Limbah Pakaian Bekas Membanjiri Pantai Afrika

Gunung sampah yang terdiri dari limbah pakaian bekas ditemukan di tepi pantai Afrika. Hal itu disebut berasal dari impor luar negeri.

Gunung sampah yang terdiri dari limbah pakaian bekas ditemukan di tepi pantai Afrika. Hal itu disebut berasal dari impor luar negeri. [Foto: The Mirror]

Gunung sampah yang terdiri dari limbah pakaian bekas ditemukan di tepi pantai Afrika. Hal itu disebut berasal dari impor luar negeri.

Cekricek.id - Sebuah gunung sampah di salah satu kota di Afrika Barat baru-baru ini menghebohkan banyak orang. Pasalnya tumpukan sampah itu berasal dari limbah pakaian bekas hasil impor yang kemudian terdampar begitu saja di tepi pantai.

Sebut saja kota Accra di Ghana yang menjadi lokasi pemandangan yang tidak enak dipandang itu. Ribuan pakaian borongan yang tak layak pakai itu benar-benar terlihat memenuhi jalanan sepanjang tepian pantai.

Hal itu terlihat dari beberapa foto yang beredar yang menunjukkan betapa kumuhnya lingkungan tersebut karena tumpukan besar pakaian basah berserakan di atas pasir. Sebagian besar limbah yang ada di antaranya diperkirakan hasil impor dari Inggris dan negara-negara kaya lainnya.

Limbah Pakaian itu Berasal dari Barang Impor Tak Terpakai

Lampiran Gambar
Limbah Pakaian Bekas Membanjiri Pantai Afrika

Melansir The Mirror, menurut badan amal kelestarian lingkungan, WRAP, hampir sebanyak 70 persen pakaian limbah Inggris dari ritel dan sumbangan dikirim ke luar negeri (Ghana). Di antara negara-negara penyumbang, Amerika Serikat menempati posisi tinggi sebagai pengekspor terbesar ke seluruh dunia.

Sementara itu Ghana adalah rumah bagi industri pakaian bekas yang berkembang pesat. Pakaian-pakain itu dikirim dalam stok yang banyak untuk kemudian dijual kembali dan digunakan kembali oleh warga Ghana.

Namun, saat ini negara tersebut tampaknya sedang kesulitan berjuang untuk mengatasi banyaknya permintaan.

Hampir setengah dari semua pakaian yang dikirim ke negara itu dari wilayah barat namun tidak dapat dijual kembali. Sebab, setengah jumlah itu diterima dalam kondisi yang buruk. Borongan pakaian tersebut akhirnya hanya dianggap sebagai penyumbang utama polusi.

Satu foto baru-baru ini dari komunitas nelayan pesisir Jamestown di Accra menggambarkan skala masalah. Dia memperlihatkan seorang pria yang sedang berada diantara tumpukan sampah pakaian yang sudah mencemari pasir pantai.

Potret lainnya juga menampilkan hal serupa yang memamerkan benda-benda di bawah air yang diduga pakaian bekas itu. Itu artinya masalah polusi limbah pakaian itu sekarang sudah mempengaruhi darat dan laut.

Ini menggemakan pemandangan yang ditemukan di gurun Atacama Chili awal tahun ini, di mana banyak pakaian bekas terbentang sejauh mata memandang.

Gurun, yang diyakini oleh para ilmuwan sebagai gurun yang terkering di dunia ini adalah tempat pembuangan sampah terbesar lainnya dari seluruh dunia.

Di Inggris, pembeli membeli lebih banyak pakaian perorang daripada di tempat lain di Eropa. Yaikni berjumlah sekitar lima kali lebih banyak daripada catatan pembelian pakaian pada tahun 1980-an, melansir laporan parlemen Inggris 2019 oleh Komite Audit Lingkungan.

Baca juga: Pernah Muncul di Film Doraemon, Monster Loch Ness Ternyata Benar-benar Ada di Dunia Nyata

Selain itu, di dalam laporan yang sama, ada sekitar 300.000 ton pakaian telah dibuang ke TPA atau pembakaran pertahun.

Baca Juga

Bendera India berkibar
Modi Janji India Jadi Negara Maju 2047, Latih 10 Juta Anak Muda AI
Kepadatan lalu lintas di sebuah ruas jalan di Hanoi
Polisi Hanoi Terjunkan Drone Awasi Pelanggaran dan Kemacetan Lalu Lintas
Perahu terdampar di dasar sungai yang mengering
Sungai-Sungai Besar Eropa Susut ke Rekor Terendah Akibat Kekeringan
Pengungsi di tenda darurat
Uni Eropa Tambah 10,5 Juta Euro Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar
Suasana terkait proses pemilihan umum
Zambia Sempat Hentikan Penghitungan Suara Pemilu di Tengah Kekerasan
Seseorang mengenakan setelan jas
Presiden Korsel Lee Ajak Korut Akhiri Perang Korea di Hari Kemerdekaan