Cekricek.id — Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Pindo) Universitas Bung Hatta menciptakan aplikasi pembelajaran tatabahasa pedagogis berbasis Android untuk membantu siswa SMA menguasai tatabahasa akademik bahasa Indonesia. Aplikasi ini diujicobakan langsung kepada siswa SMAN 14 Padang.
Dikutip dari laman resmi Universitas Bung Hatta, bunghatta.ac.id, Jumat (14/8/2026), kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini digelar sebagai respons atas kebutuhan siswa memiliki bekal tatabahasa akademik yang kuat sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi.
Mengubah Ponsel Jadi Ruang Belajar Tatabahasa
Tim yang diketuai Rio Rinaldi, S.Pd., M.Pd., beranggotakan Dr. Yetty Morelent, M.Hum., Dr. Romi Isnanda, S.Pd., M.Pd., dan Risa Yulisna, S.Pd., M.Pd., merancang aplikasi ini agar siswa dapat belajar literasi akademik, struktur kalimat efektif, ejaan bahasa Indonesia, hingga penyusunan paragraf akademik langsung dari telepon pintar mereka, tanpa harus bergantung pada buku cetak semata.
Rio Rinaldi menjelaskan pentingnya penguasaan tatabahasa akademik bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan tinggi. “Penguasaan bahasa Indonesia, khususnya tatabahasa akademik, merupakan salah satu aspek penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi pendidikan tinggi,” ujar Rio.
Ia menambahkan bahwa aplikasi ini dirancang untuk mengalihkan fungsi ponsel siswa dari sekadar alat komunikasi dan hiburan menjadi sarana belajar yang produktif. “Kami ingin mengubah smartphone menjadi ruang belajar yang produktif. Siswa diarahkan tidak hanya sebagai alat komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai sarana belajar, berlatih, dan mengevaluasi kemampuan berbahasa,” kata Rio.
Uji Coba Melalui Praktik dan Evaluasi Langsung di Sekolah
Pelaksanaan program di SMAN 14 Padang melibatkan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan, yang ditutup dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa setelah menggunakan aplikasi tersebut. Guru SMAN 14 Padang, Nurafni, S.Pd., M.Pd., turut mendampingi jalannya kegiatan di sekolah itu.
Menurut Rio, pendekatan berbasis aplikasi ini memberi ruang belajar yang lebih interaktif dibanding metode konvensional yang selama ini banyak dipakai di kelas. “Melalui Tatabahasa Pedagogis berbasis Android, siswa dapat belajar secara lebih interaktif, melakukan latihan, dan memperoleh pengalaman belajar yang mendukung persiapan mereka memasuki perguruan tinggi,” ujarnya.
Bagian dari Kontribusi Kampus untuk Literasi Sekolah Menengah
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Universitas Bung Hatta yang menyasar peningkatan mutu literasi akademik siswa sekolah menengah di Kota Padang. Materi yang diberikan mencakup literasi akademik, tatabahasa akademik bahasa Indonesia, struktur kalimat efektif, ejaan bahasa Indonesia, hingga penyusunan paragraf akademik, yang selama ini kerap menjadi kelemahan siswa saat menghadapi tugas-tugas akademik di perguruan tinggi.
Dengan hasil pre-test dan post-test sebagai alat ukur, tim dosen berharap model pembelajaran berbasis aplikasi ini dapat direplikasi di sekolah lain di Padang maupun daerah lain di Sumatera Barat, mengingat persoalan lemahnya penguasaan tatabahasa akademik bukan hanya dialami siswa di satu sekolah saja.
Menjawab Persoalan Kesenjangan Bekal Bahasa Sebelum Kuliah
Persoalan lemahnya penguasaan tatabahasa akademik kerap baru disadari mahasiswa baru setelah mereka dihadapkan pada tugas menulis karya ilmiah, laporan, atau esai di bangku kuliah, ketika perbaikan kebiasaan berbahasa sudah lebih sulit dilakukan. Dengan menghadirkan aplikasi berbasis Android yang bisa diakses kapan saja, tim dosen Pindo Universitas Bung Hatta berupaya menutup kesenjangan itu lebih awal, yakni sejak siswa masih duduk di bangku SMA, sehingga mereka memiliki bekal tatabahasa yang lebih matang saat memasuki dunia perkuliahan.
















