Cekricek.id — Selama setahun terakhir, peneliti keamanan siber Bill Swearingen mengulang satu eksperimen yang nyaris sama berkali-kali. Sekitar 31 juta pengujian kemudian, salah satu pendiri komunitas keamanan siber SecKC di Kansas City itu mengaku sanggup memproduksi pola visual yang, ketika ditempelkan pada pakaian dan benda, membuat sebagian pembaca pelat nomor dan kamera pengawas paling lazim dipakai gagal mendeteksi apa pun yang tertutup pola tersebut.
Dikutip dari TechCrunch, Minggu (9/8/2026), proyek yang ia beri nama noRecognition itu tidak bekerja dengan cara menghalangi kamera merekam gambar. Pola tersebut mengacaukan kemampuan kamera mengidentifikasi objek, orang, atau wajah, sehingga sistem tidak pernah memicu peringatan deteksi.
“Privasi adalah hak yang mendasar,” kata Swearingen kepada TechCrunch. Ia menggambarkan polanya sebagai cara bagi orang untuk keluar dari jerat pelacakan. Menurut dia, ia dan banyak orang lain tidak pernah menyatakan bersedia diawasi, sebagaimana ia juga tidak pernah menyetujui foto surat izin mengemudinya dipakai pemerintah untuk pengenalan wajah.
Model yang Mengajari Dirinya Sendiri Melukis
Pola-pola itu bukan hasil rancangan tangan. Swearingen membangun sistem reinforcement learning yang melatih dirinya sendiri, pada dasarnya mengajari mesin cara melukis. Setiap kali sebuah pola gagal menaklukkan satu algoritma, model mencobanya lagi berulang-ulang sampai akhirnya sanggup mengecoh beberapa algoritma sekaligus.
Model itu kemudian menemukan resep pola yang mampu mengalahkan seluruh 11 algoritma deteksi sumber terbuka yang ia uji, termasuk perangkat lunak yang menggerakkan pembaca pelat nomor Flock, kamera badan Axon, dan kamera yang menjalankan Clearview AI. Kini sistem tersebut memuntahkan pola baru setiap menit, masing-masing secara matematis lebih unggul dari kumpulan sebelumnya.
“Setiap kegagalan memperbaiki model saya, sehingga pola-pola itu terus menjadi semakin baik,” ujar Swearingen.
Baca juga: Kevin Mitnick, Peretas Terkenal AS, Meninggal Dunia pada Usia 59 Tahun
Uji Jalanan di Las Vegas
Jumat lalu, di konferensi keamanan siber Def Con di Las Vegas, Swearingen menjalankan uji dunia nyata pertamanya. Dibantu Donut Media, ia menyelimuti sebuah Toyota Yaris keluaran 2009 dengan salah satu pola terbarunya, lalu memeriksa apakah mobil itu benar-benar tidak terlihat oleh kamera Flock.
“Kami membuktikan pola itu efektif,” tutur Swearingen, meski ia mengakui bagian roda menjadi tantangan tersendiri. Rekaman video pengujian tersebut dijanjikan terbit dalam beberapa pekan ke depan.
Dari Kaus sampai Skin Kendaraan
Swearingen juga menjalankan kampanye urun dana untuk noRecognition. Lewat kanal itu ia menawarkan barang dagangan awal bermotif pola tersebut, mulai kaus hingga jaket berkerudung, dengan kemungkinan menyusul pelapis atau skin kendaraan bercorak sama pada tahap berikutnya. Ia menyebut pola itu harus punya kualitas dan resolusi yang cukup baik agar tetap bekerja dari kejauhan, sekaligus tetap enak dipandang sebagai busana.
Sejauh ini ia menahan pola-pola terkuatnya agar tidak beredar di internet supaya para produsen kamera tidak bisa mematahkannya lebih dulu. Swearingen menegaskan pekerjaannya belum selesai dan model-modelnya masih terus menggiling pola baru.




















