Biochar Diuji di Lahan Bawang Merah Cirebon, Lanjut Musim Kedua

A A

Diskusi evaluasi uji coba biochar pada bawang merah Cirebon di IPB University. [Foto: IPB University]

  • Biochar dan compost tea diuji di lahan bawang merah petani Cirebon
  • Musim tanam kedua berlangsung di tiga lokasi dengan pengamatan November
  • Angka hasil panen musim pertama belum dimuat dalam keterangan IPB

Cekricek.id — Tanah yang ditanami bawang merah terus-menerus selama puluhan tahun kehilangan kesuburannya, dan petani menutup kekurangan itu dengan pupuk serta bahan kimia sintetis yang makin banyak. Di Cirebon, Jawa Barat, petani bersama IPB University mencoba jalan lain: biochar, arang hayati yang dicampurkan ke tanah, dan compost tea, cairan hasil seduhan kompos.

Uji coba musim tanam pertama sudah selesai dan dievaluasi dalam diskusi kelompok terpumpun pada 30 September sampai 2 Oktober 2026. IPB University mengerjakannya bersama lima lembaga pendidikan Belanda yang tergabung dalam Netherlands Knowledge House, yakni Saxion, Van Hall Larenstein, Aeres, The Hague University of Applied Sciences, dan MBO Rijnland.

Biochar dipilih karena dapat memperbaiki struktur tanah serta menambah kemampuan tanah menahan air dan hara. Persoalan yang hendak dijawab tidak berhenti di kesuburan. Residu bahan kimia dan risiko cemaran mikroba seperti E. coli dapat menghalangi hasil panen masuk ke pasar luar negeri.

Tiga Lahan Petani, Diamati November

Petani hortikultura Indonesia umumnya menggarap lahan terbuka yang sempit, sekitar 1.000 sampai 2.000 meter persegi. Karena itu percobaan dilakukan di lahan petani sendiri, bukan di kebun percobaan kampus.

Pada musim tanam kedua, penerapan dilakukan di tiga lokasi petani dengan luasan sekitar 300 meter persegi, dan pengamatan dijadwalkan pada minggu kedua November. EWINDO menyiapkan benih biji bawang merah, IPB University menyiapkan compost tea, sedangkan biochar disediakan IPB University bersama petani dan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS).

“FGD ini diharapkan menjadi pijakan kerja sama lanjutan antara IPB University, YBTS, dan asosiasi petani bawang merah di Cirebon. Dengan memadukan keahlian akademisi, mitra industri, dan pengalaman langsung petani, kolaborasi Indonesia-Belanda ini diarahkan untuk menghadirkan praktik hortikultura yang lebih sehat, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan,” kata Ketua Pelaksana Prof Eko Hari Purnomo dalam keterangan tertulis IPB University, Senin (5/10/2026).

Keterangan itu belum memuat angka hasil panen musim pertama, sehingga manfaat biochar bagi bawang merah Cirebon masih menunggu data musim berikutnya. Program ini didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Baca juga: Startup IPB Klaim Produktivitas Bawang Merah Naik 40 Persen

Baca juga: Petani Harus Jadi Subyek, Bukan Obyek Program Pertanian

Baca juga: Hutan Rusak Tak Pulih Hanya dengan Menanam, Kata Guru Besar UGM

Bagikan

Baca Juga

Tahu Nama Anak Bukan Tanda Boleh Menjemput, Kata Pakar IPB
Skrining Narkoba Lewat Pupil Mata Digagas Mahasiswa IPB
Ikan Kumbe Tak Cukup Ditangkap, Harus Diolah dan Dipasarkan
Petani Harus Jadi Subyek, Bukan Obyek Program Pertanian
Keluarga Pemilah Sampah Galuga Minta Pos Kesehatan Lebih Dulu
Mata Ikan Tuna yang Biasanya Dibuang Kini Jadi Camilan Manis