UNP Gelar Sertifikasi Kompetensi Barista, Baker, dan Butcher Mahasiswa

Ilustrasi uji kompetensi vokasi

Ilustrasi uji kompetensi keterampilan vokasi. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar uji kompetensi bagi mahasiswanya melalui skema okupasi barista, baker, dan butcher. Kegiatan yang berlangsung Kamis, 13 Agustus 2026 itu digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Diklat dan Sertifikasi UNP untuk memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.

Mengutip keterangan resmi di laman unp.ac.id, uji kompetensi tersebut menyasar mahasiswa yang menekuni bidang tata boga dan perhotelan. Ketiga skema yang diujikan, yakni barista, baker, dan butcher, merupakan okupasi yang banyak diserap industri makanan, minuman, dan perhotelan.

Sertifikasi sebagai Nilai Tambah Lulusan

Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Dr. Zikri Alhadi, S.IP., M.A., menyatakan sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Sertifikat kompetensi, menurutnya, menjadi bukti terukur atas keterampilan yang dimiliki lulusan.

“Sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dan lulusan UNP,” kata Zikri, sebagaimana dikutip dari laman resmi universitas.

Ia menjelaskan, uji kompetensi berbasis okupasi memungkinkan peserta memperoleh pengakuan atas keahlian spesifik yang sesuai kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan tidak hanya berbekal ijazah akademik, tetapi juga sertifikat keterampilan yang diakui saat memasuki pasar kerja.

Baca juga: Rektor UNP Buka PKKMB Gugus IV, Ajak 3.028 Mahasiswa Baru

Sertifikasi kompetensi umumnya menilai kemampuan peserta berdasarkan standar keahlian tertentu. Peserta yang lulus asesmen memperoleh sertifikat yang menerangkan bahwa pemegangnya kompeten menjalankan pekerjaan pada okupasi tersebut. Bagi lulusan bidang vokasi dan terapan, sertifikat semacam ini kerap menjadi pertimbangan tambahan bagi perusahaan saat merekrut tenaga kerja.

Peserta Diminta Serius dan Percaya Diri

Wakil Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Kasmita, S.Pd., M.Si., meminta para peserta memanfaatkan kesempatan uji kompetensi tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia menilai kesiapan mental turut menentukan hasil asesmen.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh, percaya diri,” ujar Kasmita, seperti dikutip dari laman resmi UNP.

Menurut keterangan universitas, asesmen dilakukan oleh asesor kompetensi yang menilai kemampuan peserta secara langsung sesuai standar okupasi masing-masing. Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh sertifikat sebagai pengakuan resmi atas keahliannya.

Baca juga: Pendaftar Mahasiswa Asing UMY Tembus 10.297, Naik dari Tahun Lalu

Menjembatani Kampus dan Industri

Uji kompetensi barista, baker, dan butcher merupakan bagian dari upaya UNP mendekatkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata industri. Skema okupasi tersebut menuntut peserta menunjukkan keterampilan praktis, mulai dari penyeduhan kopi, pembuatan roti dan produk bakery, hingga penanganan dan pemotongan daging sesuai standar.

Barista berkaitan dengan keahlian meracik dan menyajikan kopi, baker dengan pembuatan aneka roti dan kue, sementara butcher berhubungan dengan penanganan dan pemotongan daging. Ketiganya merupakan okupasi yang permintaannya terus tumbuh seiring berkembangnya industri kuliner, kafe, dan perhotelan di berbagai daerah.

Pendidikan vokasi dan terapan belakangan didorong agar semakin selaras dengan kebutuhan industri, salah satunya melalui penyelenggaraan uji kompetensi dan sertifikasi keahlian. Skema semacam ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengukur keterampilan mereka dengan standar yang berlaku di dunia kerja, sekaligus melengkapi capaian akademik yang diperoleh di bangku kuliah.

Bagi mahasiswa bidang tata boga dan perhotelan, penguasaan keterampilan praktis menjadi salah satu penentu kesiapan memasuki dunia kerja. Sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui uji ini diharapkan memperkuat posisi tawar lulusan, terutama pada sektor yang menempatkan keahlian teknis sebagai syarat utama perekrutan.

Baca juga: Konjen AS Puji Ekosistem UMM, Siap Perluas Kolaborasi Pendidikan dan Riset

Keberadaan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan menjadikan UNP memiliki basis mahasiswa yang relevan dengan tiga okupasi tersebut. Sertifikasi ini pun diharapkan mendukung penyerapan lulusan pada sektor pariwisata dan perhotelan yang terus berkembang di Sumatera Barat maupun nasional.

Industri kopi dan produk bakery di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, ditandai bertumbuhnya kedai kopi dan usaha kuliner di berbagai kota. Perkembangan itu turut membuka peluang kerja bagi tenaga terampil yang memiliki sertifikat kompetensi pada okupasi terkait, termasuk lulusan perguruan tinggi bidang pariwisata dan perhotelan yang menguasai keahlian teknis sesuai standar industri.

Menurut keterangan universitas, UPT Diklat dan Sertifikasi UNP akan melanjutkan penyelenggaraan uji kompetensi pada berbagai skema lain sesuai kebutuhan program studi. Jadwal dan skema berikutnya disebut akan diinformasikan kemudian seiring pemetaan kebutuhan mahasiswa.

Baca Juga

Ilustrasi ruang rapat dewan
KUA-PPAS Sawahlunto 2026-2027 Disepakati, Defisit Tembus 10,6 Persen
Bupati Safni melantik Camat Guguak dan mengukuhkan LKAM Bundo Kanduang
Bupati Safni Lantik Camat Guguak Baru, LKAM dan Bundo Kanduang Dikukuhkan
Mahasiswa mementaskan randai di Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang
Belasan Mahasiswa Lintas Daerah Pentaskan Randai Hasil Belajar Bersama Mak Katik
Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Penyerahan penghargaan Terbaik I KPPN Padang Awards kepada Padang Pariaman
Padang Pariaman Raih Dua Penghargaan Terbaik I KPPN Padang Awards
Rektor UNP membuka PKKMB Gugus IV bersama mahasiswa baru
Rektor UNP Buka PKKMB Gugus IV, Ajak 3.028 Maba Wujudkan Mimpi Bersama