Cekricek.id — Pengusaha sekaligus kreator konten Atta Halilintar menceritakan pengalamannya mengantar bantuan ke sejumlah posko bencana dan bermalam bersama warga terdampak gempa, melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (21/08/2026).
Dalam keterangan unggahannya, Atta menuliskan bahwa ia turut merasakan guncangan gempa saat berada di lokasi. Ia juga menggambarkan kondisi warga yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.
“Merasakan langsung gempa di sini. Melihat anak-anak, ibu dan bapak berjuang dan bertahan,” tulis suami penyanyi Aurel Hermansyah tersebut.
Baca juga Dari Istana ke Gang Cipinang Muara, Cerita 17 Agustus Atta Halilintar
Perjalanan Darat dan Laut ke Desa Tanpa Listrik
Atta menyebut rombongannya menempuh jalur darat dan laut untuk mencapai desa tujuan. Menurut keterangannya, desa itu belum terjangkau jaringan listrik negara sehingga warga bergantung pada sumber daya lain.
“Lewat perjalanan darat dan laut, kami sampai di desa yang bahkan belum terjangkau listrik PLN. Listrik di sini hanya mengandalkan tenaga surya ataupun solar,” tutur Atta Halilintar.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang dibawa rombongannya disalurkan ke beberapa posko bencana. “Kami datang mengantarkan rezeki titipan Tuhan untuk teman-teman yang penuh dengan senyum dan harapan, ke beberapa posko bencana di sini,” kata pemilik kanal video dengan jumlah pengikut terbesar di Indonesia itu.
Baca juga Ruben Onsu Sampaikan Permohonan Maaf lewat Instagram
Menginap di Dermaga Bersama Warga
Berbeda dengan pola kunjungan bantuan yang biasanya berlangsung singkat, Atta menyatakan rombongannya memilih tinggal semalam di lokasi. “Dan malam ini juga kami bermalam bersama teman-teman di posko atau dermaga di sini,” sebut Atta.
Ia menutup keterangannya dengan doa bagi warga terdampak. Pada bagian atas unggahan, akun tersebut juga menampilkan tulisan ajakan mendoakan Indonesia.
Baca juga Melanie Subono Soroti Isu Karhutla lewat Unggahan Instagram
Latar Bencana di Nusa Tenggara Timur
Unggahan Atta muncul kurang dari sepekan setelah gempa berkekuatan 7,7 mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut merusak wilayah di Pulau Flores dan Timor, menurut laporan Al Jazeera, Senin (17/08/2026).
Laporan yang sama menyebutkan jumlah korban meninggal bertambah menjadi 68 orang, dengan lebih dari 200 orang luka-luka. Sekitar 12.800 warga belum dapat kembali ke rumah mereka, sementara lebih dari 1.300 rumah rusak dan hampir 250 di antaranya hancur di Flores saja.
Atta sendiri tidak menyebutkan nama daerah yang dikunjunginya dalam keterangan unggahan tersebut. Ia juga tidak merinci jumlah maupun jenis bantuan yang disalurkan rombongannya ke posko-posko bencana itu.
















