Cekricek.id — Kapten Liverpool Virgil van Dijk menilai musim lalu adalah pencapaian yang tidak bisa diterima klubnya. Menurut keterangan tertulis Liverpool FC, Kamis (20/08/2026), bek tengah asal Belanda itu justru memakai kekecewaan tersebut sebagai bahan bakar menjelang laga pembuka Liga Primer Inggris 2026/2027 di markas Newcastle United.
Liverpool menutup musim 2025/2026 di peringkat kelima klasemen dengan raihan 60 poin. Hasil itu merosot tajam dibandingkan musim 2024/2025, ketika The Reds keluar sebagai juara Liga Primer Inggris.
Baca juga: Arteta: Saka dan Rice Siap Saat Arsenal Buka Musim
Kapten menolak berkubang pada musim lalu
“Bagi saya pribadi, sebagai pemain Liverpool, tahun lalu tidak bisa diterima. Tapi itu tahun lalu. Tahun ini kami punya kesempatan untuk membalikkannya, bersama para pendukung kami,” kata Van Dijk.
Ia menegaskan seluruh isi ruang ganti sudah memahami beratnya tantangan yang menunggu. “Kami semua tahu betapa sulitnya itu, tapi kalau Anda tidak siap menghadapi tantangan, berarti Anda berada di tempat yang salah. Yang saya rasakan saat ini, semua orang siap menghadapi tantangan itu. Mari kita lihat bagaimana kami menjalaninya,” ujarnya.
Van Dijk menolak anggapan bahwa timnya harus membuktikan sesuatu kepada pihak luar. “Saya benar-benar menantikan musim ini dan saya rasa kami tidak punya sesuatu yang harus dibuktikan kepada siapa pun,” katanya. “Kami harus menunjukkan seberapa besar kami peduli, seberapa besar kami ingin berjuang untuk lambang ini, dan juga menyadari betapa beruntungnya kami bisa bermain untuk Liverpool.”
Baca juga: Pelatih Manchester United Erik ten Hag Terima Sanksi Larangan Satu Pertandingan di Premier League
Awal era Andoni Iraola
Musim ini menjadi periode pertama Andoni Iraola menangani Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya menukangi AFC Bournemouth, dan Van Dijk mengaku terkesan dengan gaya main tim tersebut di bawah Iraola.
“Kalau Anda melihat Bournemouth tahun lalu, saya rasa mereka cukup menarik,” kata pemain bernomor punggung 4 itu. “Saya akan bilang, kalau kami terus bekerja, terus percaya, terus menunjukkan kualitas kami, tetap bugar, dan mudah-mudahan memenangi banyak pertandingan, maka kami bisa sangat bersemangat. Itu targetnya, itu yang kami perjuangkan, tapi kami semua tahu betapa sulitnya itu.”
Van Dijk juga mengingatkan rekan-rekannya soal tuntutan bermain di banyak ajang sekaligus. “Kami semua tahu betapa sulitnya bermain di Liga Primer, bermain di empat front. Tapi Anda harus merangkulnya. Anda harus menikmati perjalanannya,” ucapnya. “Kami semua sangat diberkati di sini dan kami harus terus melangkah dan menikmatinya. Itu yang akan saya lakukan, dan saya mendorong semua orang melakukan hal yang sama.”
Baca juga: Duel Kata-Kata Klopp vs Tindall: Drama di Samping Lapangan Liverpool vs Newcastle
Rekor bagus Liverpool atas Newcastle
Laga kompetitif perdana Iraola bersama Liverpool berlangsung di St. James’ Park pada Minggu (23/08/2026) pukul 16.30 waktu Inggris atau 22.30 WIB. Newcastle sendiri kini ditangani pelatih baru, Matthias Jaissle, yang selalu memenangi laga pertamanya di tiga klub sebelumnya bersama Liefering, Red Bull Salzburg, dan Al Ahli.
Berdasarkan data Opta yang dirilis Liverpool, The Reds tidak terkalahkan dalam 19 pertemuan Liga Primer Inggris terakhir melawan Newcastle dengan 14 kemenangan dan lima hasil imbang. Dalam sembilan lawatan terakhir ke St. James’ Park di kasta tertinggi, Liverpool menang enam kali dan imbang tiga kali.
Liverpool juga belum pernah kalah pada laga pembuka Liga Primer Inggris dalam 13 musim terakhir, dengan sepuluh kemenangan dan tiga hasil imbang, sejak takluk 0-3 dari West Bromwich Albion pada musim 2012/2013. Iraola pun tak pernah kalah dari Newcastle dalam enam pertemuan di Liga Primer Inggris semasa melatih Bournemouth, dengan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
















