Meta Disidang di Pengadilan AS soal Kecanduan Media Sosial Anak

Ilustrasi. Seorang remaja perempuan memakai telepon pintar sambil bersantai di sofa.

Ilustrasi. Seorang remaja perempuan memakai telepon pintar sambil bersantai di sofa. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Meta Platforms menghadapi persidangan di pengadilan federal Amerika Serikat mulai Selasa, 18 Agustus 2026, atas tuduhan merancang Facebook dan Instagram agar membuat anak-anak kecanduan. Empat negara bagian menuntut denda hingga 1,4 triliun dolar Amerika Serikat.

Mengutip laporan NPR, Senin (17/8/2026), gugatan itu diajukan jaksa agung dari California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey. Sidang digelar di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Oakland dan diperkirakan berlangsung enam pekan di bawah Hakim Yvonne Gonzalez Rogers.

Baca juga: Nikita Willy Bicara Beban Orang Tua di Balik Angka Timbangan Anak

Fitur yang Dipersoalkan

Para penggugat menyoroti sejumlah fitur yang dinilai sengaja dirancang untuk memperpanjang durasi pemakaian, mulai dari tombol suka, gulir tanpa henti, hingga algoritma rekomendasi. Semua fitur itu disebut bekerja untuk memaksimalkan pendapatan iklan.

Gugatan menyatakan Meta mengetahui praktik tersebut mengganggu waktu belajar dan tidur anak-anak. Perusahaan juga dituding memicu gangguan makan lewat filter visual serta mengumpulkan data pengguna berusia di bawah 13 tahun secara melanggar hukum.

“Mereka menempatkan keuntungan di atas kesehatan satu generasi anak muda,” kata Jennifer Davenport, Jaksa Agung New Jersey.

Bantahan Meta

Juru bicara Meta menyebut tuduhan para jaksa agung tidak berdasar dan menilai besaran tuntutan denda sangat tidak proporsional. Perusahaan menolak anggapan bahwa desain platformnya dibuat untuk mengeksploitasi pengguna belia.

Meta selama ini menyatakan telah menyediakan sejumlah perangkat pengawasan orang tua dan pembatasan akun remaja pada layanannya.

Baca juga: Ussy Sulistiawaty Rindu Putrinya yang Kuliah di Luar Negeri: Si Anak Kuat

Selain soal desain fitur, gugatan juga mempersoalkan pernyataan publik perusahaan mengenai tingkat risiko platformnya. Para jaksa agung menuding Meta menyampaikan gambaran yang keliru tentang seberapa aman Facebook dan Instagram bagi pengguna berusia muda.

Perkara mengenai pengumpulan data anak di bawah 13 tahun menjadi bagian tersendiri dalam gugatan. Aturan federal di Amerika Serikat membatasi pengumpulan data pribadi anak pada rentang usia tersebut tanpa persetujuan orang tua.

Dua Kekalahan Sebelumnya

Perusahaan itu sudah kalah dalam dua perkara di tingkat negara bagian sepanjang tahun ini. Juri di Los Angeles menjatuhkan ganti rugi 6 juta dolar Amerika Serikat pada Maret, sementara seorang hakim di New Mexico memerintahkan pembayaran 567 juta dolar Amerika Serikat sekaligus penerapan langkah pengamanan tambahan.

Sejumlah pakar hukum menyamakan rangkaian gugatan ini dengan litigasi besar terhadap industri tembakau dan opioid yang pada akhirnya mengubah perilaku korporasi di Amerika Serikat.

Taruhan Besar bagi Industri Platform

Nilai tuntutan sebesar 1,4 triliun dolar Amerika Serikat menjadikan perkara ini salah satu gugatan terbesar yang pernah dihadapi perusahaan teknologi. Putusan pengadilan berpotensi memengaruhi cara platform media sosial merancang fitur untuk pengguna di bawah umur.

Persidangan juga akan menguji sejauh mana dokumen internal perusahaan dapat dijadikan bukti bahwa risiko terhadap anak telah diketahui sebelumnya. Empat negara bagian penggugat berharap putusan itu memaksa perubahan permanen pada desain layanan.

Baca juga: Maudy Ayunda Bicara soal Cara Melihat Anak di Festival Pahlawan Anak

Putusan di New Mexico sebelumnya tidak hanya berisi ganti rugi, tetapi juga kewajiban menerapkan langkah pengamanan tambahan bagi pengguna belia. Pola serupa berpotensi diminta para penggugat dalam perkara di Oakland.

Proses pembuktian selama enam pekan akan menghadirkan saksi dari kedua belah pihak. Jaksa agung empat negara bagian menempatkan perkara ini sebagai upaya menekan perusahaan teknologi agar mengubah cara mereka menggarap pengguna di bawah umur.

Baca Juga

Wakil Ketua Partai Yabloko Lev Shlosberg di ruang sidang pengadilan di Pskov, Rusia, Senin, 17 Agustus 2026.
Rusia Kukuhkan Pencoretan Partai Yabloko dari Pemilu, Wakil Ketuanya Dibui 11 Tahun
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berpidato di tengah pendukungnya dalam rapat umum kampanye, Minggu, 16 Agustus 2026.
Lula dan Flavio Bolsonaro Mulai Kampanye Pemilihan Presiden Brasil
Kendaraan lapis baja Angkatan Darat Amerika Serikat melintas dalam latihan militer gabungan di Korea Selatan.
Trump Perintahkan Pemangkasan Besar Latihan Militer AS dan Korea Selatan
Petugas berpakaian pelindung lengkap mengangkat jenazah korban Ebola di Republik Demokratik Kongo.
Wabah Ebola di Kongo Jadi yang Paling Mematikan Sepanjang Sejarah
Ilustrasi sejumlah pelajar membawa ransel sekolah.
Filipina Perluas Beasiswa dan Lanjutkan Bantuan Beras
Ilustrasi barisan personel militer
Ukraina Klaim Hantam Pusat Roket dan Antariksa Rusia di Samara