Cekricek.id — Gelandang serang Teji Savanier resmi menjadi pemain FC Metz. Klub Prancis itu mengumumkan kedatangan pemain berusia 34 tahun tersebut pada Senin (10/8/2026), mengakhiri kebersamaan panjang Savanier dengan Montpellier yang berjalan sejak 2019.
Dikutip dari Maxifoot, Senin (10/8/2026), Savanier meneken kontrak sampai Juni 2027 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Metz berkompetisi di Ligue 2, kasta kedua sepak bola Prancis, pada musim 2026/2027.
Presiden Metz Sambut Pemain Berpengalaman
Presiden FC Metz, Bernard Serin, menyambut kedatangan pemain yang sudah dikenal luas di sepak bola Prancis itu. “On n’a presque pas besoin de presenter Teji Savanier tellement vous le connaissez tous. C’est un plaisir de renforcer l’equipe avec un joueur d’une telle qualite,” kata Serin.
Terjemahannya, Serin menyebut Savanier nyaris tidak perlu diperkenalkan lagi karena semua orang sudah mengenalnya, dan ia menyatakan senang bisa memperkuat tim dengan pemain berkualitas seperti itu.
Savanier dikenal sebagai spesialis bola mati dan pengatur serangan. Sepanjang kariernya di Montpellier ia menjadi salah satu wajah utama klub tersebut, sebelum akhirnya berpisah pada musim panas ini. Kepindahannya menjadi salah satu perekrutan paling menonjol di kompetisi kasta kedua Prancis pada bursa kali ini.
Baca juga: Resmi ke Como, Trevoh Chalobah Akhiri 18 Tahun Bersama Chelsea
Menolak Ligue 1 dan Arab Saudi
Savanier mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Metz berlangsung sekitar sepekan sebelum kesepakatan tercapai, dan percakapan dengan presiden klub yang membuatnya yakin.
“On en a parle avec le president il y a une semaine environ. J’ai eu une discussion avec lui, il m’a parle du club comme si c’etait ma famille, et il m’a touche. Plusieurs clubs de Ligue 1 et en Arabie saoudite se sont renseignes, mais si tu ne te sens pas bien quelque part, ce n’est pas bon d’y signer,” kata Savanier.
Artinya, ia dan presiden Metz berbicara sekitar sepekan sebelumnya. Sang presiden berbicara tentang klub seolah-olah itu keluarganya sendiri, dan hal itu menyentuhnya. Savanier menambahkan, beberapa klub Ligue 1 dan klub Arab Saudi sempat menanyakan ketersediaannya, tetapi menurut dia menandatangani kontrak di tempat yang tidak membuat nyaman bukanlah keputusan yang baik.
Kebutuhan Metz di Lini Tengah
Metz merekrut Savanier saat klub itu membenahi lini tengahnya menjelang musim baru. Selama tujuh musim di Montpellier, Savanier menjadi salah satu wajah yang paling lekat dengan klub tersebut, baik sebagai pengatur permainan maupun eksekutor bola mati. Pengalaman panjang di kompetisi tertinggi Prancis itulah yang kini dibawanya ke kasta kedua.
Baca juga: PSG Sepakat Rekrut Kiper Jepang Zion Suzuki 35 Juta Euro
Bagi Metz, perekrutan ini bernilai simbolis. Menghadirkan pemain yang selama bertahun-tahun tampil di Ligue 1 ke skuad Ligue 2 merupakan sinyal ambisi, sekaligus cara menjaga daya tarik tim di mata pendukung sendiri.
Pada usia 34 tahun, durasi kontrak yang relatif pendek dengan opsi tambahan satu musim memberi ruang bagi kedua pihak untuk menilai ulang setelah satu musim berjalan. Skema semacam ini lazim dipakai klub Eropa ketika merekrut pemain di atas 30 tahun, karena risiko finansialnya lebih terukur.
Pernyataan Savanier soal tawaran dari Ligue 1 dan Arab Saudi juga menunjukkan bahwa keputusan ini bukan soal nilai kontrak semata. Ia memilih klub yang membuatnya merasa diterima, pertimbangan yang jarang diucapkan terbuka oleh pemain pada hari pengumuman transfer.
Bursa transfer musim panas 2026 di Prancis berjalan ramai hingga hari-hari terakhir. Beberapa klub Ligue 1 dan Ligue 2 masih menuntaskan perekrutan pada Senin yang sama, termasuk sejumlah kesepakatan pinjaman lintas negara. Metz memilih bergerak lebih dulu untuk memastikan pemainnya siap sejak awal kompetisi.
Baca juga: De Rossi Sebut Jadwal Penutupan Bursa Transfer Konyol





















