Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer

A A

Cekricek.id — Tim peneliti dari University of Gothenburg, Swedia, mengidentifikasi panel tujuh protein dalam darah yang diklaim mampu meningkatkan akurasi tes untuk menentukan tahap penyakit Alzheimer, termasuk membedakan pasien pada tahap lanjut secara lebih tepat dibanding tes penanda tunggal yang selama ini lazim dipakai, yakni p-tau217. Analisis memakai pembelajaran mesin terhadap data proteomik darah dari lebih 120 penanda inflamasi dan neuronal menunjukkan pendekatan multiprotein ini secara signifikan meningkatkan kemampuan mengenali tahap penyakit yang lebih berat.

Temuan itu dipaparkan Guglielmo Di Molfetta, mahasiswa doktoral neurokimia di University of Gothenburg, bersama Henrik Zetterberg, profesor neurokimia di University of Gothenburg, dan tim peneliti dari sejumlah lembaga lain lewat artikel Plasma Biomarkers for Neocortical Tau Burden dalam jurnal JAMA Neurology pada 2026.

Satu Penanda Saja Tak Cukup Gambarkan Tahap Penyakit

Tes darah p-tau217 selama ini menjadi salah satu penanda paling andal untuk mendeteksi perubahan otak terkait Alzheimer secara dini, tetapi kemampuannya menggambarkan seberapa jauh penyakit telah berkembang pada tahap lanjut masih terbatas. Tim Gothenburg menguji apakah menggabungkan p-tau217 dengan sejumlah protein darah lain terkait inflamasi dan kerusakan sel saraf bisa memberi gambaran yang lebih presisi tentang tahap penyakit pasien.

“Kami mengidentifikasi panel tujuh protein, termasuk p-tau217, yang bisa meningkatkan kemampuan tes darah untuk menentukan kapan seorang pasien menunjukkan profil penyakit yang sesuai dengan tahap lanjut,” kata Di Molfetta.

Berpotensi Permudah Penyaringan Pasien dan Uji Klinis

Kemampuan membedakan tahap penyakit lewat tes darah sederhana ini berpotensi besar mengubah cara dokter menyaring pasien, menentukan pilihan pengobatan, dan merekrut peserta untuk uji klinis obat-obatan Alzheimer generasi baru. Selama ini penentuan tahap penyakit yang presisi kerap membutuhkan prosedur lebih invasif dan mahal seperti pungsi lumbal untuk mengambil cairan otak atau pemindaian PET otak.

Tim peneliti menyebut validasi lebih lanjut pada kelompok pasien yang lebih besar dan beragam masih diperlukan sebelum panel tujuh protein ini bisa diadopsi secara luas dalam praktik klinis sehari-hari, termasuk menguji konsistensinya di berbagai populasi dengan latar belakang genetik dan gaya hidup yang berbeda.

Baca juga: Subtipe Mikroglia Pelindung Ditemukan pada Otak Penderita Alzheimer, Studi Pemetaan Terbesar Sejauh Ini

Baca juga: Mikroglia, Bukan Plak, yang Merampas Tidur Penderita Alzheimer

[Foto: Ilustrasi/Pexels]

Bagikan

Baca Juga

Cemas Finansial Mahasiswa Berujung ke Distres Psikologis
Distres Psikologis Naikkan Peluang Sulit Bayar Tagihan
Kunjungan ke Ruang Biru dan Kesehatan Mental Lansia Jepang
Balochistan dan Gilgit-Baltistan, Dua Wajah Gizi Pakistan
Empat Dekade Karies Gigi Anak Jepang Turun Tanpa Fluoridasi Air
Pengetahuan Diabetes Turunkan Gejala Neuropati Pasien