Lapisan dari Limbah Sawit Tahan Susut Cabai di Gudang Lembap

A A

Ilustrasi cabai merah segar. [Foto: Wikimedia Commons]

  • Susut bobot cabai berlapis 12 persen, tanpa lapisan 21,5 persen
  • Pengujian berlangsung 15 hari pada kelembapan paling rendah 85 persen
  • Bahan lapisan berasal dari tandan kosong sawit, cangkang udang, dan kulit rambutan

Cekricek.id — Cabai merah yang disimpan 15 hari di ruang lembap kehilangan 21,5 persen bobotnya. Cabai yang lebih dulu dibalut lapisan tipis buatan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) hanya susut 12 persen, dan warnanya tetap merah sampai hari terakhir pengujian.

Lapisan itu berupa edible film, selaput yang aman dimakan dan menempel langsung pada kulit cabai. Bahannya tiga macam: kitosan dari cangkang udang, serat selulosa berukuran nano dari tandan kosong kelapa sawit sebagai penguat, dan ekstrak kulit rambutan.

“Kami memanfaatkan kitosan dari cangkang udang yang dikombinasikan dengan nanofiber selulosa dari limbah TKKS sebagai bahan penguat, serta ekstrak kulit rambutan yang kaya akan senyawa antioksidan dan antimikroba alami,” kata ketua tim Inggrid Auralya Sandy, mahasiswa D4 Kimia Terapan Fakultas Vokasi USU, dalam keterangan tertulis USU, Selasa (6/10/2026).

Meniru Gudang Setelah Banjir

Pengujian dirancang menyerupai keadaan sesudah banjir, ketika cabai terpaksa disimpan di tempat basah dan cepat busuk. Kelembapan ruang dijaga paling rendah 85 persen selama 15 hari.

Dari beberapa racikan yang dicoba di laboratorium, yang terbaik adalah lapisan dengan tambahan ekstrak kulit rambutan sebanyak 1 persen. Selain menahan susut bobot, lapisan tersebut menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk.

Dua dari tiga bahannya adalah limbah yang melimpah di Sumatera Utara dan belum banyak dimanfaatkan, yaitu tandan kosong sawit dan kulit rambutan.

Hasil ini masih berskala laboratorium. Keterangan USU belum memuat pengujian di gudang pedagang atau di jalur distribusi, juga belum menyebut biaya pembuatannya.

Penelitian dikerjakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta bersama Novaldo Imanuel Haloho, Crisya Lestari Siregar, dan anggota dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU, dengan pembimbing Juli Novita Sari, S.Si., M.Si.

“Tim kami juga berharap penelitian ini bisa mengantarkan kami ke PIMNAS 39 dan menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi,” ujar Inggrid.

Baca juga: Paving Block dari Cangkang Kerang dan Tulang Ikan Hemat Semen

Baca juga: Biochar Diuji di Lahan Bawang Merah Cirebon, Lanjut Musim Kedua

Baca juga: Banjir Bandang Sumatra Berulang karena Sisa Longsor Masih di Hulu

Bagikan

Baca Juga

Tempat Sampah Buatan UGM Memilah Sendiri dan Catat Merek Kemasan
Paving Block dari Cangkang Kerang dan Tulang Ikan Hemat Semen
Tomat Jadi Pembungkus Obat Sambiloto untuk Sel Kanker Payudara
Sensor Gempa Bawah Air Buatan UGM Diuji di Kedalaman 30 Meter
Kebun Sayur Vertikal dan Permainan Sehat di Gampong Cot Suruy
Warga Yapsi Kini Bisa Cek Stok Obat Sebelum Berjalan ke Pustu