Cekricek.id — Hampir tiga perempat wilayah Inggris kini berstatus kekeringan. Pemerintah Britania Raya mengumumkan angka itu pada Senin (10/8/2026) sambil menyoroti dampak cuaca kering berkepanjangan terhadap pertanian, pasokan air bersih, dan satwa liar.
Sebanyak 71,3 persen wilayah negara itu mengalami kekeringan kilat, yakni kekeringan yang berkembang cepat akibat gabungan curah hujan sangat rendah dan suhu tinggi. Pembaruan terakhir menempatkan 45 juta orang di dalam zona kekeringan, dengan 27 juta di antaranya hidup di bawah pembatasan pemakaian air. Total penduduk Britania Raya diperkirakan 69,3 juta jiwa.
Juli Terkering dalam Catatan
Dikutip dari Al Arabiya English, Senin (10/8/2026), Britania Raya sedang dilanda gelombang panas kelima sepanjang tahun ini. Inggris dan Wales mencatat Juli terkering dalam 190 tahun berdasarkan angka sementara, sementara wilayah tenggara Inggris hanya menerima satu persen dari curah hujan rata-rata bulan tersebut.
Mengutip Euronews, badan cuaca Met Office menyatakan Inggris dan Wales sama-sama mencatat Juli terkering sepanjang sejarah pencatatan, dengan curah hujan Inggris hanya 10 persen dari rata-rata jangka panjangnya. Ini merupakan kekeringan ketiga yang dialami Britania Raya dalam lima tahun.
Kementerian Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan menyebut kondisi memburuk setelah Agustus dibuka dengan cuaca kering. Sebagian Midlands tengah dan Inggris timur laut menyusul kawasan lain yang lebih dulu berstatus kering, sehingga seluruh wilayah negara itu kini mengalami tekanan pada sumber daya airnya dan tidak ada satu pun yang berstatus normal.
Baca juga: Dampak Penambangan Bitcoin Terhadap Krisis Air, Begini Analisis dan Solusi
Larangan Selang Air dan Waduk Petani
Pemerintah memberlakukan pembatasan irigasi bagi petani serta larangan penggunaan selang air di sejumlah kawasan. Petani yang menghadapi hasil panen rendah memperingatkan kemungkinan kelangkaan pangan, sementara taman dan lapangan yang biasanya hijau pada periode ini berubah kuning dan gersang.
Menteri Air Britania Raya Emma Hardy menyatakan pemerintah menambah dukungan bagi sektor yang paling tertekan. “Kami tahu betapa beratnya musim panas kali ini,” kata Hardy. “Kami meningkatkan dukungan kami, termasuk mengupayakan agar petani lebih mudah membangun lebih banyak waduk irigasi di lahan mereka sendiri.”
Tony Grayling dari Environment Agency, yang memimpin National Drought Group, menyoroti dampak yang tidak berhenti pada musim ini. “Kami tahu cuaca panas dan kering ini benar-benar memukul pertanian, dan akan ada dampak berkepanjangan pada lingkungan kami,” ujarnya.
Burung, Amfibi, dan Ikan Air Tawar
Muka air sungai, waduk, dan air tanah terus menurun, dan pemerintah menyatakan cuaca panas serta kering yang berlanjut menaikkan risiko . Panas tahun ini juga sudah memakan korban jiwa: otoritas kesehatan Britania Raya bulan lalu memperkirakan 2.877 orang meninggal karena sebab yang berkaitan dengan panas sepanjang 2026.
Baca juga: Kebakaran Hutan British Columbia Menelan Korban Jiwa, 20 Ribu Warga Diperintahkan Mengungsi
Dampaknya tidak berhenti pada manusia dan lahan pertanian. Pemerintah menyebut panas berkepanjangan memukul burung yang sedang berbiak, amfibi, serta stok ikan air tawar, yang semuanya bergantung pada air permukaan yang kini menyusut.
Peringatan cuaca kering dan berikutnya sudah dikeluarkan, dengan suhu diperkirakan mencapai pertengahan 30 derajat Celsius di sejumlah tempat. Pemerintah belum mengumumkan pembatasan baru yang lebih luas maupun tenggat pencabutan aturan yang sedang berjalan.




















