Corong Magnet Saturnus Melenceng ke Sisi Sore, Terbaca dari Data Cassini 2004–2010

Ilustrasi planet Saturnus dan cincinnya

Ilustrasi planet Saturnus. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Corong magnetik yang menjadi pintu masuk partikel angin surya ke atmosfer Saturnus ternyata tidak berada di dekat titik tengah hari seperti di Bumi. Data wahana Cassini menunjukkan corong itu bergeser jauh ke sisi sore planet, rata-rata pada pukul 13.00 hingga 15.00 waktu lokal Saturnus.

Dikutip dari ScienceDaily, Senin (10/8/2026), temuan yang diumumkan Lancaster University itu berasal dari pengamatan Cassini sepanjang 2004 sampai 2010. Wahana milik NASA, ESA, dan Badan Antariksa Italia tersebut mengitari Saturnus dari 2004 hingga menutup misinya pada 2017.

Corong yang Melenceng sampai Pukul 20.00

Cusp adalah celah berbentuk corong di dekat kutub planet, tempat garis medan magnet terbuka ke ruang antarplanet. Lewat celah itu partikel bermuatan dari angin surya menerobos masuk. Di Bumi, corong tersebut berada di sekitar tengah hari waktu lokal.

Di Saturnus, posisinya berbeda. Rata-rata corong itu duduk antara pukul 13.00 dan 15.00 waktu lokal, dan pada sejumlah kesempatan bergeser sampai sekitar pukul 20.00 — sudah masuk sisi malam planet. Satu hari di Saturnus hanya berlangsung sekitar 10,7 jam, jauh lebih singkat daripada 24 jam di Bumi, dan perputaran cepat itu ikut membentuk bentuk selubung magnetnya.

“Hasil ini memungkinkan kami melangkah maju dengan teori baru yang lebih baik tentang bagaimana magnetosfer planet berinteraksi dengan angin surya,” kata Licia Ray, peneliti di Lancaster University.

Saturnus memiliki medan magnet yang jauh lebih besar daripada medan magnet Bumi dan hampir sejajar dengan sumbu putarnya — susunan yang tidak dijumpai pada planet lain di Tata Surya. Selubung magnet itu menahan sebagian besar angin surya, aliran partikel bermuatan yang terus-menerus dilontarkan Matahari.

Kaitannya dengan Aurora dan Rekoneksi Magnetik

Letak corong menentukan di mana proses rekoneksi magnetik berlangsung, yaitu peristiwa ledakan yang menyambung ulang garis medan magnet dan melontarkan partikel hingga berenergi kiloelektronvolt atau lebih. Proses itu pula yang menyalakan aurora terang di kutub Saturnus.

“Khususnya, letak cusp di sisi sore punya implikasi pada cara kami menafsirkan aurora terang Saturnus dan pada perkiraan di mana rekoneksi magnetik, proses ledakan yang mempercepat partikel hingga energi sangat tinggi, terjadi,” ujar Ray.

Rentang data yang dipakai berhenti pada 2010, sementara Cassini masih bekerja tujuh tahun sesudahnya. Kesimpulan tentang posisi rata-rata corong itu karena itu bersandar pada potongan awal misi, bukan pada seluruh rekaman yang tersedia — dan pengujian lanjutannya menunggu wahana berikutnya yang mengunjungi planet bercincin tersebut.

Pergeseran corong ke sisi sore itu mengubah perkiraan tentang di titik mana partikel angin surya paling banyak menerobos masuk. Model magnetosfer planet raksasa selama ini sebagian besar dibangun dari pemahaman tentang Bumi, dan penempatan corong di dekat tengah hari adalah salah satu asumsi yang ikut terbawa.

Laporan Ilmiahnya

Analisis itu ditulis Y. Xu bersama Z. H. Yao, C. S. Arridge, S. V. Badman, dan L. C. Ray dari Lancaster University serta sejumlah peneliti lain, lewat artikel Dawn-dusk Asymmetrical Distribution of Saturn's Cusp dalam jurnal Nature Communications volume 17 nomor 1, pada 2026.

Cassini menghabiskan 13 tahun mengorbit Saturnus sebelum sengaja dijatuhkan ke atmosfer planet itu pada 2017 agar tidak mencemari bulan-bulannya. Arsip datanya masih terus dibongkar peneliti tata surya sampai sekarang, dan pengukuran medan magnet dari dekat semacam ini belum tergantikan oleh misi mana pun.

Baca juga: Aliran Besi Cair di Bawah Pasifik Berbalik Arah pada 2010, Terekam Satelit Swarm

Baca Juga

Pecahan batuan dan mineral ditata di atas permukaan putih
Meteorit yang Menembus Atap Rumah di New Jersey Simpan Jejak Air Asin Purba
Ilustrasi planet Bumi dilihat dari antariksa
Aliran Besi Cair di Bawah Pasifik Berbalik Arah pada 2010, Terekam Satelit Swarm
Gerhana matahari terlihat di langit
Telefonica Perkuat 2.756 Titik Jaringan Jelang Gerhana Matahari Total di Spanyol
Ilustrasi lengkung cakrawala Mars berwarna jingga kemerahan dengan pijaran aurora hijau keunguan di atasnya dan latar angkasa berbintang
Aurora Mars Ternyata Lahir dari Mekanisme Mirip Bumi
Citra beresolusi tertinggi permukaan Matahari memperlihatkan granula dan struktur berumbai yang berpusar
Pusaran Plasma Mungil di Permukaan Matahari Terungkap
Ilustrasi robot anjing yang direncanakan menjaga stasiun riset Bulan milik China
Robot Anjing Disiapkan Jaga Stasiun Riset Bulan China