Cekricek.id — Persib Bandung meminjamkan bek tengah Al Hamra Hehanussa ke Garudayaksa FC untuk satu musim penuh. Peminjaman itu berlaku sepanjang musim 2026/27, tepat ketika kedua klub merampungkan persiapan menuju Super League yang bergulir mulai 4 September 2026.
Dikutip dari laman resmi Liga Indonesia Baru, Selasa (11/8/2026), keputusan itu diambil supaya Hamra memperoleh menit bermain yang memadai di level tertinggi kompetisi Indonesia. Persib menegaskan status peminjaman tidak berkaitan dengan penurunan penilaian terhadap kemampuan pemain.
Alasan Persib Melepas Sementara
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut langkah itu murni soal ruang berkembang.
“Peminjaman Hamra bukan karena kami kehilangan kepercayaan terhadap kemampuannya. Justru kami ingin memastikan dia mendapatkan ruang untuk terus berkembang dan memperoleh menit bermain yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai pemain,” kata Adhitia.
Ia menambahkan bahwa pola serupa pernah ditempuh klub pada musim sebelumnya, ketika Hamra dikirim ke Persik Kediri. “Seperti ketika dipinjamkan ke Persik musim lalu, kami berharap kesempatan bermain bersama Garudayaksa FC dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi Hamra. Terpenting adalah dia tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang, menjaga ritme kompetitif, dan terus meningkatkan kualitasnya,” ujar Adhitia.
Lini Belakang Maung Bandung Sudah Padat
Persaingan di jantung pertahanan Persib memang sesak. Pelatih memiliki Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Gabriel Mutombo sebagai pilihan berpengalaman, ditambah Kakang Rudianto dari jalur lokal. Komposisi itu bertambah rapat setelah klub merekrut bek asal Kroasia, Danijel Loncar, pada awal Agustus.
Dengan lima nama di satu posisi, peluang Hamra untuk tampil reguler mengecil. Persib sendiri menghadapi musim yang padat karena harus membagi kekuatan ke beberapa kompetisi sekaligus, sehingga rotasi pemain menjadi pertimbangan penting dalam menyusun skuad.
Hamra dikenal sebagai bek dengan gaya bermain langsung, disiplin menjaga posisi, dan pekerja keras. Meski kerap berstatus pelapis di Persib, penampilannya dinilai stabil setiap kali dipercaya turun pada laga-laga penting.
Beban Persib pada musim ini memang tidak ringan. Selain Super League, Maung Bandung juga terdaftar di AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship Shopee Cup. Jadwal ganda semacam itu menuntut skuad yang dalam, tetapi sekaligus membuat sebagian pemain harus bersaing lebih keras untuk sekadar masuk daftar susunan pemain.
Garudayaksa Terus Menambah Amunisi
Bagi Garudayaksa FC, kedatangan Hamra melengkapi rangkaian rekrutan yang dilakukan klub promosi tersebut sepanjang bursa. Sebelumnya, klub itu memboyong bek asal Brasil, Paulo Ricardo, dari Persija Jakarta. Mereka juga mendatangkan gelandang Jepang Ryo Matsumura, kiper Slovakia Dominik Holec, dan pemain asal Niger Najeeb Yakubu.
Kehadiran bek lokal berpengalaman seperti Hamra memberi keseimbangan pada skuad yang mulai dipenuhi legiun asing. Sebagai tim yang baru naik kasta, Garudayaksa membutuhkan pemain yang sudah memahami tempo dan tekanan kompetisi tertinggi Indonesia.
Pola peminjaman pemain muda dan pelapis ke klub yang membutuhkan menit bermain bukan hal baru di kompetisi Indonesia. Bagi klub induk, cara itu menjaga aset tetap terasah tanpa harus melepasnya permanen; bagi klub penerima, biayanya lebih ringan dibanding merekrut pemain dengan status permanen.
Bursa transfer Super League 2026/27 sendiri masih terbuka, dan sejumlah klub terus menyesuaikan komposisi skuadnya menjelang pekan pertama, termasuk Bhayangkara Presisi Lampung FC yang merekrut gelandang Argentina Mauricio Vera. Hamra akan menjalani sisa persiapan bersama tim barunya sebelum kompetisi resmi dimulai pada awal September.





















