UEFA, CONMEBOL, dan AFC Teken Surat Terbuka, Kecam “Penipuan” di Puncak FIFA

Tribun stadion sepak bola menjelang pertandingan

Ilustrasi stadion sepak bola. [Foto: Pexels/Adera Wilson]

Cekricek.id — Krisis di puncak FIFA memasuki babak baru. UEFA, CONMEBOL, dan AFC — konfederasi sepak bola Eropa, Amerika Selatan, dan Asia — menandatangani surat terbuka yang mengecam “penipuan” serta “pelanggaran kepercayaan yang mendasar” di tubuh federasi sepak bola dunia itu, Senin (10/8/2026). Sasaran kritiknya adalah Presiden FIFA Gianni Infantino, menyusul kisruh rencana penjualan kepentingan Piala Dunia kepada investor swasta yang akhirnya batal.

Dikutip dari Sky Sports, Senin (10/8/2026), surat bersama tiga konfederasi itu menilai sampai hari ini tidak pernah ada pengakuan kesalahan dari pucuk pimpinan FIFA atas rencana tersebut. “Tetap tidak ada pengakuan bahwa upaya menjual kepentingan dalam Piala Dunia FIFA merupakan kegagalan penilaian yang serius,” tulis ketiga konfederasi dalam surat itu.

Baca juga: FIFA Serang Balik Kampanye Penggulingan Infantino

Bagian lain surat itu menohok langsung cara Infantino memimpin organisasi yang dipegangnya sejak 2016. “Ini bukan tindakan seorang penjaga permainan, melainkan tindakan orang yang meyakini bahwa permainan ini tunduk kepadanya,” demikian bunyi surat tersebut.

Ancaman Boikot UEFA Tetap Berlaku

Pangkal keretakan ini adalah rencana Infantino menjual kepentingan dalam Piala Dunia — turnamen paling bergengsi milik FIFA — kepada investor swasta. Proposal itu menuai penolakan keras sejak awal, dengan UEFA berdiri paling depan di barisan penentang, sampai akhirnya dibatalkan. Pembatalan tersebut rupanya tidak serta-merta meredakan ketegangan; surat terbuka Senin ini justru memperlihatkan luka lamanya belum menutup.

UEFA, yang menaungi 55 federasi sepak bola Eropa, sebelumnya sudah melontarkan ancaman boikot kompetisi FIFA sebagai bentuk perlawanan. Lewat surat terbuka terbaru, konfederasi itu menegaskan ancaman tersebut tetap berlaku selama Infantino masih menduduki jabatannya.

Baca juga: Presiden LaLiga Tebas Sebut Era Infantino Sudah Berakhir

Tekanan bertambah setelah UEFA mengungkap adanya “pembayaran kepergian” kepada seorang mantan pegawai perempuan yang disebut pernah menjalin hubungan dengan Infantino semasa ia menjabat sekretaris jenderal UEFA pada 2009-2016. “Pembayaran itu sesuai dengan peraturan yang saat itu berlaku bagi staf yang meninggalkan organisasi,” demikian penjelasan UEFA mengenai pencairan dana tersebut.

FIFA tidak tinggal diam membela presidennya. Dalam pernyataan resmi, organisasi itu menegaskan Infantino “membantah keras tuduhan-tuduhan yang sama sekali tidak benar itu”. Pernyataan yang sama sekaligus menonjolkan rekam jejak panjang sang presiden di dunia sepak bola. “Presiden FIFA telah mengabdikan lebih dari 30 tahun kehidupan profesionalnya untuk sepak bola Eropa dan dunia,” tulis FIFA.

Baca juga: Infantino Bantah UEFA Bayar Pesangon ke Perempuan Itu

Keikutsertaan CONMEBOL — rumah bagi Brasil dan Argentina — serta AFC memberi bobot tersendiri pada surat itu. Kecaman kini datang dari tiga di antara enam konfederasi anggota FIFA, termasuk konfederasi yang menaungi federasi-federasi sepak bola Asia, dengan PSSI salah satu anggotanya. Perseteruan antara Infantino dan para penentangnya pun resmi melebar dari Eropa ke dua benua lain, tepat ketika sepak bola dunia bersiap memasuki musim kompetisi yang baru.

Baca Juga

Asap dan api membakar kawasan hutan
Kebakaran Hutan British Columbia Menelan Korban Jiwa, 20 Ribu Warga Diperintahkan Mengungsi
Deretan bendera berkibar di depan kantor PBB Jenewa
Negarawan Uganda Olara Otunnu Masuk Bursa Sekjen PBB Pengganti Guterres
Gedung parlemen bergaya arsitektur klasik
Parlemen Turki Mulai Bahas RUU Amnesti Bersyarat bagi Ribuan Milisi PKK
Pesawat nirawak mengudara dengan baling-baling berputar
Drone Ukraina Serang Kota Kilang Minyak Nizhnekamsk, Otoritas Rusia Sebut 12 Tewas
Ilustrasi planet Bumi dilihat dari antariksa
Aliran Besi Cair di Bawah Pasifik Berbalik Arah pada 2010, Terekam Satelit Swarm
Ilustrasi atlet bola basket kursi roda saat berlatih
Hanya 11,6 Persen Penyandang Disabilitas Berolahraga, Kemenpora Cetak Penggerak Baru