kesempatan mengganti kantong di tempat yang layak.
Putri menyebut pekerjaan timnya belum selesai dan alat itu masih akan dikembangkan.
“Kami berharap Ostosense bisa terus dikembangkan agar nantinya dapat menjadi alat yang bermanfaat dan mudah digunakan, sekaligus membantu pasien dengan gangguan sistem pencernaan yang memerlukan pembuatan stoma,” ujarnya.
Baca juga: Aplikasi A-Time Catat Tekanan Darah dan Gula Warga Aceh Besar
Baca juga: Talenta AI Indonesia Dituntut Mampu Mengevaluasi Keluaran Mesin
Baca juga: Warga Yapsi Kini Bisa Cek Stok Obat Sebelum Berjalan ke Pustu















