Abdul Wahab Hasbullah

Abdul Wahab Hasbullah adalah tokoh pergerakan kebangsaan. Lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. Pada 1916 Abdul Wahab menjadikan rumahnya di Surabaya sebagai sekretariat organisasi Nadaltul Wathan yang didirikan bersama K.H. Mas Mansur dari Muhammadiyah.

Abdul Wahab Hasbullah. [Foto: Instagram]

Siapa Abdul Wahab Hasbullah?

Abdul Wahab Hasbullah adalah tokoh pergerakan kebangsaan. Lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. Pada 1916 Abdul Wahab menjadikan rumahnya di Surabaya sebagai sekretariat organisasi Nadaltul Wathan yang didirikan bersama K.H. Mas Mansur dari Muhammadiyah.

Abdul Wahab mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. Ia mendirikan beberapa sekolah, antara lain, Madrasah Ahloel Wathan di Wonokromo, Madrasah Far’oel Wathan di Gresik, Madrasah Hisayatul Wathan di Jombang dan Madrasah Khitabul Wathan di Surabaya.

Perhatiannya juga berfokus pada isu-isu keagamaan internasional. Pada 1926, bersama beberapa tokoh lainnya, ia menyelenggarakan kongres al-Islam dan mendirikan Nahdatul Ulama (Kebangkitan Ulama).

Ia pernah menjabat sebagai pimpinan Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI). Pada 17 Agustus 1945, bersama beberapa tokoh lainnya, ia menerbitkan fatwa wajib membela negara Republik Indonesia dalam perang kemerdekaan.

Pada 1947, Abdul Wahab terpilih sebagai Rais’am (Ketua Umum) PBNU menggantikan K.H. Hasyim Asy’ari.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan