Cekricek.id — Tulang sapi berpeluang diolah menjadi bahan implan gigi yang lebih murah. Dosen Teknik Mesin Universitas Bung Hatta, Dr. Burmawi, S.T., M.Si, tengah meneliti biokomposit hidroksiapatit berbahan tulang sapi dengan penambahan fluorida sebagai kandidat material implan gigi, bersama Medical Device Technology Centre, Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Dikutip dari laman resmi Universitas Bung Hatta, bunghatta.ac.id, Senin (17/8/2026), penelitian tersebut berjudul Identifikasi Sifat Mekanik Biokomposit Hidroksiapatit Tulang Sapi-Fluorida untuk Material Implan Gigi. Kajian berfokus pada sifat mekanik biokomposit berbasis hidroksiapatit yang berasal dari tulang sapi dengan penambahan fluorida. Material tersebut dikaji untuk mengetahui potensinya sebagai bahan alternatif dalam pengembangan material implan gigi.
Baca juga: BSN Resmikan SNI G2R Tetrapreneur Gagasan Dosen FEB UGM
Judul penelitian itu memuat tiga unsur yang saling terkait: hidroksiapatit sebagai bahan dasar yang diambil dari tulang sapi, fluorida sebagai bahan tambahan, serta sifat mekanik sebagai obyek yang diidentifikasi. Ketiganya menempatkan riset tersebut pada tahap kajian bahan, sesuai penegasan peneliti bahwa material itu masih dikaji untuk mengetahui potensinya sebagai bahan alternatif implan gigi.
Mengejar Material Medis yang Aman dan Ekonomis
“Penelitian material biokomposit memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena kebutuhan terhadap material medis yang aman, efisien, dan memiliki nilai ekonomis semakin penting,” kata Dr. Burmawi, S.T., M.Si, dosen Teknik Mesin Universitas Bung Hatta.
Tiga syarat yang ia sebut — aman, efisien, dan bernilai ekonomis — menjadi kerangka kerja riset tersebut. Sasaran jangka panjangnya disampaikan secara terbuka oleh peneliti.
“Kedepannya, dapat mengembangkan material komposit ini untuk bidang medis, khususnya material implan yang lebih murah dan efisien,” tambah Dr. Burmawi, S.T., M.Si.
Baca juga: Riset Dosis Antibiotik Bayi Sepsis Antar Dosen Farmasi UNAND Raih Penghargaan ICHS 2026
Tulang Sapi Diarahkan Jadi Material Bernilai Tambah
Pengembangan material implan berbasis biokomposit juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih optimal. Hidroksiapatit yang berasal dari tulang sapi dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi material bernilai tambah melalui proses penelitian dan rekayasa material.
Dengan kata lain, bahan yang selama ini berada di ujung rantai pengolahan ternak diarahkan masuk ke ranah teknologi kesehatan. Jalur itu yang sedang diuji lewat identifikasi sifat mekanik biokomposit, tahapan yang menentukan apakah bahan tersebut layak dibawa ke pengembangan berikutnya.
Universitas Bung Hatta menyebut penelitian ini sebagai bagian dari penguatan kolaborasi riset internasional yang dijalankan kampus tersebut. Pilihan mitra pun mengarah ke lembaga yang menangani teknologi peranti medis.
Kolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia
Kerja sama Universitas Bung Hatta dengan Medical Device Technology Centre, Universiti Teknologi Malaysia, menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring penelitian internasional sekaligus mendorong pengembangan inovasi material yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.
Melalui penelitian yang dilakukan secara kolaboratif itu, tim peneliti Universitas Bung Hatta diharapkan dapat menghasilkan temuan yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dalam bidang medis.
Baca juga: Penerimaan Pajak Sumatera Barat Semester I 2026 Rp2,26 Triliun, Tumbuh 7,73 Persen
Dr. Burmawi menyampaikan terima kasih kepada Universitas Bung Hatta dan Universiti Teknologi Malaysia atas dukungan terhadap pelaksanaan penelitian tersebut, termasuk dukungan pendanaan untuk anggaran penelitian tahun 2026.
Melalui penelitian ini, Universitas Bung Hatta menyatakan terus mendorong penguatan budaya riset dan inovasi yang berorientasi pada pemecahan persoalan nyata. Kolaborasi internasional di bidang material biokomposit diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan material medis yang lebih terjangkau, efisien, dan berdaya guna bagi masyarakat.














