Terpidana Mati Ini Tinggalkan Pesan Mengerikan Sebelum Dieksekusi Mati

A A

Terpidana Mati Ini Tinggalkan Pesan yang Mengerikan Sebelum Dieksekusi Mati. [Ist]

Jermaine Cannon, seorang pembunuh di Death Row, dieksekusi setelah 28 tahun sejak pembunuhan brutalnya. Sebelum meninggal, ia meninggalkan pesan yang mengerikan.

Cekricek.id, Internasional- Jermaine Cannon, 51 tahun, yang telah brutal membunuh seorang wanita dengan pisau daging, dieksekusi melalui suntikan mematikan, di Oklahoma State Penitentiary.

Hanya dalam waktu 13 menit setelah injeksi, Cannon dinyatakan meninggal, namun dia meninggalkan pesan mengerikan dalam kata-kata terakhirnya, sambil menyatakan bahwa dia "diselamatkan" oleh Yesus.

Pembunuh ini telah berada di Death Row sejak tahun 1995 ketika dia membunuh Sharonda Clark, seorang ibu berusia 20 tahun yang tinggal di apartemen yang sama dengannya setelah ia kabur dari penjara.

Hukuman matinya berakhir dengan kematiannya lewat sungtikan, dan kata-kata terakhirnya mengungkapkan rasa "terima kasih" kepada Yesus dan Tuhan.

Kata-kata terakhir yang mengerikan dari Cannon adalah: "Ya, saya mengaku dengan mulut saya dan percaya dalam hati saya bahwa Tuhan telah membangkitkan Yesus dari kematian. Karena itu, saya diselamatkan. Terima kasih."

Sebelumnya, sang pembunuh yang mengerikan telah mendekam di balik jeruji selama satu setengah dekade karena brutalnya menganiaya seorang wanita yang diperkosanya, setelah menyerangnya dengan pemanggang roti, palu, dan setrika.

Wanita itu mengalami cedera permanen, sedangkan korban Sharonda dilaporkan hilang oleh keluarganya yang prihatin setelah dia tidak menjemput anak-anaknya dari taman bermain, seperti dilansir oleh LADBible.

Sharonda ditemukan tewas dengan tiga luka tusukan di lehernya setelah meninggal dalam apa yang dijelaskan oleh pihak berwenang pada saat itu sebagai "perjuangan keras".

Cannon akhirnya berhasil dilacak setelah serangan kejam itu, dengan pembunuh tersebut ditemukan di Flint, Michigan, di mana ia menginap bersama pamannya.

Dipercayai bahwa ibu pembunuh ini meyakinkannya untuk menyerahkan diri setelah polisi mengungkapkan bahwa Clark telah meninggal, sementara Cannon telah mengklaim hingga beberapa hari sebelum eksekusinya bahwa pembunuhan itu dilakukan dalam bentuk pembelaan diri.

Putri Clark berkata: "Rasa lega bagi keluarga saya, lega atas rasa sakit saudara perempuan saya, lega bagi nenek saya yang tidak sempat melihat hari ini."

Temukan berita Internasional terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, budaya, sejarah, hiburan, dan gaya hidup hanya di Cekricek.id.

Bagikan

Baca Juga

Debu Silika Melukai Paru 17 Persen Penambang Mineral di 26 Negara
Robert Downey Jr Kini Promosikan Kacamata AR Snap Specs
Harga Minyak Lebih Peka saat Bunga The Fed Turun di Luar Dugaan
Ibu yang Melahirkan Caesar di Bangladesh Lebih Sering Kegemukan
Trump Desak Zelenskyy Mau Buat Kesepakatan Damai dengan Rusia
Nigeria Temukan Kasus Ebola Pertama, Kenya Catat Kasus Kesembilan