Waspada, 4 Kebiasaan Buruk Ini Mengganggu Jam Kerja Tubuh Alias Body Clock

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering kita lakukan secara tidak sengaja ternyata dapat merusak jam kerja tubuh atau body clock.

Foto [Canva]

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering kita lakukan secara tidak sengaja ternyata dapat merusak jam kerja tubuh atau body clock.

Cekricek.id – Layaknya sebuah perusahaan, tentunya ada jam operasional kerja yang harus dipatuhi oleh para karyawannya. Ada saatnya para karyawan harus bekerja di hari kerja dan ada saatnya untuk libur mengistirahatkan diri.

Sama halnya dengan tubuh. Tubuh manusia memiliki jam operasional kerja yang biasa disebut sebagai body clock. Ada waktunya tubuh untuk istirahat dan ada waktunya untuk bekerja.

Sebelumnya, body clock disini adalah mekanisme kerja seluruh organ tubuh yang telah terstruktur dan terjadwal secara otomatis selama 24 jam. Selain itu, body clock ini akan terjadi berulang setiap harinya.

Contohnya adalah tubuh akan mendeteksi waktu kapan ia akan merasa ngantuk dan mengharuskan manusia untuk tidur. Saat proses tersebut, tubuh akan mengeluarkan hormone melatonin yang menyebabkan rasa kantuk.

Bukan hanya itu, tubuh juga akan bekerja untuk mendetoksifikasi racun dengan menghasikan hormone tertentu bahkan ketika manusia sedang tertidur.

Tubuh akan mendeteksi kapan ia mengeluarkan hormon-hormon di jam –jam tertentu siklus body clock. Selain itu, jam kerja tubuh ini akan menentukan siklus bagaimana tubuh bekerja didalam.

Banyak yang sedang melakukan program diet mengaku berat badannya tak kunjung turun meskipun sudah menjaga pola makan dan olahraga.

Selain itu, banyak juga yang mengeluh sering merasa kelelahan bahkan ketika ia tidak melakukan aktivitas yang berat.

Secara tidak sadar, hal tersebut terjadi karena rusaknya jam kerja tubuh oleh kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan. Ingin turun berat badan namun masih begadang menyebabkan jam kerja tubuh terganggu dan secara tidak langsung member sinyal yang salah kepada tubuh.

Seseorang yang sering begadang saat diet akan memberikan sinyal yang salah dan menyebabkan seseorang tersebut merasa lapar karena hormon yang dikeluarkan berbeda.

Kebiasaan Buruk Yang Merusak Body Clock

Lampiran Gambar

Beberapa kebiasaan ini wajib dihindari para netizen jika tidak ingin body clock atau jam kerja  tubuhnya terganggu dan malah menciptakan penyakit baru.

Kurang aktivitas di luar

Aktivitas luar ruangan dapat mengurangi tingkat stress manusia. Seseorang yang sering keluar akan merasakan energy yang lebih bervariasi dibandingkan sesorang yang setiap harinya hanya di dalam ruangan.

Beraktivitas di luar ruangan dapat mempengaruhi otak dan jam tubuh Anda. Itulah mengapa para ahli menyebutkan penting untuk menghabiskan waktu di luar ruangan di siang hari  setidaknya 2 jam per hari.

Pencahayaan rumah yang salah

Pencahayaan yang salah di dalam kamar dapat mempengaruhi hormone melatonin yang menyebabkan tubuh tertipu saat ingin mengeluarkan hormone tersebut.

Maksudnya di sini adalah, cahaya lampu kamar yang terlalu terang dapat membuat tubuh terhambat dalam mengeluarkan hormone yang menyebabkan rasa kantuk. Tubuh akan merasa bahwa cahaya yang terang tersebut menandakan manusia harus beraktivitas seperti siang hari.

Jika sudah seperti ini, manusia akan mengalami yang namanya insomnia dan punya jam tidur yang buruk. Itulah mengapa seseorang disarankan untuk memakai lampu tidur yang lumayan redup.

Terlalu sering makan

Di era modern, sebagian dari kita berjuang untuk tetap terjaga selama 18 jam sehari, dari jam 6 pagi hingga tengah malam.

Hal tersebut tentunya menyebabkan rasa lapar yang terus menerus karena tubuh memerlukan energy dari asupan kalori makanan. Tentunya hal tersebut akan sangat berbahaya bagi lambung karena tidak punya waktu istirahat. Untuk itu, manusia harus mengatur jam makannya misalnya dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam. Salah satunya manfaat dari pengaturan jam makan tersebut adalah orang cenderung mengonsumsi lebih sedikit makanan ringan olahan

Mereka akan mendapat berbagai manfaat kesehatan seperti  kehilangan sedikit lemak, kontrol gula darah yang lebih baik, dan mungkin juga mengurangi tekanan darah.

Kurang Gerak

Olahraga adalah faktor ketiga yang mempengaruhi jam kerja tubuh. Olahraga teratur dapat membantu menjaga jam tubuh kita tetap sesuai siklusnya.

Berolahraga di pagi hari dapat membantu seseorang untuk dapat tidur lebih awal dan terhindar dari insomnia.

Baca juga : Tips Diet, 8 Makanan Yang Ampuh Turunkan Berat Badan

Namun olahraga yang dilakukan berdekatan dengan jam tidur di malam hari tentunya tidak baik juga.

Baca berita terbaru dan terkini hari ini, seputar peristiwa, hukum, politik, ekonomi, olahraga, gaya hidup, hiburan, budaya, dan sejarah, hanya di Cekricek.id.

Baca Juga

OMAD: Apa Dampak Diet Satu Kali Makan Sehari pada Tubuh Kita?
OMAD: Apa Dampak Diet Satu Kali Makan Sehari pada Tubuh Kita?
Terapi Floatation-REST: Solusi Baru dalam Mengatasi Anoreksia Nervosa
Terapi Floatation-REST: Solusi Baru dalam Mengatasi Anoreksia Nervosa
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenangan yang kita lupakan mungkin tetap ada di otak kita, memberikan perspektif baru tentang proses belajar dan potensi pengobatan dementia.
Kenangan Terlupakan: Apakah Mereka Benar-Benar Hilang dari Otak Kita?
Peneliti di Philadelphia siap menguji kandungan buatan pada manusia, tetapi teknologi ini menimbulkan pertanyaan etika dan medis.
Peneliti Mengembangkan Rahim Buatan: Masa Depan Perawatan Bayi Prematur?
Penelitian terbaru menyoroti prevalensi gejala kesehatan mental pada pasien penyakit autoimun. Temuan mengejutkan ini menuntut perhatian klinis yang lebih mendalam.
Mengapa Pasien Penyakit Autoimun Perlu Perhatian Kesehatan Mental?
Seberapa akurat ingatan pertama kita dari masa kecil? Sebuah penelitian mencoba untuk menguju akurasi ingtan masa kecil dengan fokus pada peran emosi dan potensi terbentuknya ingatan palsu.
Kenangan Masa Kecil: Seberapa Akuratkah Ingatan Pertama Kita?