6 Makanan Ini Pemicu Kanker, Salah Satunya Makanan yang Terlalu Matang

Makanan Pemicu Kanker

Ilustrasi. [Canva]

Banyak penyebab kanker. Penyakit mematikan itu masih menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena makanan. Ada beberapa makanan yang menjadi pemicu kanker tapi tak pernah disadari banyak orang malah paling digemari.

Simak ulasan berikut beberapa makanan penyebab kanker.

Daging Olahan

Daging olahan bisa kita temui dalam sebuah burger. Makanan ini dapat memicu kanker karena mengandung karsinogen. Ini juga telah dimasukkan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) dalam daftar makanan yang mengandung bahan tersebut.

Sebuah penelitian menemukan orang yang sering makan daging olahan dalam jumlah besar memiliki potensi 20 hingga 50 persen lebih tinggi untuk terkena kanker.

Daging Merah

Daftar makanan pemicu kanker selanjutnya adalah daging merah. Daging merah mengandung zat tertentu yang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Dilansir dari NHS UK, menurut saran American Institutes for Cancer Research, konsumsi daging merah sebaiknya tidak lebih dari 500 gram dalam seminggu, atau maksimal sekitar 70 gram dalam sehari.

Keju

Keju menjadi makanan penyebab kanker karena menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, sel kanker dipercaya bisa berkembang karena peningkatan asupan kalsium serta pertumbuhan hormon tertentu menyerupai insulin pada sapi.

Hal tersebut berbanding lurus dengan sebuah penelitian yang menyebutkan, 4.000 pria pengidap kanker prostat mengaku sering mengonsumsi produk olahan susu murni, termasuk keju, dalam jumlah yang sangat tinggi.

Makanan Terlalu Matang

Buat kamu yang sering masak makanan namun terlalu matang baiknya menghilangkan kebiasaan ini mulai sekarang. Karena makanan yang terlalu matang bisa meningkatkan risiko kanker.

Memasak dengan suhu yang sangat tinggi bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti heterosiklik amina (HA). Konsumsi zat tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu keberadaan sel-sel sehat.

Saat sel sehat terganggu, sel kanker bisa berkembang hingga menciptakan penyakit serius. Produk hewani yang tinggi lemak dan protein adalah makanan yang dapat menghasilkan senyawa tersebut saat terpapar suhu sangat tinggi.

Sebaiknya, agar lebih aman makanan dapat direbus atau dikukus saja.

Makanan Tinggi Gula

Lonjakan kadar glukosa dalam darah akan berpengaruh pada peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker perut, payudara, dan usus besar. Maka sebaiknya kurangi mengonsumsi makanan mengandung gula tinggi dan karbohidrat.

Kadar gula meningkat insulin pun meningkat. Insulin bisa merangsang pembelahan sel, mendukung pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta membuatnya lebih sulit untuk dikendalikan. Serta menimbulkan peradangan.

Baca juga: Beberapa Buah yang Dapat Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Mengandung Alkohol

Mengutip Cancer Treatment Centers of America, semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi pula risiko berkembangnya sel abnormal di beberapa bagian tubuh, seperti kepala, leher, esofagus, hati, payudara, dan usus besar.

Karena alkohol akan membentuk asetaldehida, senyawa kimia yang bisa merusak DNA dari sel sehat. Hal ini bisa memicu berkembangnya sel abnormal yang dikaitkan dengan kanker.

Nah itulah 6 makanan yang dapat memicu risiko terkena kanker.

Baca Juga

Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pariaman Raih Terbaik I Kesehatan, Dapat Bantuan Rp2 Miliar dari Kemendagri
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen