Sukiman Wirjosandjojo

Sukiman Wirjosandjojo adalah seorang tokoh Masyumi dan mantan Perdana Menteri Indonesia yang memimpin Kabinet Sukiman.

Sukiman Wirjosandjojo. [Foto: Istimewa]

Siapa Sukiman Wirjosandjojo?

Sukiman Wirjosandjojo adalah seorang tokoh Masyumi dan mantan Perdana Menteri Indonesia yang memimpin Kabinet Sukiman.

Laki-laki yang menjadi Perdana Menteri pada 27 April 1951—3 April 1952 ini, lahir di Sewu, Solo pada 1898. Ia adalah adik dari tokoh pendiri Jong Java, yaitu Satiman Wirjosandjojo.

Sukiman adalah seorang dokter lulusan STOVIA, yang kemudian melanjutkan pendidikan kesehatannya di Universitas Amsterdam.

Dan ketika kembali ke Indonesia, ia memutuskan untuk membuka praktik dokter di Yogyakarta. Meskipun ia adalah seorang dokter, ia juga memiliki ketertarikan dengan isu-isu sosial, politik, dan kebudayaan.

Dalam bidang politik, ia pernah bergabung dengan Partai Sarekat Islam (PSI) dan bertemu dengan HOS Cokroaminoto dan Haji Agus Salim. Kemudian bersama dengan Haji Agus Salim, ia mengubah partai tersebut menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Sukiman yang bercita-cita ingin mendirikan partai politik Islam yang besar dan berpengaruh, pada 1930 memutuskan keluar dari PSII dan mendirikan partai baru bersama dengan Surjopranoto, yaitu Partai Islam Indonesia (Parii), yang bertahan sampai dengan 1935.

Sebelum menjadi Perdana Menteri Indonesia yang ke-6, ia pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Mantan Perdana Menteri ini wafat pada 1974.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi tumpukan koran berbahasa Melayu ejaan lama era 1920-an di atas meja kayu
Ketika Haji Merah Menyerang Muhammadiyah dari Mimbar dan Koran
Ilustrasi batu nisan kuno berukir sulur rapat di kompleks makam tua
Satu-satunya Nisan Bertulis di Lombok Menyebut Angka Tahun 1729
Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat