Debit Sungai Rhine Anjlok ke Rekor Terendah, Pelayaran Eropa Terancam Lumpuh

Kapal tongkang melintasi jalur air di Eropa saat muka air rendah

Kapal tongkang melintas di jalur air Eropa. Ilustrasi angkutan barang sungai yang terganggu surutnya debit air. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Debit Sungai Rhine di Lobith, Belanda, turun ke 614 meter kubik per detik dalam 24 jam terakhir — angka terendah yang pernah tercatat untuk sungai itu dalam kondisi normal. Rekor sebelumnya, 620 meter kubik per detik, bertahan sejak 1947.

Yang membuat angka itu mengkhawatirkan bukan sekadar besarnya penurunan, melainkan waktunya. Rekor 1947 tercipta pada 4 November, saat musim kering di Eropa Barat sudah lewat puncaknya. Tahun ini rekor itu pecah pada awal Agustus, dengan sisa musim panas yang masih panjang di depan.

Salju Alpen Mencair Tiga Bulan Lebih Awal

Jan Verkade, hidrometeorolog di lembaga riset air Deltares sekaligus badan pengelola air Belanda Rijkswaterstaat, menjelaskan bahwa kombinasi musim semi yang luar biasa hangat dan hujan yang tak kunjung turun menjadi penyebabnya. Ia berbicara kepada penyiar publik Belanda NOS.

“Karena musim semi yang luar biasa hangat, salju di Swiss mencair sekitar tiga bulan lebih awal dari biasanya tahun ini. Hujan juga tidak datang dan terus tidak datang, akibatnya Rhine sekarang kurang lebih sedang mengosongkan dirinya,” kata Verkade, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (10/8/2026).

Pada periode ini dalam setahun, Rhine biasanya mengalirkan sekitar 2.000 meter kubik air per detik. Artinya, aliran yang tersisa sekarang kurang dari sepertiga volume normalnya.

Verkade tidak menutup kemungkinan angkanya turun lebih jauh lagi, melewati rekor terendah sepanjang masa sebesar 575 meter kubik per detik yang tercatat pada Februari 1929 — waktu itu bukan karena kekeringan, melainkan karena es menyumbat badan sungai. “Saya tidak mengesampingkan kemungkinan debitnya turun di bawah level itu dalam pekan-pekan mendatang,” ujarnya.

Baca juga: Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas, El Nino Raksasa Menguat di Pasifik

Kapal Tak Bisa Bermuatan Penuh

Rhine adalah salah satu urat nadi angkutan barang Eropa, menghubungkan pelabuhan Rotterdam dengan kawasan industri Jerman dan Swiss. Penurunan muka air sudah mengganggu pelayaran pedalaman. Kapal tidak bisa dimuati penuh karena risiko kandas, sehingga sekali angkut hanya membawa sebagian dari kapasitas normalnya. Beberapa jalur air sudah ditutup, termasuk Delftse Schie dan Twentekanaal.

Asosiasi pelayaran pedalaman Jerman, BDB, memperingatkan bahwa lalu lintas kapal di ruas antara Koblenz dan Mainz bisa berhenti sama sekali apabila muka air di sekitar Kaub terus menyusut. Ruas itu selama ini menjadi titik sempit yang paling cepat terdampak setiap kali Rhine surut.

Baca juga: 71,3 Persen Wilayah Inggris Kekeringan, 27 Juta Warga Kena Pembatasan Air

Pertanian dan Ekosistem Ikut Terpukul

Dampaknya tidak berhenti di dermaga. Kekeringan menekan pertanian, industri, sekaligus ekosistem sungai. Kualitas air memburuk di banyak titik karena volume yang mengencer semakin sedikit, sementara pembatasan pengambilan air menyulitkan petani dan pengusaha hortikultura yang bergantung pada irigasi.

Para peneliti iklim menyebut perubahan iklim memperbesar peluang terjadinya kekeringan ekstrem di Eropa, dan pada saat yang sama memperbanyak periode hujan lebat yang datang mendadak. Dua gejala yang tampak berlawanan itu bersumber dari mekanisme yang sama: atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak uap air, lalu melepaskannya dalam waktu yang lebih singkat dan wilayah yang lebih sempit.

Baca juga: Lebih dari 1.000 Warga Spanyol Mengungsi, Api Berkobar di Castellon dan Huelva

Bagi kawasan yang menggantungkan logistiknya pada sungai, catatan tahun ini menjadi ujian yang berbeda dari biasanya. Rekor 1947 bertahan hampir delapan dasawarsa sebelum akhirnya dilewati, dan kali ini dilewati pada bulan yang jauh lebih awal.

Baca Juga

Perbukitan hijau Dataran Tinggi Golan dengan turbin angin dan pegunungan bersalju di kejauhan
Kolombia Akui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, Ikuti Jejak AS
Deretan gedung tinggi di tepi laut Beirut, Lebanon, saat matahari terbenam
Aoun: Kami Tak Akan Biarkan Israel Bertahan Seinci Pun di Tanah Lebanon
Bangunan permukiman memenuhi lereng bukit di kawasan berbukit
Menhan Israel Jadikan Permukiman dan Operasi Pembunuhan Bahan Kampanye Likud
Palu sidang tergeletak di atas landasan kayu di meja pengadilan
Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko, Satu-satunya Partai Penentang Perang
Sebuah rudal meluncur ke langit meninggalkan jejak asap putih
Garda Revolusi Klaim Rudal Iran Bisa Berbelok di Tengah Penerbangan
Rumah-rumah batu berundak menempel di lereng perbukitan kering
Israel Tetapkan Desa Kristen Taybeh sebagai Zona Militer Tertutup