Cekricek.id — Jürgen Klopp menjalani hari kerja resmi pertamanya sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman di kompleks Deutscher Fußball-Bund, Frankfurt. Pria berusia 59 tahun itu menggantikan Julian Nagelsmann pada akhir Juli 2026 dan kini mulai mengenali fasilitas, prosedur, serta staf federasi sebelum jendela pertandingan internasional September.
Dikutip dari laman resmi Deutscher Fußball-Bund, dfb.de, Sabtu (15/8/2026), Klopp menghabiskan hari pertamanya dengan berkeliling DFB-Campus dan menemui pegawai dari berbagai departemen. “Semuanya sungguh berjalan baik sejak awal,” kata Klopp. Ia menuturkan seluruh pegawai yang ia jumpai menyambut dirinya dan stafnya dengan sangat hangat.
Menandatangani Pesan dengan Sebutan Bundestrainer
Klopp mengakui gelar barunya masih terasa asing sekaligus menyenangkan. “Saya bahkan sudah menandatangani beberapa pesan WhatsApp kepada teman-teman dengan sebutan Bundestrainer Klopp,” ujarnya sambil tertawa. Ia menegaskan tidak berniat bergerak cepat-cepat dan memilih pendekatan bertahap: “Sekarang langkah demi langkah.”
Baca juga: Davide Frattesi Tinggalkan Inter Milan, Dipinjamkan ke Lazio
Mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu menolak gagasan bahwa kegagalan Jerman pada Piala Dunia menuntut pembongkaran total. “Anda mungkin berpikir bahwa ketika sebuah Piala Dunia tidak berjalan baik, Anda perlu memulai dari nol. Tetapi itu sama sekali tidak diperlukan,” kata Klopp, seperti dimuat laman resmi Bundesliga, bundesliga.com, Minggu (16/8/2026). Ia justru memuji struktur yang sudah ada di federasi. “Konsep pembinaan usia muda yang disusun Hannes Wolf sangat bagus,” sebut Klopp, merujuk Direktur Pembinaan dan Pengembangan Pemain Muda DFB itu.
Baca juga: Djed Spence Resmi Berlabuh ke Inter Milan dari Tottenham
Skala Prioritas dan Kontrak Jangka Panjang
Meski cakupan pekerjaannya luas, Klopp menyusun urutan yang tegas. “Nomor satu adalah tim nasional senior. Nomor dua adalah segala hal lainnya,” tegasnya. Ia mengaku sudah mengenal kemampuan teknis para pemain, tetapi belum mengenal mereka sebagai pribadi. “Saya mengenal para pemain, tetapi tidak selalu mengenal orang di balik para pemain itu,” tutur Klopp.
Klopp memandang penugasannya sebagai proyek berjangka, bukan tambal sulam. “Untungnya, ini bukan eksperimen jangka pendek; ini dirancang untuk bertahan beberapa tahun,” katanya. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh staf federasi. “Semua orang berada di DFB karena mereka punya sesuatu untuk ditawarkan,” jelas Klopp. Pada hari pertama itu ia juga bertelepon dengan Toni Di Salvo, pelatih tim nasional kelompok umur.
Baca juga: Mourinho Nilai Real Madrid Siap Arungi LaLiga 2026/2027
Belanda dan Yunani Jadi Ujian Pertama
Ujian kompetitif pertama Klopp datang pada jendela internasional September. Jerman dijadwalkan bertandang ke markas Belanda pada 24 September 2026, lalu menjamu Yunani di WWK Arena, Augsburg, pada 27 September 2026. Dua laga itu masuk agenda UEFA Nations League dan menjadi kesempatan pertama publik Jerman menilai arah kerja pelatih yang sepanjang kariernya identik dengan sepak bola bertekanan tinggi. Klopp sendiri lebih memilih menahan ekspektasi dan menekankan proses, meski ia mengunggah kalimat antusias pada hari pertamanya bahwa penantian dan kegembiraannya tidak bisa lebih besar lagi.















