Cekricek.id — Kelompok pemukim Israel memasang tenda untuk mendirikan pos permukiman ilegal baru di dekat Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, sementara pengepungan atas desa Qusra memasuki pekan kedua. Pemasangan tenda berlangsung di kawasan Wadi Zeytun dekat Desa Umm Safa, barat laut Ramallah, pada Minggu (16/8/2026).
Dikutip dari aljazeera.com, Senin (17/8/2026), pada hari yang sama sekelompok pemukim juga mulai membangun pos terpisah di Desa Burqa. Jika pos baru itu berdiri, jumlah pos yang mengepung dua desa bertetangga tersebut menjadi enam. Pemukim telah menguasai sekitar 4.700 dari 4.800 dunam lahan Umm Safa dan 10.000 dari 12.000 dunam lahan Burqa.
Koresponden Al Jazeera Tharwat Shakra yang melaporkan dari Ramallah menyebut pembangunan pos di Burqa berjalan pada hari yang sama dengan pemasangan tenda di Wadi Zeytun. Luas lahan yang telah dikuasai pemukim di Umm Safa setara sekitar 470 dari 480 hektare, sedangkan di Burqa mencapai sekitar 1.000 dari 1.200 hektare. Dengan kata lain, hampir seluruh tanah Umm Safa kini berada di luar kendali pemiliknya.
Baca juga: Polisi Hanoi Terjunkan Drone Awasi Pelanggaran dan Kemacetan Lalu Lintas
Pelapor Khusus PBB Sebut Pemaksaan Dialihdayakan
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, menilai pola kekerasan pemukim bukan peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kebijakan yang lebih besar.
“Israel telah mengalihdayakan pemaksaan kepada para pemukim dan menggunakan mereka untuk memajukan pembersihan etnis,” tegas Albanese. Ia menambahkan, “Ini kejahatan… Ini benar-benar terorisme; para pemukim ini harus diselidiki dan dituntut.”
Baca juga: Sungai-Sungai Besar Eropa Susut ke Rekor Terendah Akibat Kekeringan
Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, menggambarkan keadaan di Tepi Barat sebagai “sangat berbahaya” dan mencatat kelompok pemukim melakukan “rata-rata 30 serangan setiap hari”.
Pengepungan Qusra Masuk Pekan Kedua
Di kawasan Ras al-Ain, Desa Qusra, selatan Nablus, pengepungan pemukim terhadap tiga keluarga berlanjut hingga pekan kedua. Sebanyak 15 warga Palestina, termasuk dua anak, terkurung di dalam rumah mereka. Tentara Israel merotasi posisi dan mendirikan tenda di depan rumah warga setelah dua hari sebelumnya membongkar tenda yang coba dipasang para pemukim di lokasi yang sama. Petugas kotamadya kemudian memulihkan jaringan listrik dan air bagi keluarga-keluarga yang terkepung.
Serangan Menyebar ke Nablus dan Hebron
Pada Minggu, pemukim juga menyerang sebuah rumah warga Palestina di Kota Beit Imrin, utara Nablus, dan menahan orang-orang di dalamnya. Pasukan Israel yang datang kemudian menangkap sembilan orang dari rumah tersebut sebelum menarik diri. Tentara sekaligus menghalangi tim Bulan Sabit Merah Palestina mencapai lokasi dan menyita kunci ambulans serta kendaraan bantuan medis.
Baca juga: Trump Ingin Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS, Ini Kata Pakar
Serangan lain tercatat di komunitas Nab’a al-Kaabneh dekat Taybeh dan berupa upaya penyerbuan rumah di Turmus Aya, keduanya di wilayah Ramallah. Di lingkungan al-Jaabari, Hebron, serangan melukai sejumlah warga Palestina, sebagian di antaranya karena tembakan, menurut catatan Bulan Sabit Merah Palestina. Palestinian Prisoner’s Society melaporkan pasukan Israel meningkatkan penangkapan di kota-kota tempat pos pemukim ilegal didirikan, khususnya terhadap warga yang menghadang serangan.















