Eropa dan Kanada Kecam Rencana Permukiman Israel

Ilustrasi bendera Palestina di lokasi insiden kekerasan pemukim di Abu Falah, Tepi Barat, foto arsip Maret 2026.

Ilustrasi bendera Palestina di lokasi insiden kekerasan pemukim di Abu Falah, Tepi Barat, foto arsip Maret 2026. [Foto: Zain Jaafar/AFP]

Ilustrasi bendera Palestina di lokasi insiden kekerasan pemukim di Abu Falah, Tepi Barat, foto arsip Maret 2026.
Ilustrasi bendera Palestina di lokasi insiden kekerasan pemukim di Abu Falah, Tepi Barat, foto arsip Maret 2026. [Foto: Zain Jaafar/AFP]

Cekricek.id — Sembilan negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Kanada, Norwegia, Mesir, dan Malaysia, mengecam rencana Israel membangun permukiman baru bernama E1 di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan Al Jazeera, Jumat (21/08/2026).

Media itu melaporkan proyek E1 mencakup tender pembangunan lebih dari 1.200 unit rumah, dengan rencana total mencapai setidaknya 3.400 unit di atas lahan seluas sekitar 12 kilometer persegi milik warga Palestina. Proyek ini dirancang untuk menyambungkan Yerusalem Timur dengan permukiman Maale Adumim, sekaligus memutus wilayah Tepi Barat dari utara ke selatan.

Baca juga AS Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah

Dalam pernyataan bersama, negara-negara itu menyebut rencana tersebut “tidak dapat diterima” dan mendesak Israel “menarik kembali rencana ini serta mengakhiri perluasan permukiman di Tepi Barat”.

Baca juga Israel Buka Tender 1.234 Rumah di E1, Inggris Protes

Ancam Wilayah Palestina yang Bersambung

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai rencana itu mengancam masa depan negara Palestina yang utuh secara wilayah. “Rencana ini secara serius mengancam prospek terwujudnya wilayah Palestina yang bersambung,” kata Anwar.

Baca juga UNIFIL Catat 137 Proyektil Israel Sehari di Lebanon

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, sebaliknya menyatakan proyek itu sebagai langkah nyata melenyapkan gagasan negara Palestina. “Negara Palestina sedang dihapus dari meja perundingan, bukan lewat slogan, melainkan lewat tindakan nyata,” ujar Smotrich.

Permukiman Israel di wilayah pendudukan dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional. Sepanjang 2026, penggusuran warga Palestina di Tepi Barat tercatat meningkat tajam akibat kekerasan pemukim dan pembongkaran permukiman warga.

Baca Juga

Suasana di luar SMA Brinell di Fagersta, Swedia, setelah insiden penyerangan bersenjata pedang.
Pria Bersenjata Pedang Serang Sekolah di Swedia
Ilustrasi deretan tiang bendera negara-negara Eropa di depan gedung kaca pemerintahan.
Tiga Negara Eropa yang Absen dari Pakta Pertahanan PESCO
Permukiman Israel Maale Adumim di Tepi Barat yang diduduki
Israel Buka Tender 1.234 Rumah di E1, Inggris Protes
Prajurit berjaga di Pangkalan Udara Abu al-Duhur Suriah
AS Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah
Petugas penyelamat memeriksa reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Lebanon selatan
UNIFIL Catat 137 Proyektil Israel Sehari di Lebanon
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir berbicara di hadapan awak media.
Menteri Israel Serukan Bunuh 30 sampai 40 Warga Gaza Tiap Malam