Cekricek.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 200.950 ton klinker milik PT Semen Padang sepanjang Januari–Juli 2026 melalui jalur kereta api Indarung–Bukit Putus di Sumatera Barat. Angkutan tersebut menjadi bagian dari rantai distribusi Semen Padang menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun rantai distribusi ekspor.
Dikutip dari laman resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero), kai.id, Rabu (12/8/2026), realisasi angkutan klinker Semen Padang tersebut merupakan bagian dari total 1.357.524 ton angkutan semen dan klinker yang dilayani KAI secara nasional pada periode yang sama, atau setara sekitar 19,4 persen dari total angkutan barang non-batu bara KAI yang mencapai 6.987.150 ton.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut angkutan berbasis rel terus diperkuat untuk mendukung rantai pasok industri nasional, termasuk komoditas semen dan klinker yang membutuhkan kapasitas pengiriman besar secara terjadwal dari kawasan produksi menuju titik distribusi.
Menghubungkan Indarung dengan Pelabuhan Teluk Bayur
Layanan angkutan semen dan klinker di Sumatera Barat beroperasi pada relasi Indarung–Bukit Putus, yang terhubung dengan aktivitas distribusi menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. Peran jalur rel tersebut dinilai strategis karena menghubungkan kawasan industri Indarung dengan akses pelabuhan, sekaligus mendukung pergerakan produk Semen Padang menuju pasar domestik maupun rantai distribusi ekspor.
Selain Semen Padang, KAI juga melayani angkutan klinker dan semen curah milik PT Semen Baturaja di Sumatra Selatan, dengan realisasi 153.734 ton hingga Juli 2026. Secara keseluruhan, angkutan semen dan klinker menyumbang pendapatan Rp82,51 miliar bagi KAI pada periode Januari–Juli 2026.
Bagian dari 6,99 Juta Ton Angkutan Barang Non-Batu Bara
Hingga 31 Juli 2026, keseluruhan angkutan barang non-batu bara KAI mencapai 6,99 juta ton, atau 102,3 persen terhadap program kumulatif sebesar 6,83 juta ton. Volume angkutan semen dan klinker, termasuk realisasi klinker Semen Padang di jalur Indarung–Bukit Putus, menjadi salah satu penopang utama pencapaian tersebut.
Kapasitas rangkaian kereta api memungkinkan pengiriman dalam jumlah besar pada satu perjalanan, sehingga membantu mengurangi kebutuhan pergerakan kendaraan berat di jalan raya sekaligus menjaga ketepatan aliran barang antara kawasan produksi dan titik distribusi.
Efisiensi Rantai Pasok lewat Jalur Rel
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angkutan semen dan klinker memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan rantai pasok material untuk konstruksi, pembangunan kawasan, serta berbagai aktivitas ekonomi.
“Semen dan klinker merupakan bagian penting dari rantai pasok pembangunan. Melalui kereta api, volume besar dapat dikirim secara terjadwal dan terintegrasi sehingga arus logistik industri dapat berlangsung lebih efisien serta memberikan kepastian bagi pelanggan,” ujar Anne.
Anne menambahkan, KAI akan terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri, termasuk di lintas Indarung, agar jaringan rel semakin produktif bagi perekonomian daerah maupun nasional.
“KAI akan terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri agar jaringan rel semakin produktif bagi perekonomian. Ketika kawasan produksi dapat terhubung secara efisien dengan pusat distribusi dan pelabuhan, manfaatnya menjangkau lebih luas: rantai pasok menjadi lebih kuat, jalan raya lebih optimal, dan produk nasional semakin kompetitif,” tutup Anne.
















