Cekricek.id— Grup vokal perempuan asal Indonesia, no na, kian mencuri perhatian industri musik global setelah single terbaru mereka, Work, dirilis Januari 2026 dan langsung menjadi viral dengan lebih dari 10 juta putaran hanya dalam beberapa pekan. Lagu ini memadukan instrumen tradisional Bali dengan aransemen pop kontemporer, sekaligus memicu tren tantangan koreografi di berbagai platform media sosial.
Berawal dari Los Angeles, Kini Disorot Media Dunia
no na beranggotakan empat perempuan berusia 20-an — Esther, Baila, Christy, dan Shaz — yang dibentuk di Los Angeles setelah menjalani masa latihan selama dua hingga tiga tahun sebelum resmi debut pada Mei 2025. Grup ini berada di bawah naungan 88rising, label yang sama dengan musisi asal Indonesia lain seperti Rich Brian dan NIKI.
Esther mengaku dirinya dan rekan-rekannya sempat tidak menyangka lagu tersebut akan meledak secepat itu. “Kami selalu percaya pada lagu ini karena rasanya segar dan berbeda dari yang sudah ada, tapi kami tidak menyangka pertumbuhannya akan secepat itu,” kata Esther. Baila menimpali dengan singkat, “Semuanya berubah.”
Konsep Island Pop dan Identitas Indonesia
Video musik Work menampilkan instrumen tradisional Bali serta motif batik, sementara lagu mereka sebelumnya, Falling in Love, memasukkan unsur tarian tradisional Bali. Grup ini menyebut misi mereka adalah membawa nama Indonesia ke peta musik dunia lewat genre yang mereka sebut sendiri sebagai “island pop”, merujuk pada identitas mereka sebagai perempuan kepulauan.
Christy menjelaskan latihan harian mereka cukup padat. “Biasanya termasuk latihan tari, pelatihan vokal, dan olahraga untuk membangun stamina,” ujarnya. Soal nama grup, Baila mengungkap salah satu alternatif nama yang sempat dipertimbangkan adalah “Nesia”, diambil dari kata Indonesia yang berarti kepulauan, sebelum akhirnya nama “no na” dipilih. “Rasanya pas saja,” kata Esther menambahkan.
Popularitas Work turut mendapat sorotan dari sejumlah nama besar K-pop, termasuk anggota IVE dan Jisoo BLACKPINK, yang disebut memberi apresiasi pada lagu debut mereka berjudul Shoot. Baila menyebut tur konser menjadi prioritas utama grup ke depan. “Pastinya musik baru. Tur, album, semuanya. Tur ada di urutan pertama daftar kami sekarang,” katanya, seraya berharap suatu hari bisa tampil di berbagai kota di Indonesia untuk basis penggemar mereka yang disebut “Orchids”.
Baca juga: 6 Musisi Tanah Air yang Berprestasi di Kancah Internasional
Kiprah no na melengkapi daftar musisi asal Indonesia yang lebih dulu menembus industri musik global lewat label yang sama, membuka jalan bagi lebih banyak talenta Tanah Air untuk dikenal di kancah internasional.
Baca juga: Rich Brian Ungkap Alasan Cintanya pada Panggung, Netizen Riuh Soal Kolaborasi Barunya
Fenomena grup asal Asia Tenggara yang menembus pasar musik Barat sempat disebut media internasional sebagai perkembangan yang lebih dulu didominasi grup-grup asal Korea Selatan selama bertahun-tahun terakhir.
Baca juga: aespa Sapa Penggemar Usai Konser SYNK: COMPLaeXITY di Taipei Dome





















