Walmart Alami Penurunan Penjualan Terburuk 6 Tahun

Area parkir gerai Walmart Supercenter di Secaucus, New Jersey, Amerika Serikat

Area parkir gerai Walmart Supercenter di Secaucus, New Jersey, Amerika Serikat. [Foto: Siddharth Cavale/Reuters]

Cekricek.id — Walmart mencatat perlambatan pertumbuhan penjualan yang tajam pada kuartal kedua tahun ini, seiring belanja konsumen Amerika Serikat yang kian tertekan oleh kenaikan harga bahan bakar dan inflasi. Menurut laporan Al Jazeera, Kamis (20/08/2026), penjualan sama-toko (same-store) Walmart di Amerika Serikat hanya tumbuh 2,6 persen pada kuartal tersebut, jauh di bawah perkiraan analis sebesar 3,8 persen.

Pertumbuhan Terendah dalam Enam Tahun

Angka itu menjadi kenaikan kuartalan terendah bagi peritel terbesar Amerika Serikat tersebut dalam enam tahun terakhir. Pendapatan kuartalan Walmart secara keseluruhan naik 3,4 persen, laju pertumbuhan paling lambat sejak kuartal pertama tahun fiskal 2023.

Belanja rata-rata di meja kasir hanya naik 1,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, jauh di bawah lonjakan 3,1 persen pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah kunjungan ke toko fisik juga melambat menjadi 1,5 persen, turun dari 3 persen pada kuartal sebelumnya. Saham Walmart anjlok 9,6 persen begitu pasar dibuka pada Kamis (20/08/2026), menyusul laporan keuangan yang mengecewakan investor.

Harga Bahan Bakar Jadi Beban Konsumen

Chief Financial Officer Walmart, John David Rainey, menyebut lonjakan harga bahan bakar sebagai salah satu faktor utama yang menekan daya beli konsumen. Rata-rata harga bensin naik menjadi $4,10 per galon pada Kamis, dari $4,07 sepekan sebelumnya, dan jauh lebih tinggi dibandingkan $2,98 saat Amerika Serikat dan Israel pertama kali menyerang Iran.

Baca juga Penjualan Lowe’s 26 Miliar Dolar AS, Belanja DIY Lesu

“When fuel prices increase and get above $4, perhaps there’s a psychological impact to that, consumers are making trade-offs,” kata Rainey, yang bermakna “ketika harga bahan bakar naik dan melewati 4 dolar, mungkin ada dampak psikologis dari itu, konsumen membuat kompromi dalam belanja mereka.”

Baca juga Penjualan Home Depot Naik 5,7 Persen di Kuartal Kedua

Walmart memperkirakan akan menanggung tambahan biaya senilai 2 miliar dolar terkait bahan bakar, di luar proyeksi awal perusahaan. Di sisi lain, inflasi konsumen Amerika Serikat naik 0,1 persen dari bulan sebelumnya dan 3,4 persen dari tahun lalu, sementara penjualan ritel keseluruhan turun 0,6 persen pada Juli, penurunan terbesar sejak Mei 2025.

Walmart Pangkas Harga, Genjot Penjualan Daring

Menurut keterangan tertulis Walmart, seperti dilaporkan Al Jazeera, perusahaan pada Rabu (19/08/2026) mengumumkan pemotongan harga untuk sekitar 11.000 item, yang sebagian didanai dari pengembalian tarif senilai 2,9 miliar dolar. Kebijakan harga baru itu baru berlaku sejak Juli, sehingga dampaknya terhadap penjualan diperkirakan baru terlihat jelas pada laporan keuangan berikutnya.

Baca juga Kemendag Klarifikasi BYD soal Penanganan Konsumen

“You don’t necessarily expect to have that offsetting benefit to the lower prices in the immediate period,” jelas Rainey, yang bermakna “Anda tidak selalu bisa berharap ada manfaat penyeimbang dari harga yang lebih rendah dalam waktu dekat.”

Di tengah tekanan itu, penjualan daring atau e-commerce Walmart di Amerika Serikat justru melonjak 24 persen. Perusahaan pun merevisi proyeksi pertumbuhan penjualan bersih tahunannya dari kisaran 3,5-4,5 persen menjadi 4-5 persen.

Peritel Lain Turut Terdampak

Pelemahan belanja konsumen Amerika Serikat turut memengaruhi peritel besar lain. Target melaporkan kenaikan penjualan bersih 5,3 persen menjadi 26,5 miliar dolar pada kuartal ini, didorong kenaikan kunjungan toko sebesar 3,6 persen, setelah perusahaan itu menerima pengembalian tarif senilai 1 miliar dolar dan memangkas harga lebih dari 10.000 item.

Sementara itu, TJX, induk usaha TJ Maxx dan Marshalls, hanya mencatat pertumbuhan penjualan 1 persen, merosot tajam dari 6 persen pada kuartal sebelumnya. Di lantai bursa, saham TJX turun 1,7 persen dan saham Target turun 0,1 persen menyusul rilis data keuangan tersebut.

Baca Juga

Gedung Departemen Keuangan Amerika Serikat di Washington, DC
Utang AS Tembus US$40 Triliun, Rekor Tertinggi
Ilustrasi toko perkakas dan bahan bangunan
Penjualan Lowe’s 26 Miliar Dolar AS, Belanja DIY Lesu
Seorang pria membaca surat kabar Hamshahri yang memuat foto Presiden Donald Trump
Iran Peringatkan Negara Tetangga soal Sanksi AS
Anggota pasukan bersenjata Republik Demokratik Kongo berjaga di jalan menuju Sange, Kivu Selatan
RD Kongo dan M23 Sepakati Peta Jalan Damai
Dealer mata uang memantau nilai tukar di ruang perdagangan valuta asing kantor pusat Hana Bank, Seoul
Investor Pemula Korsel Rugi Besar Gara-Gara Saham AI
CONCACAF Minta Infantino Absen dari Turnamen U-14 CFU
CONCACAF Minta Infantino Absen dari Turnamen U-14 CFU