Israel Cabut Status Diplomat Belanda di Ramallah Usai Sanksi

A A

Warga mengikuti pawai nasional yang digelar sejumlah kelompok pro-Palestina di Leiden, Belanda, 26 September 2026. [Foto: Josh Walet/EPA]

  • Israel mencabut status diplomatik diplomat Belanda di Kantor Perwakilan Belanda di Ramallah.
  • Langkah itu membalas larangan Belanda atas impor barang dari permukiman Israel yang berlaku sejak 22 September.
  • Menlu Belanda Tom Berendsen menyebut keputusan Israel tidak perlu dan sedang menimbang tanggapan.
  • Belanda menyerap sepertiga ekspor pertanian dari permukiman Israel, menurut Global Echo.

Cekricek.id — Israel mencabut status diplomatik para diplomat Belanda yang bertugas di Kantor Perwakilan Belanda di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, setelah Belanda melarang impor barang dari permukiman Israel di wilayah itu.

Langkah tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Israel pada Minggu, menurut laporan Al Jazeera, Minggu (27/9/2026). Permukiman Israel di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menulis di X, “Jika Belanda ingin terus mewakili kepentingannya dengan Palestina, Belanda dapat melakukannya dari wilayah Otoritas Palestina, bukan dari wilayah Negara Israel.” Israel memberi tahu Kedutaan Belanda bahwa “diplomat yang bertugas di Ramallah harus mengembalikan dokumen diplomatik yang diterbitkan Israel dalam tujuh hari”.

“Bulan lalu, kami mengeluarkan delegasi Belanda dari Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza di Kiryat Gat, menyusul tindakan pemerintah Belanda terhadap Israel. Saya tegaskan kembali: Israel tidak akan mengabaikan langkah yang dimaksudkan untuk merugikannya. Negara mana pun yang bertindak bermusuhan dan sepihak terhadap Israel akan kehilangan pengaruh dan relevansi di kawasan,” kata Saar.

Belanda Sebut Keputusan Israel Tidak Perlu

Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menyesalkan keputusan yang ia sebut “tidak perlu” itu dan mengatakan Belanda sedang menimbang tanggapan. “Sanksi sementara kami tidak ditujukan kepada Israel, tetapi berangkat dari kewajiban kami untuk tidak berkontribusi pada situasi melanggar hukum dari permukiman ilegal,” katanya dalam pernyataan pada Senin.

Carne Ross, mantan diplomat senior Inggris sekaligus pendiri lembaga nirlaba Independent Diplomat, mengatakan kepada Al Jazeera, “Fakta bahwa Israel mengusir diplomat Belanda yang pada dasarnya adalah diplomat untuk Palestina, untuk penduduk Palestina di Tepi Barat, menurut saya tidak terlalu signifikan kecuali untuk menunjukkan makin terisolasinya Israel secara diplomatik.”

Israel telah mengambil serangkaian tindakan balasan terhadap Inggris, Prancis, dan Kanada yang mengumumkan sanksi atas permukiman Israel. Bulan ini, Israel memberi tenggat tujuh hari untuk mengeluarkan perwakilan Inggris dari Pusat Dukungan Gaza Internasional, sebagai salah satu dari empat tindakan balasan atas sanksi Inggris terhadap permukiman di Tepi Barat.

Larangan Belanda berlaku sejak 22 September dan lebih jauh dibanding sejumlah negara Eropa lain, karena melarang impor, pembelian, dan penjualan barang dari permukiman Israel beserta jasa yang memfasilitasi perdagangan itu. Perdagangan Belanda dan Israel mencapai sekitar 4,8 miliar dolar AS tahun lalu. Lembaga hukum nirlaba Global Echo menyebut Belanda menyerap sepertiga ekspor pertanian dari permukiman Israel dan hampir separuh dari ekspor yang menuju Uni Eropa.

Bagikan

Baca Juga

Kuba Sebut Aksi Militer AS Akan Jadi Kejahatan Internasional
Aleksandar Vucic Mundur dari Kursi Presiden Serbia
Balochistan dan Gilgit-Baltistan, Dua Wajah Gizi Pakistan
Disabilitas Vietnam: Divaksin Setara, Jalan ke Sana Tak Setara
Remaja Keluarga Bercerai di Cina Lebih Rentan Kecanduan Internet
Lampu Kelas Xinjiang Diduga Perlambat Miopia Anak Uighur