- Sebanyak 73,3 persen keluarga memiliki anjingnya selama satu sampai dua tahun, dan 60 persen anjing itu berukuran sedang, 25 sampai 50 pon.
- Jadwal yang bertabrakan, sif kerja, pekerjaan rumah sekolah, dan tugas mengasuh menjadi penghalang yang paling sering disebut.
- Fitur yang diminta antara lain pengingat, pencatat jalan, pelacak kemajuan sederhana, dan target bersama keluarga.
- Keluarga menyebut kebutuhan jalur jalan yang teduh, taman anjing berpagar, trotoar, lampu jalan, dan ruang ramah hewan.
Daftar Isi
Qianxia Jiang ingin tahu apa arti seekor anjing bagi keluarga Hispanik yang anaknya jarang bergerak. Bersama rekan-rekannya di University of Central Florida, ia mendengarkan 15 pasang pengasuh dan anak Hispanik pemilik anjing di Central Florida pada Juli sampai Oktober 2025, keluarga yang anaknya menurut pengasuh belum mencapai 60 menit aktivitas fisik sedang hingga berat per hari. Jawaban yang paling sering ia dengar ternyata sederhana: anjing adalah anggota keluarga.
Jiang menuliskan temuannya bersama Sualba Ajejandro, Keith Brazendale, Susanny Beltran, dan Denisse Lamas dalam Exploring Hispanic families’ experiences with dog-facilitated physical activity: results from qualitative research to inform a culturally tailored intervention program, yang terbit di BMC Public Health tahun 2026. Artikel itu masih berstatus artikel dalam cetak, sehingga belum bervolume dan bernomor. Jiang, Ajejandro, dan Brazendale bernaung di Department of Health Sciences, Beltran di School of Social Work kampus yang sama, sedangkan Lamas berasal dari Hispanic Family Counseling, Inc di Orlando.
Keluarga yang ditemui Jiang dan Ajejandro kebanyakan baru memelihara anjing. Sebanyak 73,3 persen keluarga memiliki anjingnya selama satu sampai dua tahun, dan 60 persen anjing itu berukuran sedang, 25 sampai 50 pon. Anak-anak dalam studi itu rata-rata berusia 13,3 tahun dan kebanyakan laki-laki, sementara 86,7 persen keluarga berbicara dalam bahasa Inggris sekaligus Spanyol di rumah. Semua keluarga punya akses ke taman atau ruang hijau.
Jiang mendengar tentang saudara berbulu
Hal pertama yang dicatat Jiang adalah cara keluarga menyebut anjing mereka. Para pengasuh memakai bahasa kekerabatan untuk menekankan kedekatan dan rasa memiliki. Seorang orang tua yang dicatat penulis sebagai P029 bercerita, “Kami bahkan bercanda bahwa ia el hermano peludo, si saudara berbulu. Ia tidur di dalam rumah dan punya selimut sendiri.” Kutipan itu aslinya berbahasa Inggris dengan sisipan bahasa Spanyol.
Menurut Jiang dan Brazendale, anjing juga dipandang sebagai penghibur dan pelindung, terutama ketika tidak ada orang dewasa di rumah. Seorang orang tua lain, yang dicatat sebagai P001, menyebut anjingnya tidak membiarkan siapa pun masuk ke pekarangan ketika semua anggota keluarga sedang pergi. Bagi keluarga-keluarga itu, menurut Jiang, anjing ikut memberi rasa aman secara emosional dan mengeratkan ikatan antargenerasi.
Susanny Beltran dan rekan-rekannya juga mencatat bagaimana tradisi dan iman masuk ke dalam urusan merawat anjing. Beberapa keluarga mengikutsertakan anjing dalam doa dan ritual keluarga, yang oleh para penulis dikaitkan dengan nilai familismo dan cariño. Seorang orang tua yang dicatat sebagai P030 bercerita bahwa ketika keluarganya berdoa pada malam hari, anak perempuannya selalu berpesan agar Luna, anjing mereka, tidak dilupakan.
Jiang membaca cerita-cerita itu sebagai tanda bahwa anjing mengubah cara keluarga memandang gerak badan. Dalam diskusinya, ia dan rekan-rekannya menulis, “Dalam sampel kami, persahabatan penuh kasih dan tanggung jawab atas anjing mengubah aktivitas dari perilaku kesehatan yang diresepkan menjadi praktik keluarga yang dijalani bersama, menggembirakan, dan bermakna secara moral.” Kalimat itu aslinya berbahasa Inggris.
Baca juga Dukungan Keluarga Gandakan Kepatuhan Obat Hipertensi di Kamboja
Jiang melihat anjing mengajak keluar rumah
Dari cerita yang sama, Jiang menemukan anjing sebagai pendorong gerak harian, terutama jalan singkat dan bermain di luar yang mungkin tidak terjadi tanpa anjing. Orang tua yang dicatat sebagai P029 mengaku tanpa anjingnya ia mungkin langsung beristirahat begitu tiba di rumah. “Tapi ia gelisah, ia perlu keluar, jadi ia mendorong kami,” katanya dalam kutipan yang aslinya berbahasa Inggris.
Anak-anak, menurut catatan Sualba Ajejandro dan Jiang, menyebut anjing menggeser waktu mereka dari layar. Seorang anak yang dicatat sebagai P026 berkata, “Aku bermain dengannya di halaman belakang sepulang sekolah. Kalau aku tidak punya Max, aku mungkin cuma sibuk di YouTube.” Max adalah anjing keluarga itu, dan kutipan tersebut aslinya berbahasa Inggris.
Tempatnya pun akrab bagi keluarga. Jiang dan Brazendale mencatat aktivitas bersama anjing biasanya berlangsung di taman lingkungan, halaman gereja, atau pekarangan rumah, dan dijalani sebagai pengalaman keluarga, bukan olahraga perorangan. Orang tua dan anak sama-sama menyebut jalan dan bermain dengan anjing menyenangkan, tidak formal, dan lebih mudah dipertahankan ketimbang olahraga yang terstruktur.
Jiang mencatat penghalang dan siasat
Jiang juga mendengar mengapa dorongan itu sering tidak berlanjut. Jadwal yang bertabrakan, sif kerja, pekerjaan rumah sekolah, dan tugas mengasuh menjadi penghalang yang paling sering disebut. Orang tua yang dicatat sebagai P029 merangkumnya dalam kalimat yang aslinya berbahasa Inggris, “Di antara sif kerja saya, PR, dan makan malam, kami kehabisan waktu.”
Lingkungan menambah persoalan. Keluarga yang diwawancarai tim Jiang menyebut panas ekstrem, badai, lalu lintas, ketiadaan trotoar, dan anjing tak bertali di jalan. Seorang orang tua, P030, berkata singkat, “Mobil melaju kencang dan tidak ada trotoar.” Menurut Keith Brazendale dan rekan-rekannya, anak-anak juga merasa takut berjalan di area anjing lepas atau dalam cahaya redup selepas kegiatan malam.
Ada pula soal anjingnya sendiri. Beberapa keluarga bercerita kepada Ajejandro dan Jiang tentang anjing yang menarik-narik tali atau sulit dikendalikan anak. Panas juga dirasakan anjing, seperti kata seorang anak yang dicatat di tabel naskah sebagai P028, “Musim panas di sini panas sekali, dan Luna juga tidak mau jalan.” Kutipan itu aslinya berbahasa Inggris.
Jiang juga mencatat siasat keluarga untuk tetap bergerak. Banyak pengasuh menekankan rutinitas dan tanggung jawab bersama, misalnya memasangkan jalan kaki dengan jam makan atau kegiatan ibadah, serta menggilir tugas di antara anggota keluarga. “Menjadikannya acara jalan keluarga, sesudah gereja atau sebelum makan malam, terasa lebih mudah,” kata P029 dalam kutipan yang aslinya berbahasa Inggris.
Bila jalan jauh tidak mungkin, menurut Jiang dan Beltran, keluarga menggantinya dengan kegiatan yang lebih pendek, seperti bermain di halaman belakang, lempar tangkap sebentar, atau kegiatan di dalam rumah saat cuaca buruk. Orang tua juga melihat bahwa memberi anak tanggung jawab memasang tali, mencatat aktivitas, atau merawat anjing menambah semangat dan rasa bangga anak.
Seorang orang tua yang dicatat sebagai P028 menggambarkan perubahan itu pada anaknya. “Ini memberi anak saya lebih banyak tanggung jawab dan empati. Ia bangga saat memasang tali anjing dan merawatnya,” katanya dalam kutipan yang aslinya berbahasa Inggris. Jiang dan rekan-rekannya menyebut siasat seperti mengaitkan jalan dengan gereja atau makan malam sejalan dengan model kebiasaan yang bertumpu pada isyarat rutin.
Baca juga Obesitas Anak Thailand Melonjak Dua Kali Lipat Saat Pandemi
Ajejandro mendengar permintaan aplikasi
Ketika ditanya dukungan apa yang mereka inginkan, keluarga yang ditemui Ajejandro dan Jiang menyebut program digital dwibahasa yang berorientasi keluarga. Fitur yang diminta antara lain pengingat, pencatat jalan, pelacak kemajuan sederhana, dan target bersama keluarga. Seorang orang tua, P021, berkata ia ingin aplikasi yang mencatat jalan mereka, rutenya, jaraknya, serta kalender agar keluarga tahu kapan terakhir kali berjalan.
Bahasa menjadi syarat penting. Menurut Jiang, keluarga menginginkan pilihan bahasa Spanyol dan pesan sederhana agar semua anggota rumah, termasuk kakek dan nenek, bisa ikut. “Pengingat dalam bahasa Spanyol akan membantu. Ibu saya bisa lebih paham,” kata P028 dalam kutipan berbahasa Inggris. Anak yang dicatat sebagai P029 menambahkan, pengingat berbahasa Spanyol untuk berjalan bersama Rocky terasa seperti datang dari keluarganya sendiri.
Anak-anak, menurut catatan Jiang dan Brazendale, menginginkan fitur yang seru, seperti tantangan, lencana, poin, dan hadiah yang bisa dibuka dan berkaitan dengan anjing mereka. Orang tua meminta panduan praktis memegang tali dan melatih anjing agar anak lebih aman dan percaya diri saat berjalan. Sejumlah kecil keluarga bahkan tertarik pada alat yang bisa membantu menafsirkan perilaku anjing.
Lamas dan tim menimbang lingkungan
Aplikasi saja, menurut Jiang dan rekan-rekannya, tidak cukup. Keluarga menyebut kebutuhan jalur jalan yang teduh, taman anjing berpagar, trotoar, lampu jalan, dan ruang ramah hewan. Seorang orang tua, P028, berkata dalam kutipan berbahasa Inggris, “Seharusnya ada lebih banyak ruang yang aman dan terbuka bagi anjing untuk berjalan. Anjing seharusnya dipandang sebagai bagian dari keluarga dan lingkungan.”
Keluarga juga tertarik pada acara bersama, seperti jalan bersama anjing yang digelar di lingkungan atau gereja, yang mereka lihat sebagai cara mempererat hubungan sosial. Denisse Lamas dari Hispanic Family Counseling, Inc memfasilitasi pengumpulan data dan dukungan keterlibatan komunitas dalam studi ini. Jiang dan rekan-rekannya menilai dukungan komunitas penting agar kegiatan bersama anjing terasa aman, ramah, dan berkelanjutan.
Dari situ Jiang dan rekan-rekannya menarik kesimpulan yang tegas. “Temuan kami karena itu menegaskan prinsip bahwa perangkat digital saja tidak memadai ketika hambatan struktural membatasi kemampuan keluarga untuk bertindak aman sesuai motivasinya,” tulis mereka dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris. Mereka mengusulkan perangkat kesehatan seluler yang peka budaya dipasangkan dengan advokasi infrastruktur dan program komunitas yang tepercaya.
Baca juga BMI Anak Gothenburg Terbelah Dua Arah Sejak Tahun 2008
Jiang dan rekan menandai batas naskah
Jiang dan rekan-rekannya mengakui batas studinya. “Ukuran sampel yang relatif kecil dan perekrutan dari satu wilayah geografis di Central Florida dapat membatasi keteralihan temuan ke populasi Hispanik lain dengan latar budaya, riwayat migrasi, atau konteks lingkungan yang berbeda,” tulis mereka dalam kutipan yang aslinya berbahasa Inggris. Pesertanya pun keluarga pemilik anjing, sehingga temuannya belum bisa diterapkan pada keluarga tanpa anjing.
Menurut Jiang, panduan wawancara juga tidak diuji lapangan dengan kelompok sasaran, dan temuan hanya bertumpu pada satu sumber data kualitatif tanpa pengamatan atau pengukuran aktivitas. Studi itu pun tidak dirancang untuk melihat beda anak perempuan dan laki-laki dalam tugas merawat anjing. Jiang dan Brazendale menyebut studi jangka panjang masih diperlukan untuk menguji apakah pendekatan terpadu itu benar-benar menaikkan aktivitas fisik.
Pembaca yang teliti bisa memeriksa beberapa hal di naskah Jiang. Abstrak dan ringkasan tema menyebut enam tema, tetapi bagian hasil memuat bagian ketujuh tentang tradisi budaya yang membentuk keterlibatan keluarga. Kutipan P029 tentang taman anjing juga tertulis berbeda: di tabel ia menyebut panas membakar kaki anjingnya pada musim panas, sedangkan di badan teks ia bicara soal tempat anjing berlari tanpa tali dengan aman.
Selisih kecil lain ada pada kutipan saudara berbulu, yang di tabel Jiang tertulis he is dan di badan teks he’s. Satu kutipan berbahasa Spanyol tentang pergi ke taman bersama anjing sesudah misa tidak diberi kode partisipan, sedangkan kutipan anak P028 soal panas hanya muncul di tabel. Kode partisipan pun sampai P030, padahal peserta hanya 15 pasang, dan naskah tidak menjelaskannya.
Qianxia Jiang memulai dengan pertanyaan tentang arti anjing bagi keluarga Hispanik yang anaknya jarang bergerak. Jawaban yang ia kumpulkan tidak berhenti pada saudara berbulu yang tidur berselimut di dalam rumah. Di Central Florida, anjing yang sama mengajak keluarga keluar selepas gereja atau sebelum makan malam, sekaligus membuat mereka berhadapan dengan jalan tanpa trotoar dan terik musim panas.















