2 Evaluator UNESCO Kaji Geopark Silokek, Ini Rekomendasinya

A A

Seminar Geopark Ranah Minang Silokek yang dihadiri dua evaluator UNESCO di Kabupaten Sijunjung. [Foto: Dok. Pemprov Sumatera Barat]

Cekricek.id — Dua evaluator internasional UNESCO turun langsung menilai kesiapan Geopark Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung menuju status UNESCO Global Geopark (UGGp). Dalam kunjungan itu, keduanya membeberkan sejumlah praktik pengelolaan geopark kelas dunia yang bisa diadopsi Silokek, mulai dari sekolah alam hingga pelibatan perajin lokal.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sumbarprov.go.id, evaluasi ini berlangsung lewat Seminar Internasional bertajuk “Geopark Management Towards UNESCO Global Geopark” di Balairung Lansek Manih, Sijunjung, Senin (17/8/2026). Dua evaluator yang hadir adalah Nicolas Klee dari Prancis dan Prof. Jeon Yongmun dari Korea Selatan.

Sekolah Alam dan 200 Kegiatan Tahunan ala Prancis

Nicolas Klee, evaluator dari UGGp Monts d’Ardèche, Prancis, membagikan sejumlah inovasi yang diterapkan di kawasannya. Di antaranya pengembangan Forest School atau sekolah alam, pameran karya seni di ruang terbuka area geosite yang disebut Art in the Landscape, pelibatan perajin keramik lokal untuk suvenir berbasis geologi, serta lebih dari 200 kegiatan tahunan yang melibatkan ratusan pemangku kepentingan daerah.

“Keberadaan geopark tidak sekadar soal melindungi bentang alam geologi, melainkan bagaimana nilai-nilai edukasi dan keterlibatan komunitas lokal menjadi penggerak utama. Pengalaman kami di Monts d’Ardèche menunjukkan bahwa inovasi seperti program Forest School serta integrasi karya seni dan kerajinan lokal adalah kunci agar perlindungan lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Nicolas Klee.

Jalur Wisata Tematik dan Kurikulum Ilmu Bumi ala Korea Selatan

Prof. Jeon Yongmun memaparkan keberhasilan Jeju Island UGGp membangun jalur wisata tematik atau Geo-Trails, geo-branding untuk produk UMKM warga, serta memasukkan kurikulum ilmu bumi ke sekolah-sekolah lokal lewat program Geo-School. Ia menyebut kolaborasi dan pembenahan bersama menjadi kunci dalam proses evaluasi ini, bukan sekadar mencari-cari kekurangan di lapangan.

“Kami hadir di sini bukan sebagai inspektur yang hanya memeriksa atau mencari kekurangan, melainkan hadir sebagai mitra berkolaborasi. Proses evaluasi ini adalah ruang belajar bersama untuk menggali potensi geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity Ranah Minang Silokek agar dapat dikembangkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Prof. Jeon Yongmun.

Arti Status UNESCO Global Geopark

Predikat UNESCO Global Geopark merupakan pengakuan internasional bagi kawasan dengan warisan geologi bernilai penting yang dikelola secara terpadu untuk mendukung konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Status ini umumnya dievaluasi ulang secara berkala oleh UNESCO, sehingga proses kunjungan evaluator seperti yang berlangsung di Silokek menjadi tahapan penting sebelum sebuah kawasan resmi mendapat atau mempertahankan predikat tersebut.

Peluang Ekonomi bagi Warga Sijunjung

Sejumlah praktik yang dipaparkan kedua evaluator itu, seperti geo-branding produk UMKM dan pelibatan perajin lokal untuk suvenir berbasis geologi, berpotensi membuka jalur ekonomi baru bagi warga di sekitar kawasan Silokek apabila benar-benar diterapkan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyebut proses adopsi inovasi ini dilakukan melalui sinergi lintas pemerintah daerah bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung, dengan target membawa standar pengelolaan geopark di Silokek setara kawasan-kawasan yang sudah lebih dulu mengantongi predikat UGGp.

Belum ada keterangan resmi soal kapan hasil evaluasi UNESCO atas Geopark Ranah Minang Silokek akan diumumkan. Yang jelas, kunjungan dua evaluator internasional ini menjadi salah satu tahap dalam proses panjang menuju predikat UNESCO Global Geopark yang tengah diperjuangkan Sumatera Barat bersama Kabupaten Sijunjung sejak beberapa tahun terakhir.

Bagikan

Baca Juga

Dadih Diperkaya Buah Naga Tekan Kenaikan Berat Tikus Obesitas
Ronggeang Pinang Sarumpun Menari sampai Menjelang Subuh
Histeria dalam Bailau, Nada yang Diam-diam Selalu Bergeser
Rekonstruksi Kreatif Trumpet Padukan Klasik, Melayu, Latin
Dendang Suayan Balenggek Diubah Jadi Fantasia Orkestra
Contrabass Beralih Peran lewat Tiga Repertoar Lintas Genre