FH UNAND Dinobatkan Kampus Pelopor Literasi Hukum Digital 2026

Ilustrasi literasi hukum

Ilustrasi kepustakaan hukum dan patung dewi keadilan. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH UNAND) dinobatkan sebagai Kampus Pelopor Literasi Hukum Digital dalam ajang Top Indonesian Law Schools 2026. Penghargaan pada kategori Inovator itu diterima pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai pengakuan atas upaya fakultas mengembangkan pemahaman hukum berbasis teknologi di kalangan sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Mengutip keterangan resmi di laman unand.ac.id, Kamis (13/8/2026), penghargaan diserahkan dalam rangkaian ajang Top Indonesian Law Schools 2026 yang digelar Hukumonline. Ajang tersebut memetakan kiprah fakultas hukum di berbagai perguruan tinggi Indonesia melalui sejumlah kategori penilaian, mulai dari kualitas akademik hingga inovasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi.

Diterima Langsung oleh Pimpinan Fakultas

Penghargaan diterima langsung oleh Dekan FH UNAND, Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Dekan II, Dr. Hengki Andora, S.H., LL.M. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari agenda strategis fakultas dalam menyiapkan lulusan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi FH UNAND untuk semakin memperkuat literasi hukum digital,” kata Prof. Ferdi, sebagaimana dikutip dari laman resmi universitas.

Baca juga: Andalas Golf Club Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND

Kategori Inovator yang diraih FH UNAND mengarah pada penilaian atas terobosan yang dilakukan fakultas dalam proses pendidikan dan penyebaran informasi hukum. Predikat sebagai kampus pelopor menempatkan fakultas sebagai salah satu institusi yang dinilai berada di garis depan dalam mendorong pemanfaatan teknologi di bidang hukum.

Literasi hukum digital secara umum mencakup kemampuan memahami, menelaah, dan memanfaatkan sumber-sumber hukum secara daring, termasuk basis data peraturan perundang-undangan serta putusan pengadilan. Kemampuan itu dinilai relevan bagi mahasiswa hukum yang kelak berkiprah sebagai advokat, akademisi, konsultan, maupun aparat penegak hukum di era digital, saat sebagian besar layanan dan rujukan hukum kian beralih ke format elektronik.

Ferdi menilai fakultas hukum perlu mengambil peran aktif agar publik memperoleh pemahaman hukum yang tepat di tengah derasnya arus informasi digital. Peran itu, menurut keterangan universitas, diwujudkan melalui pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penyediaan kanal informasi hukum yang mudah diakses.

Masuk Nominasi PTN Hukum Terbaik Wilayah Barat

Selain meraih predikat Inovator, menurut keterangan di laman unand.ac.id, FH UNAND juga masuk nominasi Perguruan Tinggi Negeri Hukum Terbaik Wilayah Barat 2026. Nominasi itu menempatkan fakultas sejajar dengan sejumlah fakultas hukum negeri terkemuka di kawasan barat Indonesia.

Baca juga: UNAND dan ITERA Sepakati Kolaborasi Riset dan Jalur Akademik Terpadu

Capaian tersebut dinilai memperkuat posisi FH UNAND sebagai salah satu rujukan pendidikan hukum di Pulau Sumatra. Fakultas yang berbasis di Padang, Sumatera Barat, itu selama ini dikenal dengan kajian hukum adat serta hukum tata negara, dan kini mendorong integrasi teknologi ke dalam proses pendidikan maupun layanan hukum.

Pemetaan terhadap fakultas hukum yang dilakukan secara berkala turut menjadi acuan bagi calon mahasiswa dan pemangku kepentingan dalam menilai reputasi sebuah institusi pendidikan hukum. Bagi fakultas, masuknya nama mereka dalam daftar nominasi kerap menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi capaian sekaligus menetapkan target berikutnya.

Digitalisasi dalam bidang hukum belakangan berkembang pesat, mulai dari basis data peraturan yang dapat diakses secara daring, sistem informasi perkara di pengadilan, hingga pemanfaatan teknologi dalam layanan konsultasi hukum. Perkembangan itu menuntut fakultas hukum menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran agar lulusannya siap bekerja di lingkungan yang semakin bergantung pada teknologi informasi.

Baca juga: Populasi Gajah Sumatra Tinggal 900-an Ekor, Pakar IPB: Konservasi Tanggung Jawab Multipihak

Komitmen Perkuat Riset dan Publikasi Ilmiah

Prof. Ferdi menegaskan penghargaan ini tidak menjadi titik akhir, melainkan pemicu untuk terus berbenah. “FH UNAND akan terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi akademik,” ujarnya.

Ia berharap penguatan pada empat aspek tersebut mampu mendorong reputasi fakultas di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, kombinasi antara pendidikan bermutu, riset yang produktif, publikasi ilmiah yang konsisten, serta inovasi digital menjadi modal fakultas menghadapi tantangan dunia hukum yang terus berubah.

Menurut keterangan universitas, pihak fakultas akan menindaklanjuti capaian ini dengan sejumlah program pengembangan literasi hukum digital pada tahun akademik berjalan. Rincian program tersebut disebut akan diumumkan pada kesempatan berikutnya seiring persiapan yang tengah dilakukan fakultas.

Baca Juga

Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa
Andalas Golf Club Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
Ilustrasi penandatanganan nota kesepahaman
UNAND dan ITERA Sepakati Kolaborasi Riset dan Jalur Akademik Terpadu
Mahasiswa baru Universitas Andalas mengenakan jaket hijau dalam BAKTI 2026
UNAND Sambut 7.602 Mahasiswa Baru 2026, Rektor: Jaket Hijau Simbol Kepercayaan yang Harus Dibuktikan
Rombongan sivitas akademika dan warga berfoto di lokasi penanaman bibit pohon di kaki bukit
UNAND Sebar 3.800 Bibit Pohon di Sembilan Lokasi Bekas Banjir Bandang
Delegasi Kementerian Luar Negeri dan pimpinan Universitas Andalas duduk berhadapan dalam pertemuan di ruang rektorat
UNAND Ajak Sumbar Berpaling ke Samudra Hindia lewat Kerja Sama IORA
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku