Ilmuwan dan Suku Samish Lepas Bintang Laut Langka ke Pasifik

Bintang laut matahari menjelajahi hutan kelp setelah dilepas dari laboratorium.

Bintang laut matahari menjelajahi hutan kelp setelah dilepas dari laboratorium. [Foto: Jennifer Adler]

Cekricek.id — Ilmuwan Universitas Washington bersama Suku Samish Indian Nation melepas bintang laut matahari hasil pembiakan laboratorium ke perairan Samudra Pasifik. Upaya itu ditempuh untuk menyelamatkan spesies tersebut dari kepunahan setelah wabah bawah laut memusnahkan miliaran individu.

Mengutip laporan NPR, Minggu (16/8/2026), sebanyak 20 ekor bintang laut matahari atau sunflower star diangkut dari laboratorium di Friday Harbor, Pulau San Juan, menggunakan kapal riset milik Suku Samish bernama Chinook. Hewan-hewan itu kemudian dilepas di sebuah teluk terlindung di lepas Pulau Decatur, Negara Bagian Washington, Amerika Serikat.

Baca juga: Mahyeldi Soroti Turunnya Iklim Kebinekaan di SMA Sumbar

Wabah yang Melarutkan Tubuh Bintang Laut

Populasi bintang laut matahari runtuh akibat penyakit sea star wasting yang disebabkan bakteri Vibrio. Penyakit itu melarutkan tubuh hewan tersebut menjadi cairan kental. Gelombang panas laut yang diperkuat perubahan iklim membuat bakteri penyebabnya berkembang lebih cepat.

“Kami kehilangan 90 persen bintang laut matahari kami, menurut perkiraan kami,” kata Jason Hodin, ilmuwan peneliti di Universitas Washington.

Menurut Hodin, wabah tersebut menyebar dari perairan utara Meksiko sampai Alaska dan menjangkiti puluhan jenis bintang laut. Tidak ada spesies yang menderita separah bintang laut matahari. Ilmuwan internasional menetapkan spesies ini berstatus sangat terancam punah, sedangkan Kanada menggolongkannya sebagai terancam punah.

Pemangsa Bulu Babi Penjaga Hutan Kelp

Bintang laut matahari memiliki 24 lengan, dapat tumbuh melebihi 90 sentimeter, dan bergerak hingga sekitar 1,5 meter per menit ketika memburu bulu babi serta teripang. Ilmuwan menyebutnya spesies kunci karena kehadirannya menentukan bentuk seluruh ekosistem di sekitarnya.

Tanpa pemangsa itu, populasi bulu babi meledak dan menghabisi hutan kelp yang menjadi tempat berlindung berbagai biota laut. Suku Samish menaruh perhatian besar pada persoalan ini karena kelp menopang perikanan di wilayah adat mereka.

Baca juga: FSG Lepas Saham Minoritas Liverpool ke Konsorsium Bezos

“Itulah sebabnya bintang laut itu sangat penting, karena mereka melahap bulu babi hijau. Kalian butuh pemangsa seperti itu,” ujar Tom Wooten, Ketua Suku Samish.

Departemen Sumber Daya Alam Suku Samish memantau kesehatan hutan kelp setempat dan menanam ulang satu hamparan kelp pada Februari lalu, yang pertama di kawasan Kepulauan San Juan.

Hari yang Ditunggu Sekaligus Dicemaskan

Rencana pelepasan sebenarnya sempat dibatalkan pada Oktober setelah penyelam menemukan penyakit itu kembali menyebar di Kepulauan San Juan. Kegiatan baru dilanjutkan enam bulan berikutnya.

“Saya pernah memimpikan hari ini. Saya juga pernah bermimpi buruk tentang hari ini,” kata Sam Strauss, biolog Suku Samish Nation.

Penyelam menurunkan empat wadah plastik ke dasar laut, membuka tutupnya, lalu membiarkan bintang laut keluar sendiri. Strauss menuturkan hewan-hewan itu segera meninggalkan wadah, menjelajah bebatuan, dan bersembunyi di balik pelepah kelp.

Baca juga: KLH Kawal Registrasi Karbon dan RUU Perubahan Iklim

Pada Mei, lokasi pelepasan di Pulau Decatur menunjukkan pertumbuhan kelp baru yang subur. Penyelam menemukan 14 dari 20 bintang laut yang dilepas dalam kondisi tanpa tanda penyakit. Pada bulan yang sama, laboratorium Hodin juga melepas ribuan anakan berukuran biji poppy di lepas Pulau San Juan, meski terlalu kecil untuk dilacak.

Saat ini 12 laboratorium di sepanjang pantai barat Amerika Serikat memelihara bintang laut matahari. Pelepasan berikutnya dijadwalkan berlangsung di California dan Oregon pada akhir 2026. Para biolog mengakui mustahil mengembalikan sekitar lima miliar individu yang hilang, namun tetap berupaya memulihkan populasi secukupnya agar spesies dan hutan kelp bisa bangkit.

Baca Juga

Ilustrasi. Kerumunan orang di jalan menuju Kuil Jagannath di Puri, India.
Tujuh Peziarah Tewas Berdesakan di Kuil Ashok Dham Bihar India
Senator Rand Paul memimpin dengar pendapat Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan Senat Amerika Serikat.
Anthony Fauci Terancam Penjara jika Terbukti Menghina Kongres Amerika Serikat
Ilustrasi. Seorang remaja perempuan memakai telepon pintar sambil bersantai di sofa.
Meta Disidang di Pengadilan AS soal Kecanduan Media Sosial Anak
Wakil Ketua Partai Yabloko Lev Shlosberg di ruang sidang pengadilan di Pskov, Rusia, Senin, 17 Agustus 2026.
Rusia Kukuhkan Pencoretan Partai Yabloko dari Pemilu, Wakil Ketuanya Dibui 11 Tahun
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berpidato di tengah pendukungnya dalam rapat umum kampanye, Minggu, 16 Agustus 2026.
Lula dan Flavio Bolsonaro Mulai Kampanye Pemilihan Presiden Brasil
Kendaraan lapis baja Angkatan Darat Amerika Serikat melintas dalam latihan militer gabungan di Korea Selatan.
Trump Perintahkan Pemangkasan Besar Latihan Militer AS dan Korea Selatan