6 Tips Mengatasi Radang Tenggorokan

6 Tips Mengatasi Radang Tenggorokan

Ilustrasi: radang tenggorokan. [Canva]

Cekricek.id – Radang tenggorokan kerap kali menyerang kamu saat memasuki musim pancaroba. Peralihan musim kemarau ke penghujan sering membuat orang terserang berbagai penyakit, terutama radang tenggorokan.

Penyakit ini membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Penderita sering merasa susah untuk menelan, badan terasa meriang, pembesaran kelenjar getah bening, tenggorokan kering, serta pembesaran amandel.

Radang tenggorokan bisa diatasi sendiri. Namun, kamu perlu ke dokter apabila radang tenggorokan berkepanjangan sampai menjalar ke telinga, disertai batuk berdarah hingga munculnya ruam atau bercak darah.

Dilansir  berbagai sumber, berikut tips untuk mengatasi radang tenggorokan.

Memperbanyak minum air putih

Solusi pertama untuk mengatasi radang tenggorokan ini sangat sederhana sekali yakni dengan memperbanyak minum air putih.

Saat tenggorokan terasa kering akibat kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memperparah peradangan pada tenggorokan dan terasa lebih sakit. Untuk itu, kamu perlu membasahi tenggorokan dengan minum air putih sebanyak-banyaknya.

Menghentikan kebiasaan merokok

Salah satu penyebab dari terjadinya peradangan pada tenggorokan adalah merokok. Untuk itu, disarankan agar kamu segera menghentikan kebiasaan merokok ini.

Apabila kamu tetap merokok saat radang tenggorokan akan memperparah peradangan tersebut apalagi radang tenggorokannya disebabkan oleh infeksi.

Jika kamu menghentikan kebiasaan merokok saat radang tenggorokan, maka akan mempercepat penyembuhannya.

Mengonsumsi makanan lembut dan hindari makanan berminyak

Saat radang tenggorokan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lembut dan tidak mengganggu atau melukai tenggorokan kamu yang sedang meradang. Jenis makanan yang lembut ini seperti sup, bubur ayam, atau nasi tim.

Tidak hanya itu, kamu juga harus menghindari makanan berminyak. Jika kamu mengonsumsi makanan ini saat radang tenggorokan, maka yang akan terjadi adalah bertambahnya iritasi pada tenggorokan.

Menghirup udara lembab

Ketika kamu sedang mengalami radang tenggorokan, hindari duduk di ruangan ber-AC terlalu lama. Ada baiknya kamu menggunakan pelembab udara atau humidifier saat terkena radang tenggorokan.

Hiruplah udara lembab melalui saluran napas bagian atas. Hal ini dapat membantu membersihkan lendir dan cairan akibat peradangan.

Kurangi berbicara

Kurangi berbicara atau menggunakan pita suara secara berlebihan ketika radang tenggorokan menyerang.

Jika kamu ingin peradangan itu cepat sembuh, kamu harus bisa minimalkan penggunaan pita suara dengan tidak banyak berbicara. Apalagi mengeluarkan suara yang keras.

Istirahat

Setelah mempraktikkan semua tips yang dapat mengatasi radang tenggorokan tersebut, poin terakhir dan poin utamanya adalah istirahat yang cukup. Agar proses penyembuhannya bisa lebih cepat.

Baca juga: Tanpa Obat, Atasi Suara Serak dengan Cara Ini Dijamin Ampuh dan Suara Kembali Normal

Istirahat yang cukup juga dibutuhkan oleh penderita radang tenggorokan untuk mendukung tubuh melawan penyebab radang tersebut.

Baca Juga

Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pariaman Raih Terbaik I Kesehatan, Dapat Bantuan Rp2 Miliar dari Kemendagri
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen