Cekricek.id — FIFA melancarkan serangan balik terhadap apa yang disebutnya sebagai "upaya terkoordinasi dan berkelanjutan" untuk melemahkan organisasi itu beserta presidennya, Gianni Infantino.
Mengutip BBC Sport, Minggu (9/8/2026), pernyataan tersebut keluar menyusul laporan Daily Telegraph yang menyebut perempuan yang diduga menjalin hubungan dengan Infantino menerima pesangon dari UEFA, setelah ia berselingkuh saat menjabat Sekretaris Jenderal badan sepak bola Eropa itu.
"Spekulasi Bukan Fakta"
Juru bicara FIFA sebelumnya menyatakan kepada Telegraph bahwa Infantino "membantah keras" tuduhan tersebut dan menyebutnya "sama sekali tidak benar". Kini FIFA sendiri turun tangan, mengecam apa yang disebutnya sebagai "pernyataan tanpa dasar dan klaim yang jelas-jelas keliru", seraya menambahkan bahwa "spekulasi dan sindiran tidak boleh disajikan sebagai fakta".
"Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh Asosiasi Anggota FIFA dan terus menjalankan mandat dari mereka," bunyi pernyataan FIFA yang dirilis Sabtu. "Makin terlihat jelas ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sebagian pihak untuk melemahkan FIFA dan presidennya."
"Mereka yang tidak memiliki dukungan asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berupaya mencapai lewat tuduhan, sindiran, atau misinformasi apa yang tidak bisa mereka capai melalui proses demokratis FIFA yang sudah mapan," lanjut pernyataan itu.
Akar Persoalan: Rencana FFE
Tekanan terhadap Infantino sesungguhnya berakar pada perkara lain: proposal Fifa Forward Enterprise atau FFE yang akhirnya dibatalkan. Rencana itu akan membentuk perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan penjualan tiket, dengan 21 persen sahamnya dilepas kepada sebuah perusahaan investasi swasta.
UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan kepada Infantino. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, bahkan secara terbuka meminta pria berkewarganegaraan Swiss-Italia itu mundur pada Jumat. Badan sepak bola Eropa tersebut menegaskan ancaman memboikot ajang-ajang FIFA masih berlaku, karena jaminan bahwa rencana FFE tidak akan dihidupkan kembali belum juga mereka terima.
Infantino memanggil para anggota dewan manajemen FIFA ke pertemuan di Rabat, Maroko, pada Rabu. FIFA lalu merilis pernyataan atas nama Infantino dan Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom yang meminta maaf atas proposal FFE, sekaligus menyatakan organisasi itu "tidak akan lagi menoleransi serangan apa pun terhadap integritas, tata kelola yang baik, dan proses yang semestinya".
Pernyataan terbaru pada Sabtu malam bernada serupa. "Perubahan pasti menantang kepentingan yang sudah mapan, tetapi ketidaksetujuan terhadap perubahan itu tidak bisa membenarkan upaya melemahkan mandat demokratis Presiden FIFA maupun institusi yang ia pimpin," tulis FIFA. "FIFA menyambut pengawasan yang sah. Tetapi pengawasan bukan lisensi untuk memutarbalikkan fakta."
Eropa Sendirian
Yang menarik dari krisis ini adalah peta dukungannya. Penentangan terhadap Infantino sebagian besar datang dari Eropa, sementara konfederasi lain justru merapat.
Federasi Sepak Bola Meksiko keluar dari barisan konfederasinya, Concacaf, dengan menyatakan dukungan kepada Infantino. Sikap itu menggemakan pernyataan Conmebol, badan sepak bola Amerika Selatan, yang menolak setiap upaya menyingkirkan Infantino tanpa pemungutan suara yang melibatkan seluruh 211 negara anggota FIFA. Infantino juga mendapat dukungan bulat dari 54 negara anggota Confederation of African Football.
Angka 211 itulah kunci persoalannya. Selama aturan main mensyaratkan suara seluruh anggota, tekanan dari Eropa saja tidak cukup untuk menggeser seorang presiden FIFA — betapapun keras suaranya. Perkara ini merupakan kelanjutan langsung dari laporan yang sebelumnya membuat Infantino membantah adanya pesangon dari UEFA.




















