
Cekricek.id — Sembilan negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Kanada, Norwegia, Mesir, dan Malaysia, mengecam rencana Israel membangun permukiman baru bernama E1 di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan Al Jazeera, Jumat (21/08/2026).
Media itu melaporkan proyek E1 mencakup tender pembangunan lebih dari 1.200 unit rumah, dengan rencana total mencapai setidaknya 3.400 unit di atas lahan seluas sekitar 12 kilometer persegi milik warga Palestina. Proyek ini dirancang untuk menyambungkan Yerusalem Timur dengan permukiman Maale Adumim, sekaligus memutus wilayah Tepi Barat dari utara ke selatan.
Baca juga AS Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah
Dalam pernyataan bersama, negara-negara itu menyebut rencana tersebut “tidak dapat diterima” dan mendesak Israel “menarik kembali rencana ini serta mengakhiri perluasan permukiman di Tepi Barat”.
Baca juga Israel Buka Tender 1.234 Rumah di E1, Inggris Protes
Ancam Wilayah Palestina yang Bersambung
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai rencana itu mengancam masa depan negara Palestina yang utuh secara wilayah. “Rencana ini secara serius mengancam prospek terwujudnya wilayah Palestina yang bersambung,” kata Anwar.
Baca juga UNIFIL Catat 137 Proyektil Israel Sehari di Lebanon
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, sebaliknya menyatakan proyek itu sebagai langkah nyata melenyapkan gagasan negara Palestina. “Negara Palestina sedang dihapus dari meja perundingan, bukan lewat slogan, melainkan lewat tindakan nyata,” ujar Smotrich.
Permukiman Israel di wilayah pendudukan dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional. Sepanjang 2026, penggusuran warga Palestina di Tepi Barat tercatat meningkat tajam akibat kekerasan pemukim dan pembongkaran permukiman warga.
















