- Laman Lerehfarma.id memuat ketersediaan obat, layanan kesehatan, dan kanal pengaduan warga
- Rancangannya berangkat dari survei tim di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan Distrik Yapsi
- Warga juga dilatih mengenali kondisi air bersih memakai indikator pH universal
Cekricek.id — Di Distrik Yapsi, menempuh jalan ke Puskesmas Pembantu lalu mendapati obatnya kosong adalah kerugian yang nyata. Sebuah laman kini dibuat untuk mencegahnya.
Platform bernama Lerehfarma.id itu diperkenalkan menurut keterangan tertulis Institut Teknologi Bandung, Kamis (01/10/2026), dalam kegiatan di Aula Kampung Purnawajati, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (26/09/2026).
Laman tersebut memuat informasi layanan dan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat, edukasi penyakit, data kesehatan, serta kanal pengaduan warga. Pesertanya tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi langsung mempraktikkan cara mengaksesnya.
Salah seorang tenaga kesehatan setempat, Suster Sinta, menyambutnya dari sisi yang paling praktis.
“Terima kasih telah dibuatkan web Lerehfarma. Jika obat kosong, warga bisa langsung tahu, tidak perlu jauh-jauh ke Pustu,” ujarnya.
Dari Survei Lapangan ke Layanan Daring
Anggota Tim Ekspedisi Patriot ITB Kluster Kesehatan, Cindy Avici Hutauruk, S.Farm., memaparkan hasil survei timnya di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan Distrik Yapsi. Temuan itulah yang menjadi dasar rancangan platform.
Diskusi hari itu sekaligus membuka persoalan yang selama ini dipendam, terutama soal ketersediaan obat di Pustu. Masukan warga dan tenaga kesehatan menjadi bahan perbaikan fungsi informasi dan mekanisme pengaduan di dalam laman.
Kegiatan tidak berhenti pada layar. Anggota tim lain, Ranip Fahmi, memberikan edukasi tentang penyakit yang paling sering mendera warga setempat: malaria, infeksi saluran pernapasan akut, dan skabies.
Pengalaman lapangan datang dari kader. Kader malaria Kampung Tabbeyan, Loes Lukma, menjelaskan bahwa para kader mendatangi rumah ke rumah untuk pencegahan dan penanganan malaria.
Kader malaria SP 6, Suharti, mengingatkan cara paling sederhana melindungi diri dari gigitan nyamuk: kelambu, losion antinyamuk, dan pakaian berlengan panjang, terutama menjelang petang.
Air bersih mendapat perhatian tersendiri. Tim melatih warga mengenali kondisi air memakai indikator pH universal, berangkat dari temuan keterbatasan sumber air di beberapa wilayah Distrik Yapsi.
Peserta kegiatan mencakup tenaga kesehatan, kader, karang taruna, dan anggota PKK dari Kampung Purnawajati dan Kampung Tabbeyan, yang diharapkan meneruskan pengetahuan itu ke keluarga masing-masing.
Teknologi tepat guna untuk layanan dasar juga muncul di ujung barat Indonesia, lewat aplikasi yang membantu warga Aceh Besar mencatat tekanan darah dan gula darah.
Di Papua Selatan, kampus menyasar sisi ekonomi lewat dorongan agar hasil tangkapan di Kumbe diolah dan dipasarkan. Sementara di ranah kebijakan kesehatan masyarakat, pakar kampus pernah mengurai enam cara menekan penularan Influenza A.















